
"hey mass." sapa dinda dengan nada ketus. matanya menatap tajam agam suaminya.
tiba tiba wanita bersama nya tadi datang dan merangkul lengan suaminya dengan manja.
"baby, kita ke tempat lain saja yahhh.. aku gak suka baju baju di sini." keluh wanita itu dengan nada suara di buat lembut. ia belum menyadari dinda di sana.
"kok diam sih baby." melihat agam tidak melihat ke arahnya dan melihat ke arah lain. wanita itu mengikuti tatapan agam pada seorang gadis cantik berdiri di depan suaminya. "dia siapa baby." tanyanya.
"di diaa___"
"aku bukan siapa siapa nonaa kau tenang sajaa..." potong dinda. "maaf mengganggu kalian, aku permisi tuan dan nona semoga hubungan kalian langgeng sampai ke jenjang pernikahann." ucapnya penuh penekanan.
"thank you gadis maniss.. kami memang sedang berencana menikah." ucap wanita itu.
"taniaa..!!" tegur agam kesal. rasanya muka sudah hilang di depan dinda. mata indah dinda mulai berlinang linang. hatinya hancur berkeping keping, ia tidak menyangka agam memiliki kekasih.
__ADS_1
jujur saja ia sudah memiliki perasaan dengan suaminya. beberapa hari ini, ia berpikir akan memberikan mahkotanya. ia ingin menjadi istri sempurna untuk suaminya. namun hari ini dinda mendapatkan fakta baru suaminya memiliki kekasih dan berencana akan menikah.
dinda menatap agam penuh kebencian. ia sudah di bohongi selama ini oleh suaminya. apa maksud dengan sikap manis dan perhatian padanya. ini sungguh menghancurkan hatinya.
"dinda... semua tak seperti yang kau pikirkan." agam mencoba menjelaskan.
namun perkataannya terhenti saat dinda tersenyum sinis padanya.
"Jangan buat aku terlalu berharap jika kamu tidak menginginkanku." ucap dinda lalu beranjak pergi ia sudah tidak tahan berlama lama di tempat itu.
"kamu mau kemana dinn...?" tanya natasya sambil meletakkan nampang di atas meja.
"a aku mau balik." jawab dinda dengan bibir bergetar. ia pun berlari pergi meninggalkan natasya.
"heyy dinnn... kok balik es krim nya gimana." teriak natasya. "teu aya nanaon, dinda. Kuring mesen na éta datang deui, bener bangor." gerutu natasya mengunakan bahasa leluhurnya. (ada ada aja tuh dinda. udah di pesanin malah balik, ngeselin banget).
__ADS_1
.........
mobil dinda berhenti di rumahnya dulu bersama mendiang ayahnya. dinda turun dari mobil dengan mata sembab dan bengkak. di perjalanan ia terus menangis, hatinya begitu sakit. dinda memilih pulang ke rumahnya ketimbang balik ke rumah mertuanya ia gak mau bertemu suaminya dulu.
dinda mengambil kunci rumah yang selalu di bawanya. rumahnya kosong tapi seminggu sekali art nya dulu akan datang membersihkan rumahnya. tabungan dari almh ayah nya sangat banyak dan masih bisa mengaji art.
setelah masuk kedalam rumah dinda kembali menangis. ia menyandarkan punggungnya merosot duduk. baru kali ini dirinya mengalami hati sesakit ini. air matanya terus saja membasahi pipinya.
"ahhhht.... laki laki brengsek." teriak dinda penuh amarah melempar tas nya ke sembarang arah.. ia mengusap wajahnya dengan kasar dan menutup wajah dengan kedua tangannya dan kembali menangiss.
setelah merasa tenang dinda beeranjak menuju kamarnya di lantai dua. dinda langsung merebahkan tubuhnya di kasur yang sudah berbulan bulan di tinggalkannya.
kebanyakan menangis, membuat matanya perih dan berat. rasa kantuk di rasakannya, membuat nya terlelap dalam tidurnya
...bersambung...
__ADS_1