Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
buka kemasan


__ADS_3

dinda berjalan menaiki tangga, agam terus mengikuti kemana istrinya pergi. dinda masih sangat kesal dengan agam, sampai sampai ia tidak mau mendengar penjelasanya.


jika kesalahan lain, dinda bisa memaafkan... tapi tidak dengan pengkhianatan. walau pernikahann ini terjadi karna permintaan terakhir ayahnya. mereka menikah tanpa ada cinta, tetap saja ini sebuah pernikahan sah hukum dan agama. walau pernikahaan mereka belum di gelar dan belum di ketahui banyak orang. pernikahan bukan lah mainan, ia saja selalu menolak jika ada teman lelaki di kampusnya ingin dekat padanya. dinda selalu menjaga jarak, karna ia tau ia sudah menikah.


"dinn...!!" agam kembali menarik tangan dinda saat akan masuk ke dalam kamarnya. "tania memang kekasih ku dindaa... tapi sekarang aku telah putus dengannya. aku sudah pacaran dengannya hampir 5 tahun. namun sethun belakangan kami LDRan karna tania ke prancis mengikuti ajang modelin di sana. sebelum kita menikah aku dan dia telah putus kontak dengannya. tapi beberapa minggu yang lalu dia kembali dan terus mendatangi ku di kantorr.. aku mencoba menghindarinya, namun dia selalu saja datng merayuku. soal hari itu kamu meliht ku bersamaanya. aku ingin mengatakan aku telah menikah, dan akan memutuskannya. aku tidak menyangka kamu datang dan salah paham seperti ini pada ku." jelas agam panjang lebar.


agam menarik nafasnya dulu sebelum melanjutkan. "huhhhh... kemarin aku sudah memutuskannya, dan menjelaskan aku sudah menikah padanya. tania tidak terima tapi aku tidak pedulu dindaa.. aku sudah mencintaimu, kamu istriku dan akan selalu menjadi istriku selamanya."


mendengar kata kata terakhir agam, dinda membalikkan badannya menghadap suaminya. matanya sudah berkaca kaca menatap wajah suaminya.


"ma mass me mencintaiku??" tanyanya terbata bata, dengan air mata sudah menetes di pipinya.


"a aku mencintai mu dindaa..." jawab agam cepat, matanya juga berkaca kaca.


dinda mengkatupkan ke dua tangannya ke pipi agam dan terus menatap mata suaminya dalam dalam. "coba katakan lagi mas." pintanya dengan suara pelan namun tetap terdengar oleh agam.


agam juga mengkatupkan ke dua tangannya di pipi istrinya. " a aku mencintai mu istri." ucapnya lagi dengan suara lembut.

__ADS_1


dinda meneteskan lagi air matanya, ia tidak menyangka agam akan mengatakann kata kata cinta padanya. dinda langsung memeluk suaminya dan tangis nya pecah.


"aku juga mencintamu mass.. sangat sangat mencintaimuu..." ucapnya dengan tuluss dari hati.


agam membalas pelukann dinda, mengusap punggung dan kepalanya dengan lembut sambil mencium kening dindaa..


setelah merasa dinda sudah tidak lagi menangis, agam melepas pelukkannya dan menatap wajah imut istrinya. tangannya mengusap air mata di pipi dinda..


"Aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku hanya bersama dirimu dinda, karena ku tahu ada di sampingmu adalah kebahagiaan yang besar untukku."


agam terus menatap wajah dinda, wajah agam perlahan maju mendekat dan kemudian mencium bibir mungil istrinya. karna tidak ada penolakann dari istrinya agam terus menciumnya dengan ganas. tangannya pun sudah menjelajah di tubuh dinda penuh *****.


ia menghentikan ciumannya saat melihat dinda kehabisan nafas. dinda masih kaku dan belum tau membalas ciuman darinya.


"boleh unboxing sekarang??"


"unboxing??" binggung dinda..

__ADS_1


"buka kemasan sayang." goda agam.


dinda bingung dengan ucapan agam, ia mengaruk kelapanya ehh kepala maksudnya🤗


yang tidak gatal. wajar saja, dinda masih remaja, ia masih sangat polos dengan hal seperti itu.


tanpa izin, tiba tiba agam mengangkat tubuh dinda dan mengendongnya ala brydal styl.


"ahhhhhttt.." pekik dinda kaget. "mass ngapain gendong dindaa... turunin mass, dinda takut jatuh." wajah dinda berubah memucat.


"tenang saja kamu gak akan jatuh..." agam membawa masuk dinda ke dalam kamarnya.


"mass... mau ngapain." tanyanya.


"mau buka kemasan." bisik agam.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2