Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
bunga mawar


__ADS_3

DI RUANGAN PRESDIR.


5 bulan sudah ia tidak menempati ruangan nya. sudah berbulan bulan ia di jerman, mengurus perusahaan dan juga memantau kondisi mamanya yang selalu bolak balik rumah sakit.


agam langsung duduk di meja kebesarannya, ia terus memikirkan pertemuan, pertamanya dengan dinda mantan istrinya.


"asisten roy, Aku minta data karyawan bernama ADinda putri wirawan secepatnya." titah agam kemudian


"baik tuan." asisten Roy menunduk hormat lalu pergi meninggalkan ruangan Agam. "Ada hubungan apa tuan agam dengan karyawan bernama adinda putri." gumamnya. ini kali pertamanya atasannya meminta data karyawan.


...................


Di bagian keuangan


dinda bekerja di sana sebagai karyawan biasa. sebagai karyawan baru, ia selalu di kerjai oleh seniornya. mereka juga selalu memberikan tumpukan berkas padanya.


itulah mengapa ia selalu pulang malam. pekerjaannya baru selesai malam harinya, berkas berkas yang harus di kerjakan seniornya di berikan padanya..


dinda hanya diam tidak protes, bukannya kesal ulah seniornya ia malah senang. ia senang hati mengerjakannya. berkas berkas di berikannya sangat muda di kerjakan.


namun hari ini, tidak ada satu pun perkerjaannya yang beres. suasana hatinya sedang buruk setelah bertemu agam mantan suaminya. ia teus mengertuki dirnya.


"apa aku mengundurkan diri saja yah... aku jadi penganggurann dong.. bayar mobil gimana, hidup sehari hari gimana, untung untung la**ngsung dapat kerjaan gak dapat dapat gimana?? dan juga dimana aku dapat gaji sebesar di sini."


gumamnya dalam hati. ia hanya duduk diam dengan pikirannya di meja kerjanya. ia sangat sulit bekerja jika suasana hatinya sedang buruk.


"ahhh...!! kenapa aku harus bertemu dengannya lagi." teriak dinda kesal tanpa ia sadari, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya karyawan yang sama ruangan dengannnya dan sedang kerja langsung menatap arahnya.


"kenapa lo teriak teriakkk.?" tanya nindi ketus salah satu yang tidak suka padanya, dan selalu memerintahkannya.

__ADS_1


dinda langsung tersadar dengan apa yang di lakukannya barusan, ia menurunkan tangannya dan tersenyum kikkuk.


"maaff..."


"anehh." cicit senior wanita di sana.


tok


tok


tok


suara ketukkan pintu membuatnya menoleh ke arah pintu, begitu juga yang lain. sosok laki laki tampan, berjas hitam dengan wajah dingin, berdiri depan pintu dan di tangannya ada sebuket bunga mawar.



"asisten roy." pekik semua karyawan kecuali dinda. mereka kaget asisten presdir datang bagian keuangan, ini kali pertamanya melihat asisten roy berada di tempat ini.


gumamnya Dinda dalam hati, menatap bingung arah Asisten Roy. tiba tiba perasaanya tidak enak akan kedatangannya.


Asisten Roy melangkah masuk dan berhenti tepat di depan meja Dinda. "Nona Adinda putri, ini untuk anda." asisten roy memberikan buket bunga mawar merah padanya.


"hahh...!! bunga itu untuk saya tuan." pekik dinda dengan wajah bingung.


bukan hanya dinda yang kaget para karyawan di sana pun juga kaget, Asisten Roy memberikan bunga mawar kepada karyawan baru. siapa pun yang melihatnya akan irih


pada dinda.


"ia nona, ini untuk anda."

__ADS_1


dinda tau bunga itu pasti dari agam, saat menikah duli dengannya agam selalu membawakannya bunga mawar merah. dinda dengan cepat mengambilnya, ia tidak mau menyankann siapa yang memberikannya..


"Terima kasih tuan."


"sama sama nona. saya permisi." ucap asisten roy lalu pergi.


setelah kepergian asisten roy, mengerumuni meja dinda dan menanyakann hubungannya dengan Asisten roy. mengapa memberikannya bunga? mereka mengira bunga itu dari asisten roy. namun dinda hanya diam dan melanjutkan pekerjaanya.


Asisten roy saja mereka seheboh itu, bagaimana jika mereka tau bunga itu dari presdir, bisa bisa mereka serangan jantung.


dinda meletakkan bunga mawarnya ke laci mejanya. jika saja hanya dirinya sendiri ia akan melempar bunga itu ke lantai dan menginjaknya hingga hancur. melihat bunga itu, hatinya kembali sakit, mengingat tiga tahun yang lalu. ia akan membuangnya pulang nanti.


KEESOKAN HARINYA


dinda baru saja tiba di kantor, ia melihat bunga mawar merah di atas meja kerjanya. dan ada secarik kertas kecil di sela sela bungannya.


..._____________________...


...kau adalah jantungku,...


...**Hidupku, satu satunya yang...


...aku pikirkan**...


...________________...


dinda meremas kertas itu dan membuangnya di tempat sama.


"wahh kau dapat bunga lagi." ucap cika yang baru saja datang, cika satu satu nya yang akrab dengannya di sana. "aku gak nyangka asisten Roy laki laki yang Romantiss."

__ADS_1


"cika, kamu mengangetkanku saja." tegur dinda kesal. bukan kesal pada cika, ia kesal si pengirim bunga itu. dinda pun duduk di meja kerjanya meletakkan bunganya di laci.


...bersambung...


__ADS_2