
Setelah dijalani, nyatanya 5 hari tak selama yang Wine pikirkan sebelumnya. Drinya bahkan cenderung lupa karena terlalu fokus terhadap ujian. Jika Arka yang tidak menghubunginya terlebih dahulu, maka sehari penuh mereka tak akan saling mengirimkan kabar. Wine fokus dengan ujian dan Arka fokus terhadap kerjaannya.
Seperti hari kemarin mungkin. Wine mempersiapkan sebaik mungkin ujian matematika yang yang akan dilaksanakan dihari terakhir. Ponselnya dimatikan seharian penuh dan beralih mendengarkan ocehan Ocha yang menjadi guru dadakan seharian penuh juga.
Tepat hari ini, saat ujiannya berakhir. Wine langsung merogoh ponselnya dari dalam tas dan mengaktifkannya kembali. Ketika semua siswa bersorak gembira karena hari-hari penuh kepenatan dan serangan jantung berakhir, Wine malah asik masih duduk dan menggulir keatas layar ponselnya.
Saat ponselnya kembali aktif. Beberapa pesan mulai dari mbak Alin, mas Akhtar, Bang Jaka, ibu, baba dan ayah masuk kedalam ponselnya. Wine tak peduli, hanya satu nama yang Wine cari sekarang. Arka, tentu, nama pria itu yang Wine cari.
Hanya satu pesan.
Wine mengerjapkan matanya berulang kali, setelah hampir 2 hari ponselnya tak aktif, Wine hanya menemukan satu pesan yang Arka kirim padanya. Bahkan pesan dari mbak Alin jauh lebih banyak ketimbang dari pria yang berstatus pacarnya ini.
Arka:
semangat ujiannya ya dek. Abang telfon nanti.
Tidak ada acara tersenyum dan tersipu malu karena dipanggil adek. Wine menggerutu sendiri yang membuat Anya dan Ocha saling bertukar pandang mengamati keanehan sahabatnya ini.
Tak peduli dengan ekspresi Anya yang seolah bertanya kenapa. Wine kini membuka pesan dari mbak Alin.
Mbak Alin: Dek.
Mbak Alin:Dek Mau makan enak ngga?.
Mbak Alin:Ciel lah yang lagi ujian serius bener, sampai susah amat di chat sama di telfon.
Mbak Alin: sipp Deh semangat ujiannya ya dek. biar nanti kalau jadi istri calon komandan ngga malu-maluin.
Wine menggelengkan kepalanya. Sejak mbak Alin tahu hubungan dirinya dan bang Arka. Mbak Alin tak henti-hentinya menggoda jika kelak Wine akan menjadi ibu komandan. Anti sama angkatan udara, tapi akhirnya jadi istrinya angkatan udara.
Mbak Alin: Dek, udah tahu belum? kalau udah selesai ujian balas ya.
Wine mengerutkan dahinya bingung. Pesan ini baru dikirim kurang lebih 1 jam yang lalu. Maka dari itu tanpa berpikir ulang lagi dan membuat dirinya penasaran, Wine mengetik balasan segera.
^^^Wine : baru kelar ujian mba.^^^
^^^alhamdulillah kelar juga.^^^
^^^tahu apa mbak?^^^
^^^kalau cuman mau bilang mas Akthar ganteng. bang Arka jauh lebih ganteng.^^^
__ADS_1
Wine tersenyum sendiri menjawabnya. Kadang jiwa usil mbak Alin muncul dan mengiriminya pesan panjang lebar yang membuat penasaran, namun ujungnya hanya akan membalas dengan ‘pacar mbak. Ganteng banget’.
Bucin gila itu orang.
Hanya butuh sekitar 2 menit, satu pesan dari mbak Alin kembali masuk.
Mbak Alin: mbak liat mantan pacarnya pak Arka hari ini.
^^^Wine : terus hubungannya sama gue apa mba?^^^
Mbak Alin: ya ngga ada sih. cuman mbak sempet foto juga. pak Arka lagi ngobrol sama mantannya.
Berniat awal untuk tidak terpancing dan mengabaikan. Wine kini malah menarik kursi dan duduk kemudian kembali mengirim pesan ke mbak Alin.
^^^Wine: di Solo mbak?^^^
Mbak Alin:nggak, kafe deket skadron.
Wine mengerutkan dahinya. Arka ada di Solo dan harusnya baru kembali hari ini. tidak mungkin jika pria itu ada disini sekarang.
^^^Wine: ngga lucu deh mbak. Pala Wine udah pusing ngerjain MTK. jadi jangan ditambahin puyeng ya mbak ku yang cantik jelita.^^^
Mbak Alin: loh loh, kamu ngga tahu dek?. pak Arka udah balik sejak semalam. kerjaannya udah selesai disana.
