
...Klik BINTANG dulu yuk......
...Yeyy ketemu lagi sama Wine....
...Buka lapak dulu ah disini.....
...Dan bagi yang mungkin baru baca cerita ini, alangkah lebih baik kalau kalian liat cerita Dunia Wine dulu ya. Biar nyambung. Selamat membaca....
...***...
"Besok saya tidak datang ke rumah sakit Sus. Ada dokter Jani besok"
"Baik. Jadwal rawat jalan Kinan sekitar jam 9 pagi, saya sudah bicara dan izin dengan prof. Hanan, lusa saya akan datang lebih awal"
"Baik. Terimakasih sus. Kabarin saya jika ada hal yang mendesak ya"
Wine melirik jam yang ada di pergelangan tangannya setelah memutus sambungan dengan kepala suster di rumah sakit tempat dirinya bekerja. 02.00 dini hari. Wine yakin kedua putra kecilnya dan satu putra super besar nya pasti sudah terlelap.
Hari ini banyak sekali pasien di bangsal anak ditambah satu operasi mendadak sebagai asisten operasi prof. Hanan. Dan Wine baru bisa pulang 8 jam kemudian setelah prof. Hanan bergantian menjaga pasien yang syukurlah sudah sadar.
Keluar dari mobil, Wine langsung disambut oleh mbak Laksmi yang sepertinya terbangun karena suara mobilnya.
Wanita berusia kisaran 25 tahunan itu mengambil alih tas Wine "Ibu mau makan bu? Biar saya hangatkan lauknya"
"Nggak usah mbak. Kalau laper nanti saya hangatkan sendiri. Mbak istirahat saja, pasti capek banget jaga si kembar seharian ini"
Wine sadar sesadar-sadarnya pola tingkah kedua putranya itu. Jika Arsya mungkin tak akan terlalu melelahkan mengingat setenang dan senurut apa bocah 3 tahun itu, tapi jika Aaras kebalikannya. Wine dan Arka, meski 2 orangpun terkadang kewalahan menjaga anak itu.
"Si kembar sudah tidur mbak?" Wine melepas sepatunya dan meletakannya di rak, bersebelahan dengan sepatu kerja Arka dan sepatu mungil kedua pangerannya. Kadang Wine suka tersenyum sendiri saat melihat rak sepatu, karena dengan itu Wine kembali sadar jika dirinya dan Arka sudah menikah, mereka bahkan dikaruniai anak kembar yang super super ingin menyajikan syurga kepada kedua orang tanya.
"Sudah bu. Tidur di kamar sendiri"
"Kalau bapak?"
Wine masuk kedalam rumah di ikuti oleh mbak Laksmi yang mengunci pintu.
"Bapak tadi tidur di kamar kembar bu, terus keluar. Tapi saya ngga tahu sekarang di kamar atau di ruang kerja"
Wine mengangguk " Ya udah mbak, nanti saya cari. Mbak istirahat aja dulu"
"Baik bu, perimisi"
Sepeninggalan Laksmi, Wine langsung naik ke lantai 2 dimana kamar kembar berada. Setelah menikah dengan Arka, pria itu terus mengajaknya ke tempat-tempat tinggi hingga membuat rasa takut Wine akan ketinggian sedikit berkurang. Buktinya dirinya mampu menaiki tangga menuju lantai dua dengan mata terbuka lebar.
Ruangan dengan poster gitar yang lumayan besar menjadi tujuan Wine. Siapa lagi yang minta memasang poster itu jika bukan Aaras yang berhasil diracuni otaknya oleh Kais.
Ya, Kais adik Arka yang kini menjadi tunangan sahabatnya yang seperti mayat hidup. kalian pasti tahulah siapa yang Wine maksud.
Perlahan tapi pasti, Wine membuka pintu kamar yang langsung membuatnya tersenyum saat melihat kedua putranya tertidur pulas.
__ADS_1
Arsya tidur dengan posisi lurus sedangkan Aaras sudah berada di posisi horizontal di atas Arsya. Kaki mungil itu menindih dada Arsya.
Bangun? Oh tidak. Tenang. Saat tidur Arsya persis dengan Arka yang tidak akan terusik sama sekali meski ada yang mengganggunya.
Setelah mencuci tangan, Wine mencium kedua putranya tak lupa membenarkan posisi tidur Aaras. Ya meski dibenarkan, 5 menit kemudian posisi Aaras akan berubah kembali.
"Anak gantengnya ibun. Maaf ya nggak ketemu ibun seharian ini. Ibun sayang banget sama kalian"Wine mencium kening kedua putranya bergantian.
"Belum mandi kok udah cium-cium aja sih dek. Kan kamu dari rumah sakit"
Kepala Wine menoleh saat suara terdengar dari arah belakang tubuhnya. Disana, Arka—anak laki-laki super besaranya tengah berdiri diambang pintu. Pria itu mengenakan kaos putih dengan celana pendek selutut. Gaya pakaian rumahan yang menurut Wine menambah kadar ketampanan suaminya.
"Cielah ngomong aja mau di cium istrinya juga" Wine berjalan mendekati Arka, baru ingin memeluk dan mencium suaminya itu, Arka malah mundur 3 langkah.
"Mandi dulu dek." perintahnya lagi.
