
...JANGAN LUPA LIKE AND KOMENT...
...🏵🏵🏵🏵🏵...
...💮💮💮...
🌸Happy reading🌸
Dinda terdiam lama sambil menunddukkan kepalanya, raut wajahnya berubah pias. Sementara Agam menunggu jawaban Dinda. Agam terlihat sangat gelisah, ia takut Dinda menolak lamarannya.
"sayang." panggilnya pelan.
Dinda mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Agam. tiba tiba Dinda memeluk Agam dengan erat dan kemudian menangiss.
Agam kaget, Dinda menangiss. perasaannya mulai tidak karuan, tangannya perlahan mengelus kepala dan punggung Dinda dengan lembut.
"sayang.." panggilnya lagi dengan suara pelan.
"massss....!! aku mauu mass aku mauu." Dinda bukan menangis karna akan menolak namun Dinda hanya terharu. Dinda tidak menyangka Agam bisa seromantis ini. Dinda memang menunggu hal ini, Agam melamarnya seperti drama drama korea yang sering dia tonton.
Agam melongo, dan syok mendengar jawaban Dinda.. "benarkahhh...??" Agam memegang bahu Dinda dan menatap matanya yang sembab.
Dinda tersenyum namun masih terdengar suara isak isakannya. "ia mass..."
Agam langsung tersenyum bahagia, dan kemudian memeluk erat tubuh Dinda.
...........
Ke esokkan paginya.
__ADS_1
Dinda bersiap siap kekantor dengan wajah berseri seri, ia terlihat sangat semangat dan bahagia. Ia teringat kejadian semalam Agam melamarnya. Dinda sesekali memandangi Cincin berlian merah melingkar di jari manisnya.
Setelah selesai, Dinda memakai tas dan sepatunya. ia kemudian keluar kamar, saat melewati kamar Alysia, Dinda menghentikan langkahnya.
pintu kamar terbuka memperlihatkan Alysia sedang memasukkan baju bajunya ke dalam koper.
"caa... lo mau kemana??" tanya Dinda, berdiri depan pintu.
Alysia yang sibuk mengemasi barang barangnya dan tidak menyadari kedatangan Dinda pun kaget.
"Dinda..." pekik Alysia. "kebiasaan deh, ngagetin." gerutunya sambil mengelus dadanya.
Dinda menghampiri Alysia dan duduk di sisi tempat tidur.
"ngapain baju baju kamu di masukkan ke dalam koper.??" tanya lagi Dinda, tidak menanggapi sahabatnya sedang kesal.
"aku sudah dapat Apartemen Din... nanti malam akan pindah." jawab Alysia.
"what....! pindahh??" pekik Dinda.. "loh kok pindah sih Ca, tinggal di sini saja bareng aku... aku kesepian dong kalau kamu pindah." keluhnya, wajah Dinda terlihat sedih.
Alysia tersenyum tipis dan kemudian duduk di sebelah Dinda dan merangkul pundaknnya.
"maaf yahh, aku udah mau bilang ke kamu tapi kamunya sibuk mulu. kemarin aku dapat Apartemen dekat dari toko yang udah aku sewa" jawabnya.
"toko??"
"ia toko, aku mutusin buka toko kue.. biar ada pemasukann gitu Din... kan aku gak bisa kerja di luar, gak ada jagain Alya. kalau aku punya usaha, aku bisa jagain alya dan juga jagain toko." jelas Alysia. "dan apartemen yang aku beli dekat dari toko kue yang aku sewa." sambungnya kemudian.
Dinda mengerucutkan bibirnya dengn mata berkaca kaca. "jangan nangis gitu dong, kamu makin jelek tau." Alysia mengkatupkan tangan di pipi Dinda. "kamu gak akan lama kan hidup sendiri lagi." goda Alysia, melirik cincin melingkar di jari manis sahabatnya. Alysia bisa menebak, Dinda telah di lamar oleh Agam.
__ADS_1
"ha...!!" Dinda melongo dengan bibir terbuka sedikit. "bagaimana kamu tahu?? aku gak akan tinggal sendiri lagi??" tanyanya.
Alysia menurunkan tangannya dan kemudian merain tangan Dinda dan mengangkatnya.
"nih cincin apaa??" tanya Alysia. wajah Dinda memerah. "kamu udah di lamar pacar kamu kan??? dan sebentar lagi kamu menikah dengannya." tebaknya lagi.
Dinda yang tadi terlihat sedih kini tersenyum malu malu.
"ia, 2 bulan lagi aku menikah lagi dengan mas Agam." ucapnya tanpa sadar.
"haa...! menikah lagi???" pekik Alysia.
Dinda langsung menutup mulutnya karna kecoplosan. ia terlihat salah tingkah.
"kok nikah lagi?? emang lo pernah nikah dengan Mas Agam sebelumnya??" tanya Alysia penasaran..
Dinda terlihat panik dan semakin salah tingkah.
dan tiba tiba suara klason mobil terdengar, Dinda langsung bernafas lega.
"itu pasti mas Agam... entar yah di lanjutinnya, udah siang entar aku telat." ucap Dinda cepat dan kemudian berlari pergi.
"heyyy, jelassin dulu Din." teriak Alysia, namun Dinda tetap pergi.
"mom, kenpaa teliak teliak??" Alya baru bangun dan telah duduk sambil mengucek matanya.
"sayang. kamu udah bangun."
bersambung
__ADS_1