
...**JANGAN LUPA LIKE AND VOTE...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...⚘⚘...
🌺happy reading🌺
"Aku sangat mencintai mu, jangan pergi lagi dari hidup ku." ucap Agam menatap Dinda penuh cinta.
"apa kau mau menerima ku lagi... maafkan kesalahan ku yang lalu... aku berjanji takkan mengulanginya lagi."
Dinda tetap saja diam membisu dan terus menatap mata Agam dengan matanya yang sudah berkaca kaca.
"apa kah aku bisa mendapatkan jawabannya sekarang, aku sudah tidak bisa menunggu lama lagi..." ucap Agam dengan nada memohon.
Dinda menghela nafasnya dahulu sebelum menjawab.
"sampai kapan kau akan mengendong ku mass, turunkan aku dulu.. aku akan menjawabnya setelah kau menurunkan ku." Pinta Dinda dengan suara lembut. Suasana canggung berubah sedikit dengan candaan yang di ucapkan Dinda. walau yang di kaatakan Dinda bukan maksud candaan menurut Agam itu hal sangat lucu membuatnya tertawa kecil.
"loh malah ketawa sih mass... turun kan aku dulu, apa kah kau tidak merasa keberatan dengan tubuhku. selama seminggu ini berat badannku bertambah 5 kilo bi nunung terus saja memberiku makanan."
"baiklah, aku akan menurunkan mu." Agam meletakkan tubuh Dnda di atas tempat tidur. dan kemudian duduk di sebelah Dinda dan mengengam tangannya. suasana kembali berubah canggung.
Dinda terdiam lama ia sedang berpikir. Harus kah ia memberikan nya kesempatan padanya, jujur saja ia masih sangat mencintainya. ia takut kehilangan Agam.
"bagaimana Dinda??" Agam terus menunggu jawaban dari Dinda.
Dinda kembali menghela nafasnya dengan panjang. "mmm...! a aku mau, aku akan memberikan mu satu kesempatan lagi." ucapmya dengan pelan sambil memejamkan matanya.
"benarkahh... kau menerima ku Dinda." tanya nya tidak percaya yang ia dengar.
"iaa.." jawab Dinda sambil menganggukkan kepalanya menatap malu malu Agam yang duduk di hadapannya.
Agam langsung memeluknya dengan erat. ia sangat senang, Dinda memberikannya kesempatan lagi.
"makasih sayang... makasih sudah menerima ku kembali." berkali kali Agam mencium kening Dinda.. "aku akan segera mengurus pernikahaan kita." sambungnya kemudian.
__ADS_1
mendengar perkataan Agam, Dinda mendorong pelan badan Agam agar terlepas dari pelukannya.
"aku belum mau menikah mass.." tolak Dinda. wajah Agam berubah masam.
"kenapaa??"
"kita pacaran aja dulu, jangan buru buru nikahh."
"lamaa dongg sayangg... aku udah ingin nikahin kamu, milikin kamu seutuhnya." ucap Agam.
"nikahnya tahun depan saja, aku mau meniti karir ku dulu..." ucap Dinda dengan santai.
dengan berat hati Agam menerima permintaan Dinda, ia harus bersabar lagi menunggu memiliki Dinda. hanya satu tahun, bukan lah waktu yang lama.
setelah perbincangan mereka Dinda pun mengantuk dan tertidur di atas tempat tidur sedangkan Agam memilih mengerjakan pekerjaannya di Tab nya dan duduk di atas tempat tidur di sebelah Dinda.
beberapa jam kemudian, Dinda mengeliat menandakan ia sudah sadar dari alam bawah sadarnya.
"kau sudah bangun."
Dinda membuka matanya dengan perlahan sambil tersenyum ke arah Agam yang tengah menatapnya dan tangannya mengelus lembut kepalanya.
"masih lama sayang.. mungkin 10 jam lagi, kita baru sampai." jawab Agam.
"lama bangettt yaa..." Dinda merenggang kan otot ototnya dan kemudian bangun dan duduk di sebelah Agam. "mas gak tidur?? tanya Dinda dengan mata masih sayu.
"entar aja, mass lagi kerja ini." Agam memperlihatkan Tabnya.
"jangan terlalu sibuk kerjaa, mas harus istrahat gak baik buat tubuh mass." gerutu Dinda tanpa sadar.
Agam tersenyum lebar. "makasih yah perhatiannya..." Agam mengelus kepala Dinda lagi. "oh ya apa kau lapar??" tanya Agam.
Dinda menjawab anggukan kepala. "aku laparr mass."
Agam pun memanggil pramugari membawakannya makanan. beberapa saat makanan mereka sudah datang. kini Agam dan Dinda tengah duduk di sofa yang ada dalam kamar itu.
mereka pun menyantap makanan yang sudah berada di depan mata mereka. Dinda begitu lahap, Agam sangat senang melihatnya. setelah makan Dinda memakan cemilan ringan yanh baru di mintanya pada pelayan.
__ADS_1
"mas mauu..." Dinda menyodorkan keripikk kentang di dekat bibir Agam. Agam mengangguk dan membuka mulutnya namun sayang Dinda menariknya kembali dan membawanya ke dalam mulutnya.
Agam menatap kesal Dinda, Dinda hanya memperlihatkan senyum manisnya. Agam tersenyum kembali melihat tingkah wanitanya itu. "kau mengerjaiku??"
"maaf mass cu____ ahhhh ha haaa masss jangan gelitikk geli." jerit Dinda saat tangan Agam mengelitik pinggangnya.
"siapa suruh kau mengerjaiku, rasakan ini." Agam terus mengelitiki pinggang Dindaa.
"geli hahahaaaaa masss geliiiiiii lepaassinnn."
............
10 jam kemudian
pesawat Jet Agam tiba di Bandar Udara Frankfurt am Main JERMAN. Agam mendorong kursi roda yang di dudukki Dinda menuju pintu luar bandara. setibanya di depan bandara sudah ada sopir di sana sejak tadi menunggu ke datangan mereka.
Agam mengendong Dinda dan membawanya masuk ke dalam mobil. sedangkan sopir memasukkan koper di dalam bagasi mobil. Agam pun duduk di sebelah Dinda. sopir juga sudah duduk di depan kemudi dan kemudian melajukan mobilnya meninggalkan bandara.
di perjalanan
Dinda terus menatap arah luar jendela, ia melihat gedung gedung dan suasana di kota Berlin, Ibu kota dari negara Jerman.
"Nanti mass akan ngajak kamu jalan jalan." ucap Agam seolah mengerti isi pikiran Dari Dinda. Dinda membalikkan kepalanya menghadap arah Agam.
"makasih yah mas." Dinda memeluk Agam saking senangnya. "mass aku ingin ke taman kota Grunewald katanya tempat itu sangatlah indah."
"ia, aku akan membawa mu ke sana."
**bersambung
.
.
.
.
__ADS_1
.
terima kasih telah membaca**