Salto Dunia Wine

Salto Dunia Wine
Bab 35: koplak ending?


__ADS_3

Arka sudah tak lagi peduli dengan sikap wibawa dan tegas yang selalu ia tunjukan kepada orang lain. Arka komandan angkatan udara yang selalu disegani dan di hormati oleh orang lain terutama anak buahnya kini tengah berubah layaknya anak kucing yang selalu minta perhatian oleh induknya. Masih duduk di meja pantry, Arka memanyunkan bibirnya sambil mengamati Wine yang tengah asik memasak.


Sekali lagi saja, Arka hanya ingin mendengar dengan jelas jika Wine mengiyakan ajakannya barusan, mengucapkannya sambil menatap matanya agar dirinya yakin jika tak salah dengar barusan, namun nyatanya meski sudah dibujuk berulang kali bahkan di iming-imingi hadiah traktir makan enak selama 1 bulan lebih, Wine masih kekeh enggan untuk mengucapkannya lagi, bahkan gadis itu mengelak dan mengatakan jika Arka salah dengar.


Arka berdecak sebal yang malah mendapat gelak tawa dari Wine. Dari pada menambah tingkat kekesalannya, Arka turun dari meja pantry dan mulai menata beberapa piring dan sendok di atas meja makan.


Tidak, dirinya bukan menyerah sekarang, Arka akan tetap bertanya hingga gadis itu mau untuk mengulanginya lagi.


Kalian tahu bukan Wine terkadang plin-plan dengan ucapannya sendiri. Hari ini bilang iya, besok mungkin akan berubah menjadi tidak. Arka ingin merekamnya kali ini dan memutar rekaman suara Wine jika gadis itu mengelak beberapa hari kedepan. namun belum juga sempat merekam, Wine bahkan sudah mengelak saat ini.


“Dek abang tanya loh, ko ngga dijawab sih?”


“Dek” ulang Arka.


“Adek ih”


tak menjawab, Arka hanya mendapati Wine yang kembali tertawa terbahak. Semakin tumbuh dewasa semakin pula meningkat kadar kecantikan gadis ini. Arka bahkan sadar jika dirinya kali ini tengah jatuh cinta lagi dan lagi pada sosok wanita pujaannya itu.


lesung pipi yang muncul saat tertawa, ingin sekali Arka menggigit pipi Wine saat gadis itu tengah tertawa lepas.


“Jangan ketawa, abang lagi kesel jadi malah jatuh cinta nih sama kamu”


Jika anak buahnya melihat sikapnya saat ini, Arka yakin dirinya akan menjadi bahan tertawaan satu bulan penuh. Biarlah, toh dirinya bersikap seperti ini hanya didepan Wine semata.


“Selesai. Ayo kita makan bang. Perut Wine laper banget ini”


Arka menatap takjub 3 hidangan yang tersaji di atas meja. Mulai dari opor ayam, tempe tepung hingga ayam kecap terlihat sangat menggiurkan, napsu makan Arka meningkat begitu saja.


Setelah berterimakasih karena diambilkan nasi lengkap dengan lauknya oleh Wine, Arka langsung melahapnya dengan mata berbinar. Takjub karena Wine yang biasanya minta traktiran makan di luar ternyata mempunyai skill masak yang luar biasa. Meski rasanya tak seenak masakan bunda, namun masakan Wine juga tak bisa dibilang biasa saja. Setiap kali menyuap makanan, bumbu yang ada di kuah opor ayam memanjakan lidahnya. Sangat enak.


“Abang kira kamu ga bisa masak loh dek”


Gadis itu tersenyum melihat seberapa lahapnya Arka makan. “Gimana enak bang?”


“Banget” jawab Arka semangat.


Setelah mendapatkan jawaban memuaskan dari Arka, Wine mulai menyuap makanan kedalam mulutnya dan langsung setuju dengan ucapan Arka tadi “ Doyan makan tapi ngga bisa masak bakal bikin dompet nangis di kota ini bang”

__ADS_1


Arka mengangguk setuju. Meski Arka yakin Komandannya dulu tak mungkin memberi uang saku dalam jumlah sedikit pada Wine, namun Arka sangat setuju memang lebih baik untuk masak sendiri ketimbang beli makanan dari luar “ Makin cinta abang setelah tahu kamu bisa masak dek”


“Oh.. jadi kalau Wine ngga bisa masak abang ngga cinta gitu?”


Tahu jika Wine hanya bercanda dengan ucapannya barusan, dengan santai Arka meminta menambah nasi lagi yang langsung diambilkan oleh Wine “ Tetep cinta lah, kalau ngga cinta ngapain juga abang ngejar-ngejar kamu. Lagi pula abang pasti nggak waras kalau ngga jatuh cinta sama perempuan secantik dan selucu kamu”


Wine meletakan piring berisi nasi didepan Arka sambil tertawa “Abang tuh belajar menggombal dari siapa setahun ini sih?”


