Salto Dunia Wine

Salto Dunia Wine
Bab 20 : Duit Dulu


__ADS_3

Anya udah up juga ya.


***


Tak langsung pulang dan harus ke skadron terlebih dahulu karena Arka tiba-tiba mendapat telfon yang mengharuskannya ke sana, mau tak mau Wine juga ikut ke sana dan menunggu di dalam mobil.


Mereka baru sampai rumah sekitar pukul 8 malam dalam kondisi ke dua putranya sudah tertidur lelap. Kasihan jika harus dibangunkan untuk mandi, tapi tak mungkin juga membiarkan mereka tidur dalam kondisi tubuh lengket dengan berbagai macam bau khas anak-anak, Wine memilih untuk mengelap mereka berdua sendirian sedangkan mas Arka begitu sampai di rumah langsung menuju ruang kerja pria itu. Pria itu baru kembali ke kamar anak-anak setelah Wine selesai membersihkan keduanya. Setelah mandi, Wine langsung berbaring disamping Arsya, sedangkan Arka berbaring di samping Aaras.


"Nggak lapar mas?" tanya Wine. Menatap ke arah suaminya yang kini mengelus rambut ke dua putranya bergantian.


"Kamu lapar lagi?" tanya Arka balik.


Wine menggelengkan kepalanya. Sore tadi mereka sudah makan di mall dan itu cukup untuk membuat tidur Wine pulas tanpa takut kelaparan.


"Mas"


"Hmm?"


"Mau tanya sesuatu"


"Apa?"


Wine merubah posisi tidurnya menjadi miring dengan kepala yang ditopang oleh tangan kanannya. Rebahan sambil menatap 3 laki-lakinya adalah suatu hal yang tak pernah Wine bayangkan sebelumnya, rasanya luar biasa.


Dirinya yang sebelumnya takut menikah dengan tentara angkatan udara malah berakhir dengan menikahi Arka.


Dirinya yang sebelumnya takut memiliki anak karena trauma masa lalu kini malah memiliki dua putra dan satu anak lagi yang masih berada di dalam tubuhnya. Sekali lagi takdir Tuhan memang tidak ada yang tahu.


"Ngga jadi tanya?" Arka yang tak kunjung juga mendapat pertanyaan dari istrinya mengerutkan dahinya bingung.


"Jadi. Kalau aku dulu nggak mau nikah sama kamu, sekarang kamu lagi ngapain mas?"


"Pasti lagi rebahan sama wanita lain yang berstatus sebagai istri"


Bukan marah, Wine malah tertawa. Realistis aja, umur Arka sudah 28 tahun saat mengajaknya menikah. Jika Wine menolak pasti Arka sudah menikah dengan wanita lain. Yang membuat Wine tertawa adalah jawaban Arka yang tak tertebak sama sekali. Emang nggak ada romantis-romantisnya.


"Mbak Anggi kali ya mas. Kan yang di jodohin sama kamu Anggi. Terus kamu juga dulu udah tua, kalau bukan mbak Anggi pasti nggak ada lagi yang mau nikah sama kamu"


"Mungkin. Tapi Alhamdulillah kamu mau nerima lamaran mas. Jadi mas nggak sampai gila karena patah hati" Arka membenarkan posisi selimut yang baru saja ditendang oleh Aaras.


"Kalau menurut mas, aku lagi ngapain sekarang kalau waktu itu aku nggak nerima lamaran kamu?"


"Pasti lagi di kamar jaga sambil baca tumpukkan buku tebal."

__ADS_1


Wine mengangguk setuju. Jika tak menikah dengan Arka, Wine pasti akan menjadi penghuni setia rumah sakit. "Mas, sampai sekarang aku bahkan kadang nggak percaya saat bangun tidur ngeliat wajah kamu sama anak-anak. Rasanya Tuhan lagi menyadarkan aku kalau pernikahan itu sejatinya nggak semuanya buruk. Dan kamu nunjukin itu ke aku"


Arka kini pindah berbaring di samping Wine dan memeluk istrinya erat " Masih takut karena mas nggak ngasih kabar sama kamu kemarin?"


"Hmm. Aku sempet mikir buat gugurin anak ini karena takut dia lahir tanpa punya sosok ayah"


Arka terdiam cukup lama. Tak pernah terpikirkan olehnya jika Wine memiliki jalan pikiran yang semenakutkan itu. Semuanya memang salahnya yang tak memberi kabar "Husst. Jangan ngomong begitu dek. Kasihan kalau dia denger" ucap Arka sambil mengelus perut Wine.


