Salto Dunia Wine

Salto Dunia Wine
Extra Part : Lomba 17 Agustusan 2


__ADS_3

Sadar karen ini lapak udah sepi karena udah lama tamat. jadi cus up sisanya lah.. tinggalkan komentar kalian ya..


Kalau banyak komentar aku mau bikin cerita pas mereka lomba dengan kembar.


...****************...


"Terpaksa tapi sampai punya anak 3 ya dek"


Deg.


Wine langsung menoleh ke sumber suara. Mas Arka dan Kais tengah berjalan mendekat ke arah mereka. Hanya ada sebuah senyuman dan kecupan jarak jauh yang Wine lempar beberapa kali ke arah suaminya itu. Bisa-bisanya mas Arka muncul pas banget sama kalimat dirinya barusan.


"Bangun sendiri apa dibangunin dek?" tanya Arka begitu sampai di dekat istrinya. Diambilnya Erin dari gendongan Wine. Gadis kecil yang ngefens banget sama ayahnya itu tersenyum cerah setelah mendapatkan ciuman dari sang ayah di pipi kiri dan kanan.


"Anaknya doang yang di cium? Istrinya nggak?"


"Bucin bener" celetuk Ocha.


"Jadi obat nyamuk kita. Pergi yuk." ajak Ridwan pada Sultan "Izin ndan. Kita kembali ke lapangan" ucap Ridwan dan Sultan bersamaan. Sebelum akhirnya langsung melesat menuju lapangan.


Sebelum ke dua anak buah suaminya itu menjauh. Wine berteriak kencang "Letnan. Tolong tangkapin kembar ya"


"Siap buk" timpal ke duanya lagi bersamaan. Jika ada sang komandan, maka identitas Wine sebagai seorang ibu Komandan tak bisa diumpetin lagi.


"Mau ikut lomba Yang. Perut kamu buncit banget begini"


Plak..


Jelas satu pukulan dari Ocha mendarat di bibir Kais dengan sangat mulut. Lagi pula bisa-bisanya Kais menggunakan kata 'buncit' alih-alih 'besar' padahal sudah tahu ada benih cinta mereka berdua di dalam perut itu.


"Buncat buncit buncat buncit. Gini-gini juga ada anak kamu Yang didalam"


Kais yang sadar akan kesalahan dengan ucapannya, tersenyum lebar, diusapnya perut besar Ocha sebelum akhirnya mendaratkan satu ciuman di perut besar itu.

__ADS_1


"Maaf ya calon anak ayah. Jangan ngambek ya. Nanti bundanya ikut ngambek juga. Kan nanti yang susah ayah. Mana bunda kamu makin ke sini makin cantik banget. Pengin ayah cium cuman inget kalau lagi di skadron"


Sudah kenyang melihat kebucinan Kais akan Ocha. Wine dan Arka langsung berjalan meninggalkan keduanya.


"Memang beda ya mas, antara tua dan yang masih muda" Wine melingkarkan tangannya di lengan Arka sambil berjalan menuju lapangan dimana perlombaan akan diadakan.


"Maksudnya?"


"Iya. Nikah sama yang lebih muda itu romantis bener, udah bucin di awal-awal nikah"


Langkah Arka yang berhenti karena Erin minta turun, membuat Wine juga menghentikan langkahnya.


"Jadi maksud kamu, saya nggak bucin sama kamu, dek?" kini Arka melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dan kembali berjalan ke lapangan dengan Erin yang berjalan di depan mereka.


"Emang kamu bucin sama aku? Atau.. Tunggu. Mas tahu arti bucin kan?" Wine menoleh saat melihat Arka yang tertawa. Kalian ingatkan, usia mereka beda hampir 8 tahun. Arka sudah berada di usia tua sekarang, jadi ada kemungkinan suaminya ini tak tahu kepanjangan dari kata bucin yang akhir-akhir ini viral di kalangan para remaja.


