
“Halo semua adik-adik, bagaimana kabaranya?” teriak mc dari atas panggung.
Wine duduk tak jauh dari panggung sambil menatap khawatir kearah kedua putranya yang kini berkumpul dengan beberapa anak lain diatas panggung. Setelah pemotretan tenyata ada ajang pencarian bakat untuk anak-anak dengan bermacam hadiah yang ada dibelakang panggung. Aaras yang melihat ukulele jelas langsung tak mau pulang dan kini bergabung bersama dengan yang lain, sedangkan Arsya tidak mau pulang karena diantara hadiah yang disediakan ada boneka super besar berbentuk laba-laba.
“Tadi kakak udah liat foto kalian semua. Keren semuanya” ucap mc lagi.
Perihal masalah pengambilan foto, percayaah dari banyaknya kontestan yang ada hanya Aaras yang diarahkan susahnya minta ampun. sang fotografer meminta Aaras tidak membaw serta gitar kecil bocah itu, namun Aaras kekeh untuk tetap bawa dan berakhir dengan sang fotografer menyerah dan mengambil foto Aaras seadanya. Wine yakin pria itu pasti berdoa dalam hati agar Aaras tak menjadi salah satu modelnya.
“Sekarang kakak punya banyak hadiah loh. Kakak mau liat dong kalian jalan dari ujug sana sampai sini, dan— hai ganteng bisa duduk sebentar”
Wine memejamkan matanya saat melihat Aaras yang kini malah berdiri sambil bermain robot plastik yang digunakan sebagai dekorasi panggung. Arum yang berada didekat Aaras langsung menarik bocah laki-laki itu agar kembali duduk. Melihat itu Anya tertawa sambil menpuk bahu Wine tiga kali.
“Noh utang lo sama gue ya” bisik Anya bercanda.
“Oke. Sekarang ayo kita berbaris semua disana ya” sang mc dan beberapa staf lain kini menggiring anak-anak menuju bagian ujung panggung. “Kakak mau nyalain music, nanti jalan satu persatu kedepan ya, dengan gaya keren”
Music mulai diputar, beberapa orang tua mulai tertawa melihat berbagai macam tingkah anak-anak. Ada yang jalan maju layaknya robot, ada juga yang berlari dan berujung jatuh, ada juga yang berjalan sambil menangis.
Saat giliran Arum yang jalan, Wine, Ocha dan Anya langsung menyalakan kamera masing-masing guna merekam bocah cantik itu. layaknya model sungguhan seperti yang Arum cita-citakan, dia berjalan melanggak lenggok denga senyuman malu-malu yang terlihat sangat menggemaskan. Saking senangnya, Anya memberikan Alum pada mbak Loli dan berjalan maju kedepan guna merekam putrinya.
Begitu Arum kembali ke semula, music kini berganti. Hanya dengan mendengar nada awalnya saja, Wine langsung menoleh kearah Ocha dengan tatapan ngeri. Lagu koplo diputar yang membuat Aaras yang sejak tadi menolak untuk berjalan maju kini dengan pedenya berjalan sambil menari koplo persis seperti yang Arka lakukan. Ibu-ibu yang melihatnya kini tertawa melihat tingkah Aaras begitu pula dengan sang mc.
Sepertinya karena kesalahan teknis, lagu itu berubah menjadi lagu balonku ada lima namun nyatanya tak membuat jiwa koplo Aaras menurun. Bocah itu masih terus berjoget ria meski sudah berada di ujung panggung. Tahu jika Aaras tak akan berjalan kebelakang lagi, Arum langsung berjalan mendekati Aaras dan menariknya menuju kebarisan belakang lagi. tindakan Arum jelas mengundang gelak tawa para penonton. Ocha, Anya dan Wine yang melihat Arum juga kini ikut tertawa. Sepertinya Arum diciptakan untuk menjadi penyelamat harga diri Aaras kelak.
“Wah anak gue tuh Win. Kayanya kalau dibeliin baju baru juga nggak nolak”
“Udah tajir masih aja segala sesuatu dijadiin duit” timpal Ocha.
Setelah selesai acara yang tenyata memakan waktu hingga sore, Anya, Wine dan Ocha memutuskan untuk makan disalah satu foodcort yang berada dilantai paling atas. Menunggu Kais yang katanya dalam perjalanan menuju mall untuk menjemput Ocha. Pernikahan Ocha dan Kais tinggal hitungan bebera minggu lagi, namun keduanya masih saja sibuk mencari gaun yang pas untuk digunakan saat ijab qobul nanti.
“Nggak usah nyari lagi udah. Pakai punya gue aja. Noh masih bagus, baru dipakai sekali” usul Anya.
