
...Jangan lupa like and vote...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...⚘⚘⚘⚘...
🌺happy reading🌺
ke esokkan harinya.
Agam memutuskan tidak perusahaan, ia menyerahkan pekerjaannya pada asistennya. hari ini Agam berencanaa mengajak Dinda jalan jalan mengelilingi kota Berlin.
Dinda sangat senang Agam meluangkan waktu untuknya. Padahal saat mereka nikah dulu, Agam tidak pernah buat semanis itu. Bulan madu saja mereka tunda karna pekerjaan Agam yang tidak bisa di tinggal.
Agam lebih mengutamakan pekerjaanya. selama tiga tahun berpisah, banyak perubahaan yang terjadi pada laki laki yang sudah kepala tiga itu.
semoga saja Agam akan bersikap seperti ini padanya dan takkan berubah setelah mereka menikah kembali nanti. semakin hari Agam semakin perhatian dan juga sangatlah romantis.
saat pertama kali bertemu Agam di pagi harinya, Agam tidak lupa mengatakan hal yang di mintanya kemarin. kata kata singkat yang dapat mengetarkan jiwa dan raganya.
"i love you."
Dinda terdiam membisu, badannya seolah olah kaku mendengarnya. wajahnya memerah merona seperti kepiting rebus.
cup
Agam mengecup keningnya lagi, hal yang sering kali ia lakukan akhir akhir ini. jika bertemunya Agam langsung mengecup keningnya..
setelah sarapan, Agam dan Dinda pun meninggalkan rumah. Agam membawa Dinda tempat wisata yang terkenal di kota Berlin.
Agam memilih Brandenburg Gate (Gerbang Brandenburg). Gerbang Brandenburg menjadi salah satu tempat wisata terbaik di Berlin karena merupakan salah satu simbol utama Berlin. Gerbang ini terletak antara Pariser Platz dan Platz des 18. Gerbang Brandenburg ini terdiri dari dua belas kolom Doric, dengan enam di setiap sisi sehingga membentuk lima pintu masuk menuju jalan raya.
__ADS_1
"mass foto aku." Dinda memberika ponselnya ke Agam agar di foto di depan gerbang Brandenburg Gate. Agam mengambil beberapa foto.
"wahhh, kerenn mass." puji Dinda melihat hasil cepretean Agam. "mass foto lagi dong."
bukannya mengambil hp Dinda, Agam memanggil salah satu turis. Agam menyerahkan ponselnya pada turis itu untuk di foto.
"mass mau di foto juga, biar aku saja yang foto mas.." pinta Dinda polos.
"aku mau fotonya sama kamu." Agam menarik Dinda dalam pelukannya. Dinda menatap Agam dengan wajah bingung. Ini kali pertamanya Agam mengajak foto bareng, selama kenal bahkan menjadi istrinya tidak ada satu pun foto dengannya.
"senyum sayang." pinta Agam melihat wajah Dinda yang datar tanpa ekspresi. Dinda menghadap kamera dan tersenyum tipis, ia merasa canggung saat itu.
turis itu mengambil beberapa foto mereka dengan gaya berbeda.
Waktu jam makan siang hampir tiba, Agam mengajak Dinda makan siang. Dinda membawa Dinda restoran Asia, sesuai permintaan Dinda.
mereka pun sudah berada di restoran, saat menunggu pesanan. Tanpa sengaja, Dinda melihat seseorang yang sangat di kenalnya.
alysia tengah menikmati makanannya, Alysia tidak menyadari keberadaan Dinda di restorann ini juga.
"kau mengenalnya??" tanya Agam.
"ia mass, dia sahabat aku. mass aku kesana bentar ya." ijin Dinda, Agam menjawab anggukan.
Dinda langsung menghampiri sahabatnya itu, sudah lama ia tidak bertemu dengannya. terakhir bertemu Alysia saat di club malam perayaan kelulusan mereka.
"ica." panggil Dinda.
Alysia yang tengah makan tersedak mendengar suaraa yang sangat di kenalinya. Alysia menoleh ke arah Dinda, matanya melotot.
"Dinda." pekik Alysia yang langsung berdiri. "kau benar benar Dinda...??" tanyanya merasa tidak percaya Dinda ada di hadapannya.
__ADS_1
"iaa lahh, ini aku Dinda ica." jawab Dinda heboh. "icaa... aku merindukannmu." Dinda langsung memeluknya matanya sudah berkaca kaca.
"Dindaa... ini benar benar kamu." isak Alsyia sudah meneteskan air matanya. ia membalas pelukann Dinda dengan sangat erat. "aku juga sangat sangat merindukan mu."
"kau kemana sajaa ica, mengapa kau sangat susah di hubungi." celoteh Dindaa yang juga sudah menangiss. namun tiba tiba adaa suara anak kecil.
"mommyy..." teriak suara anak kecil dan langsunng menghampiri mereka.
Alysia melepas pelukannya saat melihat anak kecil berlari menghampirinya dan langsung memeluknya.
"mommy.." lirih Dinda bingung, anak balita berusia dua tahun memanggil Alysia dengan sebuatan mommy.
"Alyaa..." Alysia mengendong anak perempuan itu.
"icaa...?? dia anak siapaaa??" tanya Dinda penasaran.
...**bersambung...
*
*
*
*
*
di vote donggg...
biar semangat nulisnyaaa**.
__ADS_1