Salto Dunia Wine

Salto Dunia Wine
SDW 3 : Arsya dan Aaras


__ADS_3

Wine pikir keputusan untuk memiliki anak meski sedang berada di waktu sibuk-sibuknya kuliah 3 tahun lalu adalah hal yang salah, nyatanya tidak sama sekali karena kehadiran sikembar di dunia Wine seakan menciptakan taman penuh bungan yang sangat Indah meski kadang petir menyambar karena tingkah kelewat aktif keduanya.


Arsya dan Aaras tak terlahir semudah anak tetangga. Keduanya keluar setelah Wine nyaris pinsan karena keterlambatan penanganan karena posisi Wine yang saat itu tengah berada di kampus, syukur saja Arka langsung datang dan membawa Wine ke rumah sakit militer yang jaraknya cukup dekat dengan kampus. Dokter yang menangani Arsya dan Aaras menyarankan untuk memberi vitamin otak untuk kedua bayi kecil itu hingga batas waktu yang di sarankan oleh dokter.


Syukurlah kedua anak itu tumbuh sehat dan keaktifan Aaras yang luar biasanya membuat Wine selalu ingat dengan Tuhan karena beristighfar setiap hari. Kata orang, Arsya mirip dengan Arka karena sikap bocah itu yang sangat tenang dan dewasa, sedangkan Aaras mirip dengannya karena sikapnya yang terlampau aktif yang kadang berubah dagelan dan membuat semua orang tertawa.


Seperti sekarang, Wine sudah kehabisan akal untuk membuat bocah itu duduk tenang. Aaras kini malah berjoget ria di tengah-tengah para ibu-ibu yang tengah berdiri sambil bergantian mencukur rambut bayi perempuan Anya yang lahir 1 minggu lalu.


Kebayangkan sedagelan apa? Ibu-ibu shalawatan dan berdoa sambil mencukur rambut bayi, sedangkan anaknya tengah berjoget ria khas tarian para tentara yang mendengar lagu koplo.


"Anak lo Win. Parah emang ya. Ini lagi khitmat tapi gue pengin ketawa liat anak lo" bisik Ocha yang duduk sambil memangku Arsya.


"Malu banget gue sama ibu-ibu komplek ini"


"Tenang, ibu-ibu sini udah tahu anak lo kaya apa. Paling keluarga suami Anya yang syok liat anak lo"


Benar. Keluar suami Anya yang duduk tidak jauh dari tempat Aaras berjoget hanya bisa menggelengkan kepala dan berbisik satu sama lain. Elen yakin mereka pasti berbisik 'anak dagelan siapa itu?'


Kalian pasti berpikir kenapa Wine tidak menarik anaknya untuk duduk tenang. Percayalah Wine sudah melakukan hal itu hingga 5 kali, tapi Aaras selalu saja lolos dan berakhir dengan ibu Anya yang menyuruh Wine untuk duduk tenang saja dan Membiarkan Aaras berjoget ria disana.


"Makanya suaminya di kekepin dari pagi Win. Jadi ngga ngabur kaya tadi" bisik Ocha lagi yang diakhiri dengan wanita itu yang cekikikan sendiri.


"Jangan lupa tunangan lo juga ngabur bareng laki gue tadi. Kalau setengahnya punya Negara mah susah"


"Setidaknya gue baru tunangan dan nggak punya anak"


"Asem lo"


Jika saja mereka tidak sedang berada di acara akikah putri kedua Anya dari pernikahan kedua wanita itu, yang kini berubah menjadi ajang pentas Aaras, Wine pasti sudah menyumpal mulut Ocha yang kini cekikikan menertawainya.


Saat giliran Wine yang memotong rambut, dirinya hanya bisa tersenyum penuh permintaan maaf pada Anya yang kini menatapnya kesal. Sepertinya Arka harus beli kado super mahal lagi untuk menebus tingkah dagelan putranya itu.


"Setelah acara, gue perlu ngomong sama lo" bisik Anya.


Wine hanya bisa mengangguk pasrah. Untung saldo atm Arka memiliki 3 digit angka.


***


Acara aqikah yang hanya 50% khidmat itu berakhir 10 menit yang lalu. Beberapa ibu-ibu sudah Kembali ke rumahnya masing-masing dan hanya menyisakan keluarga besar pemilik rumah serta Ocha dan Wine yang kini tengah duduk berlutut didepan Anya.

__ADS_1


Mata Wine melirik sekilas kearah kedua anak kembarnya yang kini tengah asik minum teh sambil sesekali kagum melihat bayi yang baru saja diberi nama Arun Alaska Hendrawan.


"Mau kado apa? Nanti gue beliin buat nebus acara lo hari ini"


"Harus lah. Nanti gue mikir dulu. Harus yang mahal pokoknya"


"Oke. Berarti kelas ya masalah ini"


Anya menggeleng " Enak aja. Belum lah. Acara yang gue susun 1 minggu lebih, yang gue pikir bakal khidmat dan penuh bahagia, gagal karena anak lo"


Elen balik menggeleng. Jelas ini hanya akal-akalan Anya karena sejak dulu tahu jika Arka memiliki uang tak berseri. " Lah kan emang bahagia. Buktinya ibu-ibu pada ketawa kan? Bahagia dong berarti"


"Ketawa karena liat anak lo joget" Ocha ikut angkat bicara. Wanita yang sangat senang dengan anak-anak ini mengambil alih Arun dari tangan Anya. Takut jika sifat matre Anya akan turun kepada Arun.


