Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Keram


__ADS_3

ke esokkan harinya.


dinda memulai rutinitasnya seeprti biasa di kampus. pukul 3 sore ia baru pulang dari kampusnya, saat menuju parkiran tiba tiba ponselnya berdering. ia kaget saal melihat layar di hpnya tertera nama mama mertuanya.


segera dinda mengangkat panggilan telpon dari mama mertuanya, wajah dinda berseri seri. sudah dua minggu mertuanya di inggris ia sangat merindukannya.


...______________________...


**Dinda : halo maaa..


sinta : halo sayangg, kamu sekarang di mana??? mama sudah di rumah, mama sangat merindukan mu.


Dinda : ahhh mama udah di rumahhh... dinda sekarang lagi di kampus, tapi udah mau pulang nih.


sinta : oh yah sudah mama matikan telponnya, hati hati di jalan nya jangan kebut kebutan.


Dinda : ia maaa.


...(panggilan berakhir**)...


dinda melanjutkan langkahnya menuju parkiran, tempat mobilnya berada. penampilan dinda berbeda dari sebelumnya, kini ia hanya memakai celana jeanzz dan kaos biasaa namun kecantikannya tidak berubah malah kesederhanaan membuatnya semakin cantik.


30 menit ia sudah sampai di rumah mewah mertuanya. ia turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah.


"auhhhh...!" jerit dinda saat merasaakan perutnya tiba tiba keram, langkahnya terhenti saat di depan pintu. tangannya meremas perutnya, dinda mengatur nafasnya dulu. setelah merasa perutnya sudah enakkan. dinda pun masuk kedalam rumah, ia mengira keram perutnya menandakan akan menstruasi.


"mamaaa papa." teriak dinda kegirangan melihat mama mertuanya duduk di depan tv di ruang keluarga. dinda langsung memeluknya mama mertuanya itu. "dinda kangennn."


mama sinta tersenyum dan membalas pelukann menantunya, sementara papa mertuanya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah mengemaskan menantunya itu.

__ADS_1


.......................


"2 minggu mama tinggal pipi anak mama kok bulat gini seperti bakpau." ucap mama mertuanya mencubit pelan pipi dinda yang semakin cabi.


"ahhhh...!! yang bener maa, pipi dinda udah kayak bakpau." dinda memegang kedua pipinya dengan mata membulat karna kaget dengan perkataan mamanya.


"iaa sayangg.. tapi tenang ajaaa, malah kamu makin cantik dan makin mengemaskan gini." puji ke dinda.


wajah dinda di tekuk, ia ingat akhir akhir ini porsi makannya sangat banyak. tidak heran jika berat badannya akan naik.


"sepertinya dinda harus diet dehh ma." keluhnya dengan bibir manyun. "kalau gemuk nanti mass agam akan risih lagi... kebanyakan suamikan gitu, istrinya gemuk suaminya selingkuh. aku harus jaga bentuk tubuhku, jangan sampai mas agam mencari wanita lain karna aku gemuk. gumamnya dalam hati.


"kenapa harus diet sayangg... kamu semakin mengemaskan dengan tubuh sekarang." timpal papa mertuanya yang sejak tadi mendengar pembicaraan istri dan menantunya itu.


"dinda kan gemukan pa... entar dinda jelek lagiii." keluhnya lagi.


"jelek apa nyaaa sayanngg... kamu cantik gini, gemuk kurus kamu akan tetap cantik." puji papa mertuanya.


"ada apa sayang.." panik mama mertuanya melihat dinda memegang perutnya. begitu juga dengan papa mertuanya. "kau baik baik saja nak." papa mertuanya berpindah duduk ke sebelah dinda.


dinda meremass perutnya, keringat dingin membasahi wajahnya. keram beserta nyeri bersatu yang di rasakannya, wajah dinda berubah memucat.


"apa papa panggil dokter bram." usul papa mertuanya sangat panik.


"ia paaa... panggil dokter bram kasihan dinda kesakitan gini." seru mama mertuanya kawatir mengusap keringat dinda di kening nya.


dinda segera mengeleng gelengkan kepalanya, ia menarik nafasnya dulu lalu membuangnya perlahan. saat merasakan perutnya sudah enakkann.


"dinda gak apa apa ma... sepertinya dinda akan menstruasi makanya perutku sakit gini..." ucapnya.

__ADS_1


"bener kamu gak apa apa sayang...??" tanya papa mertuanya.


"gak apa apaa pa..." jawab dinda. "ma paa dinda kekamar dulu yah istrahat." pamitnya kemudian.


"ia sayang... kalau ada apa apa katakan pada mama atau papa yah."


Dinda menjawab anggukan setelah itu ia pun pergi menuju kamarnya di lantai dua. sesampainya di kamar dinda merebahkan badannya di atas tempat tidur.


di malam ha**ri


pukul 12 malam**


dinda gelisah agam belum juga pulang, berkali kali menghubungi suaminya nomornya tidak aktif.


"mass agam kemana sihh?? tumben belum pulang."


dinda terus berdiri di balkong kamarnya melihat dari sana gerbang, ia bisa melihat dari sana kalau suaminya datang.


dinda kembali masuk ke dalam merasakan perutnya keram dan nyeri lagi.


"baru kali ini aku menstruasi sesakit ini?" keluhnya sambil merebahkan badannya di atas tempat tidur.


saat mandi tadi ia melihat bercak darah di ****** ***** nya. dinda mengira rasa sakitnya karna menstrusi.


ke esokkan paginya


dinda terbangun tidak mendapati suaminya di sampingnya.


"mass agam kemana sihh??"

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2