Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
melepas rindu


__ADS_3

...**Jangan lupa like and vote...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...🥀🥀🥀...


🌸Happy reading🌸


mobil lexus lm300h hitam berhenti di depan sebuah rumah mewah dan megah yang indah, butuh 1 jam perjalanan di tempuh mereka, mereka tiba di malam hari. Sopir turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk majikannya.


"Bitte kommen Sie herunter, meine Damen und Herren(silahkan turun tuan dan nona muda)" ucap sopir itu mengunakan bahasa Jerman.


Agam turun terlebih dahulu di susul Dinda.


"mass tongkat ku mana?? aku pakai tongkat saja." pinta Dinda.


Agam memerintahka sopir mengambilkan tongkat untuk Dinda di dalam bagasi mobil. sopir kembali dan memberikannya pada Dinda.


"Danke mein Herr ( terima kasih pak)" Ucap Dinda begitu fasih mengunakan bahasa Jerman.


"kau bisa bahasa Jerman??" pekik Agam tidak percayaa. ia mengira Dinda hanya bisa berbahasa inggris saja.


"tentu sajaa... waktu aku di inggriss, aku memiliki banyak teman dari mancanegaraa.. aku belajar bahasa dari mereka." ucap Dinda dengan santai. Dinda memandangi rumah mewah di depannya. "apa ini rumah kalian??" tanyanya pada Agam. Agam hanya menjawab anggukan kepala. "wahhh,, aku gak nyangka kamu sekaya ini mas." puji Dinda. "oh ya mass, apa mama papa ada di dalam?". tanya Dinda.



"ya... mereka ada di dalam." jawab Agam.


"ayo masuk mass, aku gak sabar lagi bertemu dengan mereka. aku sangat merindukan papa dan mama." ucap Dinda dengan semangat. Dinda melangkah dengan cepat memakai tongkat.

__ADS_1


"hati hati jalannya, kau bisa jatuh Dinda." Tegur Agam.


"ia mas.." Dinda pun menurut dan melangkah dengan pelan di bantu oleh Agam. sebenarnya Agam ingin mengendongnya, namun Dinda menolak keras. ia tidak mau di gendong oleh Agam di depan ke dua orang tuanya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah, Dinda mencari keberadaan ke dua mantan mertuanya yang sudah sangat di rindukannya. ia sudah tidak sabar bertemu dengan mereka.


terdengar suara orang berbicara di dalam ruangan keluarga, Dinda semakin mendekat ke ruangan itu, ia melihat ke dua mantan mertuanya sedang berbincang. entah apa yang mereka bicarakan.


"mamaa papaaa.." teriak Dindaa dengan keras.


mama sinta dan papa Hermawan langsung membalikkan kepalanya saat mendengar suara seorang gadis yang sudah tidak asing di telinga mereka.


"Dindaaa..." pekik orang tua Agam bersamaan.


Dinda melangkah cepat dan menghampiri ke dua orang yang sangat di rindukannya. Dinda langsung melepaskan tongkat nya dan memeluk erat orang tua Agam dan kemudian menangis segukan.


"Dindaa... anak mamaa, kau kembali." mama Sinta juga menangis dan membalas pelukan mantan menantunya, yang sudah di rindukannya selama ini. saking rindunya ia sampai sakit sakitan. Dinda bukan hanya lah menantu, ia sudah menganggapnya anak sendiri.


"kau kemana saja nakk??" tanya papa Hermawan dengan bibir bergetar, ia mencoba untuk tidak menangis.. "kami sangat merindukan mu."


Dinda dan mama Sinta saling melepas pelukan mereka, melepas rindu yang sudah tiga tahun terpisahkan. kalau bertanya kenapa Dinda tidak berkomunikasi lewat telpon. pada saat di inggris, Dinda menganti hp dan juga no telponnya. ia lupa mengambil nomor orang tua Agam.


ia pindah ke inggris membuka lembaran baru melupakann masalalunya. namun ternyata ketika kembali tuhan mempertemukan nya kembali dengan Agam. bahkan ia bekerja di perusahaannya. entah itu sebuah kebetulan ataukah takdir dari tuhan bahwa Ia dan Agam sudah di takdirkan bersama dan takkan bisa terpisahkan.


"aku lanjut in kuliah di inggris pa." jawab Dinda lalu memeluk papa Hermawan. "aku sangat merindukan papa, apa papa merindukannku juga?" tanya Dinda dengan suara manja. mendongkang kepalanya ke atas melihat wajah papanya.


hal yang paling di rindukan oleh ke dua orang tua Agam kepada Dinda. sifat manja dan mengemaskan, yang sangat di rindukannya.


"tentu saja... papa sangat merindukan anak papa yang sangat cantik." ucap Papa Hermawan senang.

__ADS_1


Agam yang berada di ruangan itu di abaikan ke dua orang tuannya. bukannya kesal ia senang melihat kedua orang tuaanya tersenyum lagi. kedatangan Dinda membawa kebahagia dalam keluarganya.


Mama Sinta tanpa sengaja melihat Kaki Dinda memakai Gips ia kaget dengan hal itu.


"sayangg... ada apa dengan kaki mu??" tanyanya kawatir.


Dinda melepas pelukannnya dan membalikkan badannya menghadanp mama Sinta.


Papa Hermawan juga baru menyadari kaki Dinda.


"kenapa dengan kaki mu sayang??". tanyanya dengan ekspresi yang sama dengan mama Sinta.


"mmm....!! kaki Dinda patahh, tapi ini gak sakit kok ma pa."


"kok bisa patah sih sayang."


Agam pun datang dan menjelaskan semua kepada ke dua orang tuanya. mendengar bahwa Dinda di celakai oleh teman sekantorny. papa dan mama nya geram. mereka akan menyewa pengacara terbaik agar ke tiga wanita itu mendekam lama di dalam penjara.


...**bersambung...


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


ANDAI SAJA DI DUNIA NYATA ADA MERTUA KAYAK ORANG TUA AGAM YAH GAYSS🤣🤣🤣**...


__ADS_2