"Nanti gue suruh mas Arka buat beli kado juga. Bukan cuman buat Arun, tapi juga buat Arum"


Mata Anya berbinar seketika, wanita itu kini beralih menatap Arum — anak dari pernikahan pertamanya dulu.


"Arum mau kado apa dari om Arka? Minta yang mahal ya Cici"


Mata besar yang kini dipanggil dengan sebutan Cici itu menatap langit-langit seakan tengah berpikir lalu beralih menatap Wine " Arum nggak mau apa-apa"


"Oke deal" Wine langsung menjabat tangan Anya yang kini menghela napas sebal.


Dibalik Wine dan Anya yang berantem masalah kado. Aaras yang sejak tadi aktif kini tiba-tiba diam. Bocah laki-laki yang kegantenganya mewarisi dari wajah Arka terus saja menatap wajah Arun dengan dahi yang berkerut. Seakan ada yang salah dengan wajah bayi mungil di pangkuan Ocha sekarang.


Ocha ikut mengerutkan dahinya bingung "Kenapa bang? Ada yang salah sama muka Arun ya?"


"Ocha"


"Aunty" keoreksi Ocha. tak seperti Arsya ataupun Arum, Aaras lebih sering memanggil Ocha dan Anya dengan menyebut namanya langsung.


tipikal Wine yang minim sopan santun.


Aaras mengangguk " Aunty, kok idung Arun nggak tinggi kaya idung Aaras? Kan dulu di foto ada hidungnya. Ko sekarang nggak?"


Ocha tertawa terbahak-bahak saat adu mulut dua sahabatnya tiba-tiba berhenti setelah mendengar sederet ucapan polos Aaras barusan.


"Oke dua kado mahal pilihan lo" ucap Wine akhirnya.

__ADS_1


Wine mengelus puncak kepala Aaras lembut "Abang coba deh liat wajahnya tante Anya. Mirip nggak?"


Aaras mengangguk "Mirip sedikit"


"Nah hidungnya mirip juga kan sama tante Anya?"


"Iya, ah—" Aaras mengangguk tiba-tiba "Jadi dulu waktu di foto aunty Anya juga ada hidungnya ya bun? Tapi sekarang udah tinggal dikit"


Baik Wine dan Ocha tertawa terbahak-bahak hingga membuat Arun yang tidur di pangkuan Ocha terbangun. Aaras yang melihatnya bersorak gembira diikuti dengan Arsya dan Arum yang tersenyum lebar.


Sepanjang acara Arun memang tertidur lelap dan baru membuka matanya kali ini dan itu jelas membuat Aaras yang sudah amat senang sejak semalam karena ingin bertemu adik baru tertawa senang, terus mencolek pipi gembul Ayun tak peduli meski bayi perempuan yang ada di gendongan Ocha mulai menangis.


"Aaras mau punya dede bayi kaya Arun nggak? Yang bisa dibawa pulang ke rumah"


Mendengar itu, Wine langsung mencubit paha Ocha kencang "Jangan aneh-aneh lo ya!"


"Aaras mau. emang Arun boleh aku bawa pulang?"


"Nggak boleh" Anya mengambil Arun dari tangan Ocha." Arunkan punya tante. kalau Aaras mau, minta sama ibun. Oh jangan ibun, bilang sama ayah langsung ya"


kali ini Wine mencubit Anya. Masalahnya tanpa diminta pun, saat mendengar Anya hamil anak perempuan, Arka terus saja membujuknya hingga sekarang.


"Ngomong-ngomong tante penasaran, Arum nanti kalau sudah besar mau jadi apa?" Wine berusaha untuk mengubah topik pembicaraan.


Gadis kecil yang sejak tadi diam, kini berpindah duduk mendekat ke Wine " Arum mau jadi artis tante"


"Wih keren. anak tante yang cantik gini mah pasti bakal jadi artis" Arum tertawa saat Wine mengapit pipi Arum dengan kedua tangannya.


"Kalu Arsya besok mau jadi apa?" 


Wine mengamati wajah putranya saat pertanyaan itu terlontar dari Anya. 5 bulan yang lalu Wine pernah menanyakan ini pada Arsya, dan jawaban anak laki-laki itu tak berubah sama sekali hingga sekarang. Jawaban yang membuat Wine kocar-kacir tak jelas.


"Arsya mau jadi kaya Ayah."


Dan jawabanya masih juga sama. sepertinya Wine perlu menggali minat lain Arsya mulai sekarang.


"Kalau Aaras mau jadi apa?" kali ini Ocha yang bertanya.


mata Aaras yang sebelumya sudah berbinar karena melihat Arun bangun, kini semakin berbinar. berbanding terbalik dengan Wine yang memasang wajah penuh kehawatiran mendengarkan jawaban Aaras.

__ADS_1


"Aku mau bawa gitar. nyanyi diatas panggung sambil joget"


***


__ADS_2