Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Es krim


__ADS_3

...JANGAN LUPA LIKE AND VOTE...


...๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ...


...โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜...


๐ŸŒธhappy reading๐ŸŒธ


Benar saja di katakan Dinda, Andra ketagihan dengan masakan padang. terutama daging rendang, yang sudah terkena akan kelesatannya. bukan hanya di indonesia, rendang sudah terkenal di mancanegara. Andra juga menyukai Jengkol balado, walau kepedesan, ia tetap menikmatinya.


entah sudah berapa kali Andra minta nambah ke pemilik warung, Dinda hanya tersenyum melihat Andra makan dengan lahapnya. warung ini juga tempat favoritnya dengan Bima dan Alysia. Dinda juga pernah mengajak natasya makan di warung itu.


setelah makan Andra melepas kancing baju di bagian perutnya. ia merasa sesak, perutnya membuncit karna kebanyakann banyak. Andra pun sampai bersendawa saking kenyangnya. ia menahan malu, Dinda berada di dekatnya. ini pertama kalinya melakukan hal menjijikan di depan seorang wanita.


"bagaimanaa?? enakk kann?" tanya Dinda sembari tersenyum. Andraa mengangguk pelan menahan malu. "tidak usah malu pada ku, teman teman ku juga sama seperti mu." ucap Dinda..


.


.


.


.

__ADS_1


.


sepulangnya dari warung masakan padang, Andra mengajak Dinda ke sebuah taman. Dinda yang malas pulang pun mengiyakan, sudah lama ia tidak berjalan jalan menghirup udara segar.


sesampainya di taman, Andra dan Dinda duduk di depan sebuah kolam air mancur. karna hari sudah sore, banyak anak anak yang bermain di sana. ada juga pasangan muda mau pun tua berkumpul di taman itu. Dinda terus memperhatikan seorang anak balita sekitar dua tahun.


ia kembali mengingat calon anaknya. jika saja kandungannya tidak keguguran, mungkin anaknya akan sebesar anak itu. sangat mengemaskan, andai anaknya tidak pergi dan lahir dengan selamat ia takkan sesepian ini.


"kau mau es krim??" tanya Andra membuyarkan lamunan Dinda. Dinda menoleh ke arah Andra dan kemudian mengangguk dan tersenyum tipis. Andra pun pergi di keday es kirim tidak jauh dari mereka duduk.


ia kembali mengingat masa masanya menikah dengan Agam, sangat jarang mereka pergi jalan jalan. Agam akan pulang sore hari atau kadang malam hari, Agam terlalu sibuk dengan pekerjaannya. namun Dinda tidak pernah protes, wajar saja Agam sibuk karna Agam adalah CEO di perusahaaan milik keluarganya. memberikan kepercayaan sepenuh padanya, namun Agam menghancurkan kepercayaan itu.


"nih." Andra menyodorkan Es krim corneto coklat padanya. Dinda mengambilnya dengan tersenyum tipis.


Dinda membukanya dan langsung memakan dan menikmati es krim coklat, es krim yang meleleh di dalam lidahnya. rasaa dingin dan maniss menjernihkan pikirannya.


"Cinta seperti es krim, akan selalu manis mau beku ataupun cair. Cinta juga seperti cokelat, akan tetap manis walau dia beku atau cair." ucap Andra sambil memakan es krimnya.


Dinda menoleh ke Arah Andra dengan wajah datar tanpa ekspresi. "menurutku Cinta tidak semanis coklat malahh pahit banget sampai aku tidak ingin merasakan lagi nama nya cinta." ucap Dinda.


"aku tau kamu pernah gagal dalam percintaan. dan kamu menjadi trauma akan hal itu, tapi ubahlah pemikiran mu itu, tidak selamanya cinta menyakiti."


Dinda menghela nafasnya dengan berat, matanya sudah berlinang linang. selama tiga tahun ia jalani, bukanlah hal mudah baginya melupakan semuanya dan move on dengan cepat.

__ADS_1


"sudah, jangan membahas namanya cinta." ucap Dinda dengan malass. pernikahaannya dengan Agam terjadi karna sebuah keterpaksaan, namun berakhir dengan keterpaksaan juga. Dan juga menghancurkan seluruh hatinya, mungkin menurut orang orang hal yang di lakukan Agam adalah hal wajar, namum tidak dengan Dinda. kesalahan lain ia bisa memaafkannya namun tidak dengan sebuah pengkhianatan.


sekali kepercayaan itu hancur, kepercayaan itu takkan bisa seperti dulu lagi dan tidak dapat perbaiki lagi. pasti akan sulit baginya akan mempercayainya lagi. untuk apa mempertahannkan hubungan jika kepercayaan sudah hancur. hubungan itu bukan nya memberikan kebahagian melainkan penderitaan.


"sebaiknya kita pulang." ajak Dinda, tiba tiba modnya buruk. ia pun berdiri dan memasang tasnya. es krim yang belum habis di buangnya di tong sampah, ia sudah tidak berselerah memakannya lagi.


rasa sakit di hatinya menjalar kedalam darahnya mengalir dalam tubuhnya. bukannya ia lebay, Agam adalah cinta pertamanya. cinta pertama yang sangat menyakitkan.


Dinda pergi terlebih dahulu, ia sedang menyembunyikan kesedihannya. hal yang paling di benci oleh nya saat seseorang melihat dirinya menangis, ia tidak mau orang tau rapuhnya dirinya.


"Din..." panggil Andra namun Dinda tetap berjalan dan tidak berbalik lagi ke arahnya.. "apa aku salah ngomong." gumam Andra, ia tidak enak hati dengan Dinda.


Andra segera mengikuti wanita itu hingga sampai dekat mobilnya.


"aku balik naik taxi saja." ucap dinda, belum Andra menjawab taxi melintas di depannya Dinda segera menghentikannya dan masuk ke dalam taxi.


**bersambung


UDAH HARI SENIN NIH GAYSSS...


BAGI VOTENYA DONG YANG BUANYAKKK YAHHH...


BIAR AUTHORNYA MAKIN SEMANGAT NULISNYA**.

__ADS_1


__ADS_2