“Dari Jaka. Abang dikasih buku kumpulan gombal buat ngegombali kamu lagi katanya, biar kamu balik lagi sama abang. Mana tulisannya jelek banget lagi dek”


Arka tak berbohong. Saat Jaka mengetahui perihal perjuangan dirinya untuk mendapatkan kembali Wine dari Alan, Jaka memberikan buku gombalan ciptaannya dan berharap bakal berguna untuk kembali memikat hati Wine. Ada-ada saja memang. Namun nyatanya berhasil juga.


Mata Wine membulat seketika. Gadis itu meletakan sendoknya kemudian menatap Arka balik “Jadi bang Jaka tahu hubungan kita bang?”


“Tahu. Kamu dengarkan tadi pas Anghi ngomong kalau abang sempat sakit dan dirawat setelah kita putus? Itu karena abang gila kerja demi ngelupain kamu sampai kadang lupa makan. Abang bisa cuman 1 kali makan dalam sehari, bahkan kadang abang lupa ngga makan apapun”


Ekspresi Wine yang sebelumnya terkejut berubah seketika, gadis itu menundukkan kepalanya dan tak lagi melanjutkan makannya. Arka yang menyadarinya tersenyum kemudian meraih tangan Wine untuk digenggam.


“Maaf ya bang” ucap Wine lirih.


“Dek lihat abang sebentar”


“Mau nikah sama abang?”


Tak akan menyianyiakan momen langka seperti ini, Arka kembali melemparkan pertanyaan yang sama. Wine yang mendengar pertanyaan itu lagi dan lagi hanya berdecak sebal sambil memanyunkan bibirnya.


“Kan Wine udah jawab tadi”


Arka melepaskan tangan Wine, kemudian mengambil ponselnya. Mengaktifkan aplikasi perekam suara dan diletakan didekat Wine.


“Kamu suka banget plin-plan, makanya abang butuh rekaman suara kamu”


Arka menekan tombol mulai dan detik perhitungan lamanya rekaman mulai berjalan.


“Wine Maudy Bagaskara, maukah adek menikah dengan abang?”


Cukup lama Wine terdiam sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Dijawab dek, ini rekaman suara bukan video yang bisa ngerekam kamu ngangguk”


Wine tertawa “Mas Arka Birgantara Mahendra. Wine bersedia menikah sama mas”


Tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Arka bersorak gembira hingga bangkit dari kursi dan melompat girang beberapa kali. Penantiannya selama ini menjadi kenyataan sudah. Arka menarik Wine agar ikut berdiri dan melompat bersamanya.


Jika tahu akan berakhir seperti ini, Arka bahkan rela meski harus mendapatkan perlakukan lebih buruk dari budhe ketimbang sebelumnya.


Setelah melompat bersama yang dihiasi dengan tawa, Arka merogoh kantong jasnya dan mengeluarkan kotak kecil dari sana. satu cincin dengan berlian berbentuk pesawat terbang terukir diatasnya.


“Udah ngga sebal sama angkatan udara kan? Abang mau kasih cincin ini soalnya”


Wine takjub melihatnya. Pasalnya selama ia hidup dan melihat berbagai bentuk berlian, baru kali ini bentuknya menyerupai pesawat terbang “Ini pesan dong bang? Berapa lama?”


“Pesan dong, bikin bentuk begini kan susah”


“Ini palsu ya bang?”


Arka menepuk jidatnya sendiri. Tidak tahu saja Wine perjuangan untuk memesan bentuk seperti ini pada sahabatnya. “Asli dek. Ya kali abang ngasih kamu barang palsu”


“Berapa duit bang? Ini pasti abang belinya utuh kan? Terus minta dibentuk?”


Arka menghela napasnya “ Ini kenapa jadi ngomongin berlian sih dek? Mau abang pasangin cincin ini di jari kamu jadi ngga romantis ini”


Wine tertawa. Ya, Arka tak boleh lupa jika dia akan menikahi Wine yang memiliki sifat sangat ajaib.


dan akhirnya tamat juga cerita ini.


terimakasih banyak yang bersedia untuk baca cerita ini sampai tamat.


permasalahan di cerita ini sudah selesai, jadi ceritanya juga tamat sampai disini saja ya..


kalau ditanya ada squelnya nanti atau ngga? belum kepikiran, tapi yang jelas akan ada cerita baru lagi yang akan di up di lapak ini.


sekali lagi terimakasih banyak sudah mau menemani cerita ini 1 ½ bulan. ini cerita ku yang paling cepet selama ini.


semoga tahun baru ini kita semua akan mendapatkan hal yang belum di capai tahun sebelumnya.

__ADS_1


Bekasi


1 Januari 2022


__ADS_2