
...Jangan lupa like and vote...
...🌼🌼🌼🌼🌼🌼...
...🌻🌻🌻🌻...
💮happy reading💮
Andre memesan beberapa makanan yang pernah di makannya bersama Dinda beberapa waktu lalu. Andra ketagihan dengan makanan di warung itu yang menurutnya makanan terenak di dunia.
Makanan dari Restoran mewah pun kalaah dengan warung kecil ini. rempah rempah nya sangat terasa di lidahnya, enak bikin ketagihan. Jika saja bukan memikirkan tubuhnya ia akan setiap hari ketempat ini.
tanpa sengaja Pandangan Andra tertuju pada gadis kecil yang duduk di sebelah Alysia. Anak balita dengan pipi tembem dengan rambut di ikat dua semakin membuatnya gemas.
"heyy cantik.. kamu pasti namanya Alya." ucap Andra membuka suaranya.
Alya yang memang sejak tadi memperhatikan Andra, mengangguk pelan dan tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya yang putih.
"Uncle apaanya mommy??" pertanyaan polos Alya langsung membuat Alysia menoleh padanya. "Apa Uncle pacarnya mommy??" tanya Alya.
__ADS_1
"Alyaa... kamu ngomong apaan sih." tegur Alysia. "siapa yang ngajarin ngomong kayak gitu... mommy ngak pernah ngajarin Alya gitu yah." omel Alysia, melirik sedikit Andra. ia merasa malu dengan pertanyaan putrinya itu.
Andra tersenyum kecil. "jangan memarahinya dia hanyalah anak kecil." sela Andra semakin gemas dengan Alya.
tiba tiba pelayan datang membawakan pesanan mereka, dan meletakkannya di meja.
"Anak anda lucu sekali, sangat mirip dengan papanya." puji pelayan setelah meletakkan makanan di atas meja.
siapa pun akan melihat, Andra, Alysia dan Alya mereka seperti keluarga kecil yang bahagia.
terlebih wajah Alya dan andra sangatlah mirip.
..........
setelah meeting Agam dan Dinda tidak kembali ke kantor. Agam mengajak Dinda jalan jalan ke mall. sudah lama Agamm tidak mengajak nya jalan jalan. terakhir saat di Jerman.
"mass... kita ketoko baju dulu yuk." tunjuk Dinda pada toko baju dalam mall itu.
"ia sayang." jawab Agam tersenyum manis. Dinda menarik tangan Agam berjalan menuju toko tersebut.
__ADS_1
saat memasuki toko, Dinda langsung ke girangan melihat banyak baju yang di sukainya. Dinda melepas gengaman tangannya pada Agam dan memilih milih dres dress yang tergantung.
Agam mengeleng gelengkan kepalanya, melihat tingkah Dinda saat melihat baju baju di depannya. Dinda juga wanita sama dengan wanita di luaran sana yang juga suka dengan namanya shopping.
"masss... coba lihat, cocok gak." Ucap Dinda memperlihatkan dress merah ketat.
wajah Agam berubah masam melihat Dinda memilih dress seksi itu. jika bersamanya ia tidak akan keberatan Dinda memakainya. tapi kalau memakainya di luar, laki laki pasti akan melihat lekut tubuhnya. Agam tidak suka Dinda berpakaian seksi.
"tidak... kamu sangat jelek memakai pakaian itu." Ucap Agam tidak suka. Bibir Dinda manyun mendengar perkataan Agam. Agam mengambil dress di tangan Dinda dan mengantungnya kembali di tempatnya tadi. Agam menarik tangann Dinda.
Langkah Agam terhenti, tepat di bagian pakaian islami. Agam mengambil salah satu gamis berwarna merah muda lengkap dengan hijabnya.
"kamu pakai ini, pasti akan sangat cantik."
"gak gak mass.." Dinda menolak gamis yang di pilihkan Agam. "aku belum siap berhijab mass." Dinda semakin cemberut.
"apa kau lupa sebelum ayah meninggal, ayah pernah berpesan agar kamu menutup aurat mu sayang." Agam mengingat pesan pesan terakhir saat ayah Dinda sebelum wafat.
Raut wajah Dinda berubah sedih mengingat hal itu. Ia sangat mengingat. selain menikah, menutup aurat juga salah satu permintaan ayahnya yang belum di wujudkannya.
__ADS_1
...bersambung...