__ADS_1
“Emang mau dipakai berapa kali? 5? Nikah lagi dong bebrati” Sinan yang baru saja pulang dari kantor dan langsung menyusul ke mall yang menjawab.
Ocha dan Wine hanya saling melempar pandangan dengan senyuman tipis.
“Bukan begitu mas maksudnya. Kan emang aku pakai cuman pas ijab qobul doang, jadi masih bagus banget itu”
“Oh gitu” jawab Sinan dengan senyuman. Pria itu kini memangku Arum dan menyuapi makanan ke putri sulungnya.
Jika ada Sinan dan sebentar lagi ada Kais maka hanya Wine seorang diri yang tak ditemani suami. Sejak pagi tadi Arka dihubungi tidak bisa. Pria itu bahkan tak memberikan kepastian kapan akan kembali pulang ke Jakarta.
Tak seperti Kais yang sudah kembali sejak kapt. Ayub sadar, Arka masih ada disana mengurusi beberapa hal.
“Ibun, ayah nanti jemput ya?”tanya Arsya.
Wine menggeleng “Ayah masih kerja. Nanti kita pulang naik mobil sendiri ya? tante Ocha pulang sam om Kais”
Arsya terlihat mengangguk kemudian kembali maka ice cream. Aaras sejak acara selesai langsung tertidur lelap dipangkuan Wine.
Wine yang tengah membetulkan posisi duduk Aaras mendongak seketika. Benar saja, dari kejauhan bukan hanya Kais saja yang jalan mendekat, melainkan ada Arka juga yang berjalan disamping tunangan Ocha sambil membawa tas besar di punggunya.
“Ayah” Arsya yang juga melihat Arka langsung berlari ke gedongan Arka.
“Udah selesai acaranya?” tanya Kais begitu sampai didekat mereka.
“Sudah. Ayo jalan keburu malam” timpal Ocha. Setelah berpamitan keduanya langsung melenggang pergi yang dikuti oleh Anya dan Sinan beberapa menit kemudian. Melihat ekspresi Wine, jelas membuat Anya tak mau lama-lama disini.
“Kebiasaan. Pulang kok nggak ngomong-ngomong mas?” tanya Wine masih dengan nada lembut. Ingat ini masih berada di tempat umum. Lain ceritanya jika mereka berada di rumah sekarang.
“Surprise” jawab Arka dengan cengiran lebar.
“Nggak ada surprisenya sama sekali. Pengin tak cubit malahan kamu mas”
__ADS_1
“Cubitnya nanti di rumah aja” bisik Arka sambil mengerlinkan matanya jahil.
Wine tersenyum. Marah dengan Arka setelah lama tak bertemu jelas tidak akan mungkin bisa ia lakukan “Gimana kabar kapt. Ayub?”
“Baik, sudah bisa jalan juga. Mungkin 1 minggu lagi baru boleh balik ke Jakarta”
Kapt. Ayub memang kembali sadar. Namun kaki kananya patah dan membuat pria itu harus menggunakan tongkat. Setidaknya bisa kembali bersama keluarga adalah suatu hal yang sangat luar biasa
"Gimana acaranya? menang?" Tanya Arka.
Wine mengerutkan dahinya tak percaya mendengar pertanyaan suaminya barusan. Jika masalah pendidikan, Aaras mungkin bisa menjadi juara 1 karena kepandaian yang dimiliki, namun jika acara seperti ini maka sedikit mustahil jika putranya ini menjadi pemenang. Memang sih pemenang, tapi pemenang sebagai kontestan yang lucu dan memeriahkan acara.
"Menang mas. Nih" Wine menunjukkan satu botol minum merek terkenal kepada Arka.
"Juara apa?"
"Kontestan yang paling menghibur. Kayanya dari pada model anak kita lebih baik jadi komedian"
Arka tertawa mendengar jawaban istrinya. Bukan pertama kalinya ia mendengar jika Aaras bisa menjadi komedian kelak, bahkan anak buahnya juga mengatakan demikian di skadron.
"Nggak mau. Arsya mau jadi kaya ayah ibu, yang bawa pesawat" sanggah Arsya.
"Bagus" Ucap Arka senang karena salah satu putranya akan berada di jalan yang sama.
Wine melirik ke arah Arka sekilas lalu mengelus puncak kepala Arsya " Ibun boleh kok. Tapi jangan lupa tetap kasih kabar ke ibun kalau lagi kerja jauh ya" Ucap Wine sekaligus menyindir suaminya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
NOTE :
Dunia Anya sudah Up ya, dari pagi malahan.
__ADS_1
Yuk bisa Yuk, tinggalkan Like dan komentarnya. Biar bisa naik level.