
...Jangan Lupa Like and Vote...
...🌹🌹🌹🌹🌹🌹...
...🏵🏵🏵🏵...
💮happy reading💮
Dinda tengah berdiri di depan lift bersama karyawan lain. mereka sedang menunggu pintu lift terbuka.
tanpa di sadarinya, karna ia berdiri paling depan. semua karyawan di belakang bubar dan membuat sebuah barisan, seolah olah sedang memberikan jalan pada seseorang..
Dinda yang sibuk memainkan ponselnya seseorang telah berdiri di belakangnya dan menatap kesal dengan panampilannya hari ini.
Orang itu adalah Agam, pemilik perusahaan, atasan dan juga kekasihnya. kini berdiri tegak di belakangnya.
"hem." suara deheman mengagetkan Dinda yang sedang fokus bermain game di hpnya. Saking kagetnya hp nya terjatuh di lantai dengan keras. layar hpnya langsung pecah.
"ya hp ku." pekik Dinda menatap sedih hpnya, wajah Dinda langsung berubah kesal dan membalikkan badannya menghadap Agam. "mass, kamu nyebelin." geram Dinda memukul pelan dada Agam, ia spontan melakukan itu. "coba lihat, hp ku sampai rusak." keluh Dinda.
Hp yanng baru di belikan mama sinta saat di jerman kini sudah rusak.
bukannya menjawab Agam meraih tangan Dinda dan menariknya masuk ke dalam lift yang sudah terbuka.
"mass..."
__ADS_1
Di dalam lift Dinda menghempaskan tangan Agam dari pegelangan tangannya.
"apa sih kamu mass, makin hari makin nyebelin...??" omel Dinda dengan mengacak pinggang dengan mata melotot.
Bukannya takut, Agam malah menarik pinggang Dinda dan memeluknya. ia sangat merindukan kekasihnya itu. sudah berhari hari Dinda tidak masuk kerja.
"mass." Pekik Dinda.
cup
Agam mengecup bibirnya sekilas, pipi Dinda berubah merah merona. sejujurnya ia sangat merindukan Agam. Namun ia masih kesal dengan Agam yang telah menyamakannya dengan Tania.
"maafkan aku." lirih Agam, mengelus kepala Dinda dengan lembut. "aku janji padamu takkan melakukan hal itu lagi." ucap Agam memohon.
Dinda terdiam sampai pintu lift terbuka, ia diam membisu. Bukan diam karna sengaja, ia diam sedang berpikir. Ia juga sama tersiksanya dengan Agam.
"baiklah aku memaafkan mu." ucap Dinda lalu melanjutkan langkahnya tidak menunggu Agam yang masih berada dalam lift.
Agam melongo dan tak percaya Dinda telah memaafkannya. Pintu lift hampir saja tertutup jika saja ia tidak sadar dari lamunannya.
"Dinda memaafkan ku." raut wajah Agam berubah senang, ia langsung melangkah keluar dari lift mengejar Dinda.
.........
Bima sedang memulai pekerjaan barunya di perusahaan keluarga miliknya. ia menjadi wakil di rektur, jika ia sudah bisa memimpin mengantikan posisi ayahnya maka ia akan menjadi di rektur utama di perusahaan keluarganya itu.
__ADS_1
saat tengah bekerja, orang suruhannya datang dan membawakannya sebuah map coklat.
"selamat pagi tuan, saya telah mendapatkan yang anda minta."
"berikan pada ku."
orang suruhannya itu, memberikan sebuah map padanya.
Tanpa pikir panjang Bima mengeluarkan isi map itu. ada beberapa lembar kertas, yang isinya foto foto dan juga sebuah flasdisk.
Bima memperhatikan gambar gambar di kertas itu. gambar itu, adalah saat di club malam.
di gambar itu, Alysia sedang di paksa oleh laki laki bertato dengan banyak tindik di wajahnya. dan foto satunya seseorang bertubuh tinggi tegak menolongnya, namun wajahnya tidak terlihat jelas karna di tempat itu cahaya kurang terang sehingga wajah orang yang menolong Alysia dari orang bertato itu tidak dapat di kenali.
Sudah melihat foto foto di kertas itu, Bima beralih pada Flasdisk. Bima menancapkan Flasdisk ke laptopnya.
"apa kau tau siapa laki laki ini??" tanya Bima dingin.
Bima yakin laki laki bertubuh tegak itu adalah orang yang telah menghancurkan hidup Alysia.
"maaf tuan, wajahnya tidak begitu jelass. saya tidak tau siapa laki laki itu."
tangan Bima tergepal kuat.
bukan marah pada orang suruhannya, ia marah pada dirinya. Mengapa ia tidak menjaga dan mengantar sahabatnya saat itu. jika sajaa ia memaksa, Alysia takkan mengalami kejadian buruk itu.
__ADS_1
...bersambung...