Wine ikut mengelus perutnya sendiri " Maaf ya dek. Walaupun kamu baru 4 minggu, kamu pasti nanti akan tetep sedih denger ucapan ibun"


"Maafin ayah juga ya, bikin ibun kamu khawatir. Tapi tenang aja, semua orang di keluarga kita sayang saya kamu"


Wine mendongak seketika. Mengenai kehamilannya tak ada yang tahu kecuali dirinya dan Arka. Wine sampai lupa membagikan kabar gembira ini kepada bunda dan ibu, bahkan kedua sahabatnya pun tak ada yang tahu jika dirinya hamil.


Melihat Wine yang langsung mendongak mendengar sederet kalimatnya barusan, Arka langsung bisa menebak jika Wine lupa memberi tahu bunda dan ibu " Jangan bilang cuman mas yang tahu kamu hamil dek?"


Wine mengangguk " Aku ajang kadang lupa kalau lagi hamil mas"


"Astaghfirullah"


Wine tersenyum menunjukkan sederet giginya. Tangannya meraih ponsel yang berada di atas nakas. Tak langsung menelfon, Wine memberi kabar melalui chat terlebih dahulu, takut jika mungkin bunda atau ibu sudah tertidur.


"Bunda kan di kamar sebelah dek?" Tanya Arka bingung karena melihat Wine mengetik pesan di room chat dengan bunda.


"Terserah kamu aja lah"


Setelah mengirim pesan ke bunda dan ibu, Wine langsung beralih ke room chat 'Harta Karun Negara', Anya dan Ocha pasti akan heboh setelah membaca pesannya.


Pertama Wine mengirim foto tespek terlebih dahulu kemudian menambahkan satu caption di bawahnya.


Wine : Ulala tante-tante gemoy, udah tidur belum nih? ponakan baru salam kenal ya.


Hanya dalam hitungan 10 detik Anya langsung membalas pesannya disusul oleh Ocha.


Anya : Lo hamil Win?.


Ocha : Ini serius kan? atau lo lagi kesambet makanya ngeprank kita?


Wine menunjukkan sederet pesan Ocha dan Anya kepada Arka. Suaminya ini kini ikut tertawa membacanya.


Wine : Asli dong tante gemoy. Alun bakal ada temennya nanti.


Cukup lama tak ada lagi balasan dari Ocha dan Anya. tumben sekali karena biasanya mereka akan seheboh layaknya mendapat hadian 1 milyar.

__ADS_1


Bukan lagi pesan yang Wine dapatkan. Kini panggilan dari mbak Alin masuk ke dalam ponselnya. Sebelum menjawab, Wine melirik ke arah suaminya terlebih dahulu " Nih mas. Calon bank berjalan anak aku" Ucap Wine.


Arka hanya menggelengkan kepalanya. Setiap bulan nafkah yang ia berikan pada Wine sudah terbilang lebih dari cukup, namun Wine masih saja menganggap Alin adalah bank berjalan untuk anak mereka.


"Assalamualaikum. Dek kamu hamil beneran?" Tanya Alin begitu telfon tersambung.


"Beneran hamil dek?'' Giliran suara mas Akhtar yang terdengar.


" Hamil Tar. Bibit gue itu"


Wine langsung mencubit Arka saat suaminya ini yang menjawab pertanyaan Akhtar. Ibu yang wajahnya juga tertangkap layar tertawa haru mendengarnya.


"Alhamdulillah kalau kamu hamil lagi ya dek. Ibu seneng dengernya" ucap Ibu


Wine mengangguk setuju. Rasa syukur kini entah sudah beberapa kali Wine ucapkan.


"Sudah berapa bulan Win?" tanya mbak Alin


"Sekitar 4 minggu Lin" jawab Arka.


"Udah 4 minggu dan kamu baru ngabarin?"


"Lupa ngabarin katanya Lin" lagi Arka yang menjawab pertanyaan Alin.


tok tok tok.


Suara pintu yang di ketuk membuat Arka turun dari kasur dan berjalan menuju pintu. Mbak Laksmi terlihat begitu pintu di buka oleh Arka.


"Kenapa bi?" Tanya Arka.


" Ada mbak Ocha dan mbak Anya di bawah pak"


Wine yang mendengar hal itu tertawa geli. Pantes saja tak ada lagi yang menjawab di kolom chat, mereka semua kini malah mengunjungi rumahnya.


"Suruh pulang aja mbak. Jawab Ibu Wine nggak nerima tamu kalau nggak bawa hadiah yang harganya di atas 1 juta" jawab Wine. Biarkan saja kedua sahabatnya ini pasti akan menganggapnya tak punya akhlak.


Arka yang mendengar jawaban istrinya hanya menggelengkan kepalanya.


Begitu Mbak Laksmi turun dan memberi jawaban yang sama pada Ocha dan Anya. Keduanya Ngedumel seketika. Antusias untuk bertemu calon bayi hilang sudah.


"Nggak ada akhlak emang itu orang!" Ucap Ocha.


"Segalanya di jadiin duit. udah tajir juga"

__ADS_1


__ADS_2