
...Jangan lupa like and vote...
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...🌺🌺🌺...
🏵happy reading🏵
3 tahun lalu di club malam.
Alysia mabuk berat bersama bima, Dika dan ketiga temannya yang lain. hanya ialah satu satunya wanita karna Dinda telah pulang.
"ica... lo mau kemana??" tanya Bima dengan suara parau saat melihat Alysia beranjak pergi.
"toilet bim... aku mual pengen muntah." Jawab Alysia berdri sempoyongan.
"mau di temani gak." Bima yang duduk langsung berdiri dengan sempoyongan.
"gak usahh... aku bisa pergi sendiri." tolak Alysia.
"ya udahh.. kalau ada ada panggil aku yah." Bima yang pusing kembali duduk dan kembali meminum minuman di gelasnya hingga habiss.
Alysia melanjutkan langkahnya dengan sempoyongan. Pipinya mengembung sesuatu telah keluar dari tengerokannya. ia menutup mulutnya dengan tangannya. tangan satunya memegang dinding memudahkannya untuk berjalan.
walau mabuk, pengelihatannya masih bisa di andalkan melihat petunjuk di mana toilet berada.
sesampainya di toilet, Alysia langsung muntah di wastafel yang sudah di tahannya di mulutnya.
segera Alysia membersihkan mulutnya dengan air.
"aku gak mau minum lagii... ini sungguh menyiksaku." Gumamnya menatap dirinya di cermin.
__ADS_1
Penampilannya yang tadi rapi kini berantakan. rambutnya sudah acak acakan.
setelah merasa enakan Alysia keluar dari toilet. ia tetap berjalan sempoyongan.
"heyy cantik." seseoarng menghampirinya.
Alysia menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ke arah suara.
orang itu langsung menarik pinggangnya, Alysia yang tidak sempat berontak langsung berada dalam pelukan orang itu.
penampilan orang itu sangat menyeramkan. badannya di penuhi tato, dan tindik di bibir dan di telinganya.
"apa sihh.." Alysia berontak agar terlepas dari pria menjijikann itu. "lepasinn.. jangan menyentuhku brengsek." Alysia mendorong laki laki itu.
namun laki laki itu tidak bergerak sama sekali bahkan mempererat pelukannya.
"lepasskan."
Mata Alysia langsung melotot. bulu bulu di tubuhnya seketika berdiri mendengar permintaan laki laki menyeramkan itu.
"aku gak mauuu..." tolak Alysia dengan mentah mentah. ia mulai ketakutan.
"kau tidak boleh menolakk..." senyum terukir jelas di bibir laki laki bertato itu.
"aku gak mau... lepaskann... tolongggg..."
Alsyia semakin panik saat laki laki itu menyeretnya pergi.
"tolonggg... tolong..." suara teriakannya tidak terdengar orang orang.. suara musik begitu keras hingga tidak ada yang mendengarnya. "aku mohon lepas kan saya." Alysia terus berontak.
merasa kesulitan membawa Alysia ke lantai atas. laki laki itu menampar keras pipi Alysia.
__ADS_1
plak
satu tamparan itu membuat alysia langsung pingsan.
brugg
Alysia terjatuh di lantai bersamaan laki laki bertato itu. Alysia bisa mendengar seseoarng memukul laki laki itu. namun karna lemah ia tidak bisa membuka matanya melihat orang yang telah menolongnya.
ke esokkan paginya.
Alysia terbangun, ia kaget melihat tubuhnya tanpa sehelai benang pun dan hanya di tutupi selimut tipiss.
"aku dimana." Alysia yang mencoba berdiri menjerit kesakitan di bagian ke wanitaannya.
matanya langsung membulat melihat noda merah di seprai.
"apa yang terjadi pada ku...?" gumam Alysia yang kembali duduk.
ia bingung apa yang telah terjadi padanya..
mengapa ia ada di tempat ini?? dan ia tidak memakai pakaian sama sekali...?? ia tidak mengingatnya sama sekali.
tangisnya pun pecahh.
"apa seseorang telah memperkosaku." tebaknya.
.........
sudah merasa tenang Alysia memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.
Alysia keluar dari kamar itu. rupa rupanya ia masih di club malam. kamar itu berada di lantai dua.
__ADS_1
bersambung