Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
keputusan


__ADS_3

"semua sudah terjadi... masss harus tetap bertanggung jawab." ucap dinda dingin. "aku mohon mass pergilahh, dan segera urus perceraian kita. agar mass bisa menikah dengan kekasih mas agam itu." pintanya.


setelah mengucapkan kata kata itu, dinda menghempaskan tangan agam dan beranjak masuk ke dalam rumahnya. belum masuk agam kembali menahan tangannya menghentikan kembali langkahnya.



"aku tidak akan melakukannya dindaa.. kau akan tetap menjadi istriku selamanya." tolak agam tegas.


penyesalan selalu datang terlambat, andaikan waktu bisa di putar kembali ( kayak lirik lagu aja😊) agam takkan mendatangi tania di apartemennya. ia baru mengetahui sifat tania yang licik, bisa bisa ia menjebakknya.


karna itu juga ia kehilangan janin di kandung istrinya. karna kebodohannya juga hingga ia mudah masuk ke jebakkan tania.


"lalu bagaimana dengannya, dia sedang hamil anak mu. kau mau apakan dia. apa kau akan menikahinya dan menjadikannya madu ku, jangan harap dengan itu semua. walau aku mencintaimu, aku lebih baik merelakan mu ketimbang aku di madu." ucap dinda ketus.


ia mengucapkannya tanpa membalikkan badan menghadap suaminya. karna air mata terus berjatuhan membasahi pipinya. ia tidak mau memperlihatkan kesedihannya ke agam suaminya.


"aku mohon masss pergi." usir dinda dengan nada tinggi. ia menghempaskan tangan agam hingga terlepas dari tangannya. dengan cepat dinda masuk dan menutup pintu rumahnya.


"dinnnn..." dinda sudah mengunci pintu rumahnya, ia kalah cepat.


tok


tok


tok

__ADS_1


"sayangg... maafkan aku, maaf.. kau boleh menghukum ku tapi jangan memintaku menceraikan mu. itu tidak akan mungkin." teriak agam di teras rumahnya.


dinda menyandarkan punggungnya di pintu merinsut duduk tangannya memeluk kedua lutut dan membenamkan wajahnya. ia terisak isak dalam tangisnya.


agam menyerah karna dinda tidak membukakan pintu rumahnya. dinda perlu waktu sendiri, untuk menenangkan pikirannya. agam pun pergi dari halaman rumah istrinya.


dinda masih berada di ruaang tamu rumah nya, yang bergaya klasik modern. satu jam lamanya berada di sana, ini pertama kalinya merasakan namanya sakit teramat di hatinya. sakit yang rasanya ingin mengakhiri hidupnya.


setelah merasa tenang. ia mengambil ponsel di tasnya dan kemudian menelpon seseorang.


"halo....!"


"haloo pamaannn Roy, ini dindaa. bisa kah paman membantuku mengurus perceraiannku."


"apa nonaa...."


mendengar suara tangisan dinda, paman roy pun mengiyakan membantu dinda. paman roy adalah sahabat ayahnya satu profesi dengan ayahnya. dulu ayahnya adalah seorang pengacara yang sangat terkenal namun karna sakit di deritanya ia mengundurkan diri dari pekerjaannya.


setelah mematikan telpon nya dinda pun menuju kamarnya. kepalanya berdenyut karna terlalu lama menangis. namun saat memasukki kamarnya, ia kembali mengingat di malam pertamanya dengan agam.


ia pun kembali keluar dan memilih kekamar ayahnya. di dalam kamar ayahnya, dinda mengambil baju kesayangan ayah nya dan membaringkan badannya di tempat tidurnya sambil memeluk baju ayahnya itu.


ia sedang membayangkan sedang memeluk ayahnya. jika saja ayah nya masih ada di sampingnya, ia mungkin takkan serapuh itu. ayahnya selalu ada menguatkan hatinya. namun kini ia hanyalah sendiri.


...............

__ADS_1


1 minggu kemudian


surat dari pengadilan sudah sampai di tangan agam.. agam syok, dinda benar benar mengurus perceraian mereka. agam tidak terima langsung merobeknya ia takkan menandatanganinya.


"aku harus menemui dindaaa..." agam pun meninggalkan kantornya dan pergi kerumah dinda.


namun dinda tidak ada di rumahnya. ia pun mencari dinda kekampusnya. dinda juga tidak ada di sana..


agam memukul stir mobilnya, karna tidak menemukann keberadaan dinda.


"kau dimana sayang."


............


DI KAFE


dinda sedang menjadi waiters lagi di sana membantu natasya dan bibinya. setiap hari ia berada di kafe itu. bersama natasya dan bibinya sedikit melupakan masalah yang di terpanya.


saat dinda berada di kafe itu, banyak pengunjung. kafe menjadi rame, mereka kewalahan dengan banyaknya pengunjung.


"din... kamu yang antar di meja 5 yah." natasya meyerahkan nampan ke dinda.. " aku udah gak tahann nih.


"kamu kenapa??." tanya dinda sambil mengambil nampang yang di atasnya cankir isiw kopi.


"mau boker." jawab natasya lalu berlari pergi.

__ADS_1


dinda tersenyum mengeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu. uhhh, tiba tiba ia mengingat ke dua sahabatnya bima dan alisya yang kuliah di luar negri. mereka samaa anehnya dengan natasya.



__ADS_2