^^^***Wine: Bang. Wine udah selesai ujiannya. abang lagi dimana sekarang***?.^^^
Wine mulai berhitung dalam hati. Ocha dan Anya yang mengajaknya kekantin sama sekali tak dipedulikan oleh Wine, hingga dirinya ditinggal sendirian di kelas sekarang.
Sudah hitungan ke lima. Arka masih juga tak membalasnya. Emosi Wine sudah sampai ke ubun-ubun seolah siap untuk menerkam siapa saja yang mengajak bicara dirinya sekarang. Tepat dihitungan ke 9, satu pesan dari Arka masuk ke ponselnya.
masih beruntung pria satu ini.
Arka: alhamdulillah, gimana lancar ngga ujiannya?.
Wine mendengus sebal. Bukan menjawab pertanyaannya Arka malah kembali mengajukan pertanyaan lain. Trik jitu menghindar yang amat halus.
Lancar juga ketemu mantannya bang?.
^^^Wine: alhamdulillah lancar. Tinggal tunggu hasilnya aja. ngomong-ngomong abang lagi dimana? Jadi balik dari Solo kan hari ini?.^^^
Arka: jadi. ini abang masih di Solo.
__ADS_1
mungkin nanti malam baru jalan. besok ketemuan sebentar sebelum ke sekolah bisa?.
Ogah. Wine menggelengkan kepalanya. Untuk apa bertemu jika Arka bahkan berbohong dengannya sekarang. Tangan Wine mengepal membaca kembali sederet kalimat yang Arka kirim barusan. Di Solo? Pembohongan yang besar hanya untuk tidak ketahuan ketemu sama mantan?. Wine tak habis pikir.
Tak berniat untuk membalas, Wine kini mengambil tas ranselnya dan berjalan keluar dari kelas. Tujuannya jelas ke kantin, ketempat dimana dua orang manusia itu yang kini tengah duduk sambil menikmati es campur. Tak perlu mendekat, Wine berteriak kencang memanggil kedua temannya yang membuat semua anak dikantin menoleh seketika.
“ Cha. Nyet. Mau makan enak gratis? Go!!!”
Wine mengerutkan dahinya. Tak ada pergerakan sama sekali dari kedua temannya itu. Mereka hanya saling berbisik dan sesekali menutup wajah mereka. Wine tahu dirinya tengah berada di kantin dan berteriak layaknya orang gila. Namun siapa peduli, suasana hatinya sedang buruk sekarang.
“ Yak! Ocha! Anya!” teriaknya lagi.
Ocha dan Anya langsung bangkit dari kursi lalu mendekat kearahnya. Dan dua pukulan berturut-turut dibagian belakang kepala Wine dapat dari Ocha dan Anya.
“Pikiran hutan kali ya lo teriak-teriak” omel Ocha.
“ Mau makan gratis ngga?”
Anya membenarkan posisi tas ransel dipunggungnya “ Gue sikat pake sikatan badak kalau ujung-ujungnya cuman makan cimol pinggir kuburan”
“ Tenang. Kali ini makanan enak beneran. Suasana hari gue lagi ngga bagus. Jadi pengin makan yang pedes” Wine mulai berjalan dengan Ocha dan Anya yang juga berjalan disampingnya.
“Kenapa lo? Ngga dapet pesan dari abang Arka?”
Ocha memang super peka untuk hal mengenai hati.
“ Makan ayam pedas kali enak ya” elak Wine.
Ocha tertawa “ Wah beneran ngga dapet chat ini mah. Ada yang ditinggal padahal baru belum juga 1 bulan pacaran.”
“Gue bilang apa. Bang Arka itu udah mateng. Ya nyarinya yang bisa diajak serius lah. Ngga yang cabe-cabean macam nih bocah” Anya ikut tertawa.
Wine melirik sinis kedua temannya bergantian. Salah emang jika berharap dengan mengajak kedua temannya makan enak bisa mengurangi rasa sebalnya karena Arka. Alih-alih hilang Wine malah nambah emosi karena Ocha dan Anya yang kini tertawa laknat.
“ Ngga usah bahas tuh orang bisa kan ya? engap gue dengernya.”
“ Yakin engap? Kalau liat orangnya langsung masih engap juga?” Anya menunjuk kearah gerbang.
Wine mengikuti arah yang Anya tunjuk. Dan sungguh terkejut saat matanya menangkap sosok Arka tengah berdiri sambil mengobrol asik dengan pak satpam disebelah sana. Bahkan pria itu sesekali tersenyum pada para siswi yang mendekatinya hanya untuk berkenalan.
Bekasi
__ADS_1
9 Desember 2021