"Aku udah mandi di rumah sakit tadi mas"
"Ya setidaknya ganti baju yang bersih dulu dan—"
"Oke." potong Wine dan langsung melesat ke kamarnya.
Setiap kali dirinya dari luar,Arka selalu mengiatkannya untuk mandi terlebih dahulu sebelum menyentuh anak-anak. Dan Wine yang jelas tahu alasannya menurut hanya dalam satu kali perintah. Lebih baik menurut jika tidak ingin suaminya khotbah di malam hari.
Selesai ganti baju yang jelas didahului mandi ulang, Wine keluar dari kamar dan berjalan menuju kamar si kembar. Arka tidak ada di sana. Menutup pintu pelan, Wine langsung menuju ruang kerja Arka yang berada tepat di samping kamar anak-anak.
Di Sana, Arka tertidur di atas sofa bed dengan satu buku yang menutupi wajah pria itu. Tak ingin menganggu, Wine mengambil buku itu pelan lalu ikut berbaring disamping suaminya. Memeluk Arka yang kini merubah posisinya menghadap Wine dan balik menarik istrinya kedalam pelukannya. Oke, Arka masih terjaga.
"Iya lah. Kalau nggak mandi lagi, nanti ada yang nggak mau di peluk sama istrinya"
Arka tersenyum. Sepertinya dirinya tak seburuk itu hingga tak mau disentuh Wine jika istrinya belum mandi. Namun namanya juga Wine, kalimatnya suka dilebih-lebihkan.
Wine mendongak, menatap Arka yang kini membuka matanya dan balik menatapnya dalam diam "Mas"
"Hmm?"
"Besok kamu cuti kan? Ada acara aqiqah anak Anya"
Arka menatap kearah langit-langit seolah tengah merangkai kata sebaik mungkin di kepalanya. Wine yang sudah mewanti-wanti agar Arka mengambil cuti dibuat was-was sekarang. Siap-siap saja pada cubitan maut jika Arka lupa tidak mengambil cuti besok.
"Mas! Tak cubit kalau kamu lupa!"
"Lah kok kaya Anya suka nyubit-nyubit"
"Lah kok mas tahu Anya suka nyubit orang. Mas pernah di cubit?"
"Nggak. Mas liat kamu di cubit waktu di tilang sama polisi zaman kamu SMA dulu"
"Oh. Kalau Anya nyubit mas. Mas bil... Tunggu. Ini kenapa jadi ngomongin Anya sih? Kan aku nanya mas cuti atau nggak?!"
__ADS_1
Kadang saat bicara dengan Arka, Wine seringkali lupa dengan arah tujuan awal pembicaraan mereka. Dirinya selalu terbawa arus oleh ucapan suaminya itu.
Tak kuat melihat ekspresi kesal istrinya. Arka mencium dahi Wine "Udah izin dek. Ya walau agak susah dan berdebat dengan pikiran sendiri"
"Maksudnya?"
"Ditanya itu kan bukan acara keluarga. Kenapa harus izin?" jawab Arka mengikuti nada suara mbak Dina.
"Mas jawab apa?"
"Ya memang bukan acara keluarga. Tapi bisa jadi masalah keluarga"
Wine tertawa lalu kembali memeluk suaminya erat. Tentu saja bisa jadi masalah keluarga jika Arka tak mengambil cuti. Wine pasti akan cemberut satu hari penuh. Karena bagaimanapun Anya adalah sahabat rasa keluarga.
"Mas"
"Hmm?"
"Ganteng banget sih, suaminya siapa ini?"
"Ngga usah godain orang"
"Eh orang ya? Aku kira yang lagi di peluk ini boneka jelmaan artis korea loh mas"
Arka menjitak kepala Wine. Setelah menikah, tingkat ajaib Wine naik dua kali lipat jika sedang bersamanya.
"Mas cuman dapat izin ½ hari doang tapi dek. Karena udah ada janji sama reporter televisi yang mau meliput kegiatan peresmian pesawat baru"
"Lah bukannya jadwalnya harusnya lusa?"
"Peresmiannya memang lusa, cuman wawancaranya besok. Jadi wawancaranya di tayangin dihari yang sama dengan peresmian. Nggak apa-apa kan?"
"Ya udah, mau gimana lagi"
"Beuhh kalau begini cantik bener udah istri abang ini"
"Jangan godain orang" balas Wine mengulangi ucapan Arka tadi.
"Eh emang ini orang ya? Abang kira yang lagi abang peluk bidadari"
Wine tertawa begitu pula dengan Arka. Jika ada Anya dan Ocha disini mereka pasti sudah pergi dengan pura-pura ingin muntah.
Ibu pernah bilang begini pada Wine dan mbak Alin dulu.
salah satu faktor langgengnya rumah tangga itu saling menghormati dan pengertian. Terutama di pekerjaan. Saat masih pacaran kalian sama-sama kerja dan itu nggak mempengaruhi hubungan kalian, baik-baik aja. Jadi semisal udah nikah kalian juga harus saling menghargai pekerjaan masing-masing. Kurang lebih begitulah pesan ibu dulu.
***
Jangan lupa vote dan komentarnya ya..
__ADS_1
Ramaikan dengan komentar kalian juga ya..