"Mas nggak sekolot itu sampai nggak tahu kepanjangan bucin dek. Budak cinta"


"Ya kali mas. Kalau nggak tahu, aku bersedia buat jelasin panjang kali lebar kaya papan tulis"


Wine mengerutkan dahinya tak setuju "Tapi kayanya aku nggak pernah ngerasa di bucinin sama mas deh"


"Lah, kalau mas nggak bucin nggak mungkin kita punya 3 anak kan dek? Ditambah yang pertama kembar lagi. Sebucin itu mas sama kamu. Cuman akhir-akhir ini pas mas mau bucin pasti ada anak-anak. Ada aja hal mengejutkan yang mereka buat"


"Dor dor dor"


"Arsya jangan tarik pelatuknya ya! Please jangan ya nak. Serda Hanif kamu itu gimana sih? Kok bisa pistol di Ar-"


"Dor dor dor. Hahahaha"


"Allahu Akbar. Tiarap semua!!"


Teriakan disertai suara tawa Arsya membuat Wine dan Arka yang masih berada di pinggir lapangan saling tatap satu sama lain. Suaranya berasal dari ruang kerja administrasi.

__ADS_1


"Dor dor dor. Om om aku bisa nembak. Dor dor dor. Hahahaha"


"Wah Arsya pintar. Coba anak pintar, om pinjem pistolnya ya. Itu pistol asli nak, bukan pistol mainan"


Ucapan itu membuat Arka langsung lari menuju sumber suara. Wine yang juga sama paniknya, langsung menyambar tubuh Erin dan menitipkannya pada Ocha yang jelas sudah ditinggal lari oleh Kais karena ulah ponakan mereka.


Mata Arka membulat sempurna saat beberapa anak buahnya tampak tiarap dan beberapa yang lain tampak mendekat ke arah Arsya. Namun sepertinya sang putra menangkap maksud lain dimana Arsya malah mengira para om tengah bermain-main dengan dia. Karena setiap kata dor yang dilontarkan oleh Arsya, sontak membuat para om-om tentara langsung tiarap.


"Ayah. Ayok main sama abang. Dor dor" pekik Arsya senang.


Arka yang hendak berjongkok karena takut Arsya menarik pelatuknya, langsung di geplak oleh Wine dari belakang.


"Abang. Main pistolnya sudah selesai ya. Sinih, ayah pinjam boleh?" tanya Arka lembut.


"Tapi abang masih mau main. Om semua tiarap. Abang hebat ayah"


Arka Berniat untuk bernegosiasi dengan sang putra "Abang kasih pistol itu ke ayah ya. Nanti kita beli pistol yang lebih besar lagi di abang-abang jualan mainan di depan"


"Dor dor dor"


"Allahu Akbar."


Wine langsung mendelik saat mendengar para anak buah Arka memekik ngeri bersamaan. Jika terus seperti itu, bisa-bisa Arsya malah menganggap mereka sedang bermain-main dengannya.


"Ayah mau pinjem?" tanya Arsya pada Arka.


"Iya nak. Ayah pinjem ya. Itu bukan pistol mainan Sya"


"Ini asli?" tanya Arsya lagi sambil membolak-balikkan pistol yang ada ditangannya.


"Mas disegrap aja kali mas. Nggak usah nego-nego segala" Wine mencolek pinggang suaminya. Jantungnya sudah berdetak cepat takut jika Arsya benar-benar menarik pelatuk itu.


"Ini buat ayah"

__ADS_1


Begitu pistol beralih tangan ke tangan Arka. Semua orang menarik napasnya lega bersamaan. Wine langsung menarik Arsya dan mendekapnya erat. Jantungnya nyaris copot karena ulah putranya ini. Biasanya Aaras, baru kali ini Arsya yang melakukannya.


Tunggu, mengingat Aaras, kepala Wine langsung menoleh ke kanan dan ke kiri. Dimana bocah itu sekarang? Please, belum lomba aja jiwa dan fisik Wine sudah selelah ini.


__ADS_2