
...JANGAN LUPA LIKE AND VOTE...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
...🍀🍀🍀...
🌸happy reading🌸
ke tiga wanita yang tersungkur di lantai akibat ulah kedua sahabat Dinda. jangan di tanya lagi penampilan mereka seperti ap. rambut acak acakan dan banyak bekas cakaran di wajah mulus mereka, mereka langsung menangis kesakitan saat melihat Agam Pemilik perusahaan sedang berada di depan pintu Lobby dengan wajah dingin. natasya dan cika menghampiri Dinda yang masih kesakitan hingga wajahnya sangat pucat.
Dinda kesakitan di bagian pegelangan kakinya di injak Nindy dengan high hilsnya berkali kali. ia tidak bisa berdiri mengunakan kakinya.
wajahnya juga memar karna tamparan dari Lola, sudut bibirnya berdarah. dalam hidupnya ini kali pertamanya mendapatkan kekerasan.
"kau baik baik saja Dinda??" tanya Natasya membawa tangan Dinda ke pundaknya begitu juga dengan cika membantunya berdiri, ia bisa melihat Dinda kesakitan di kakinya.
"Aku baik baik saja sya." jawab Dinda pelan. kepalanya juga sangat sakit akibat di jambak kasar oleh sekretaris Alin.
"tuann...!! kami tiba tiba di serang oleh merekaaa." tunjuk sekretaris Alin ke arah Natasya, Dinda dan juga cika. "coba liat lah tuan kami terluka." isak Alin meringis kesakitan di wajah dan juga kepalanya.
Agam tetap diam dan fokus menatap arah Dinda yang kesakitan, ia tidak memperdulikan ke tiga wanita itu. ia juga melihat beberapa karyawan di sana hanyalah menontong dan tidak melarai pertengkaran ke 5 wanita itu.
Agam mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras saat melihat wajah Dinda dan pegelangan kaki serta lututnya terlukaa.
"hiksss hiksss wajah ku hancurr,." teriak Nindy semakin menangis.
__ADS_1
"cihh...!! gitu aja nangiss." sindir cika.
"aku akan melaporkan kalian, kalian telah melakukan penganiayaan pada kami." timpal Lola geram.
"silahkann sajaa, aku juga akan melaporkan kalian bertiga. dengan apa yang kalian lakukan pada Dinda." balas natasya penuh amrah.
"Diam." teriak Agam dengan lantang, sontak membuat mereka langsung terdiam.
Agam melangkah dan menghampiri Dinda yang sudah semakin pucat, bahkan keringat Dingin membasahi wajah cantiknya. ia geram wanitanya terluka. Agam langsung berlutut melihat luka di lutut dan pegelangan kakinya yang terluka parah. sementara Dinda hanya terdiam Agam melakukan hal itu, ia hanya fokus pada sakitnya.
"Asisten Roy...!!" panggil Agam dengan suara tinggi.
"ia tuan."
"Tuntut ketiga wanita itu dan pecat mereka tanpa pesangong, pastikan mereka membusuk di dalam penjara. dan untuk karyawan yang ada di sini, potong gaji mereka." titah Agam.
wajag ketiga wanita itu berubah pucat, bukannya Agam membelanya malahan akan memenjarakan mereka.
"tuan... kami tidak punya salah tuan, seharusnya merekalah yang tuan tuntut." Alin memberanikan protes.
Agam tidak mendengar perkataan Alin ia kembali berdiri memandangi pipi kiri Dinda yang memar.
Dinda juga menatap Agam dengan mata semakin sayu, sering kali pandangannya menghitam namun mencoba ia menahannya. ia sudah tidak bisa menahan rasa sakit teramat di bagian pegelangan kakinya.
beberapa saat kemudian Agam panik Dinda tiba tiba saja pingsan. Agam meraih tubuh Dinda dan mengendongnya ala bridal style dan langsung membawanya ke rumah sakit ia tidak memperdulikan di lobby banyak karyawan menatap dirinya.
__ADS_1
"tuan boleh kami ikut." rupa rupanya Ke dua sahabat Dinda mengekori di belakangnya. mereka sama paniknya dengan dirinya. Agam hanya menjawab anggukan.
mereka pun menaiki mobil, Agam yang menjalan kan mobilnya. sementara natasya dan cika duduk di belakang dengan memeluk Dinda yang tidak sadarkan diri.
...........
Rumah sakit
Agam berjalan mondar mandir di depan UGD, sementara Natasya dan Cika berdiri di depan pintu menunggu dokter keluar. wajah mereka penuh kekawatiran.
ceklek
dokter keluar, Agam menghampiri dokter. mereka langsung menanyakan keadaan Dinda. raut wajah dokter datar tidak terbaca.
dokter menghela nafas beratnya sebelum menjawabbnya..
"Keadaan pasien stabil, tapi ia mengalami patah tulang di bagian pegelangan kakinya. jadi kami memasangkan gips bagian kakinya, Tujuan pemakaian gips adalah untuk melindungi dan menstabilkan struktur anatomi tulang yang patah." jelas dokter.
Agam geram mendengarnya. "dokter aku mau mendapatkan visunnya." titah Agam.
"baik kami akan melakukannya tuan."
dokter kembali masuk ke dalam ruang UGD.
Agam langsung menghubungi Asistennya menyuruhnya mengambil cctv bagian Lobby utama. Natasya dan Cika telah menceritakan kronologinya saat di perjalanan rumah sakit.
__ADS_1
bersambung