
pukul 12 malam
dinda terbangun dari tidurnya saat merasakan perutnya sakit karna kelaparan. karna ngambek dengan agam ia melewatkan makan malamnya, dinda melihat suaminya sedang memeluknya.
rupa rupanya saat ia tidur suaminya mengambil kesempatan untuk memeluknya. rasa kesal nya hilang saat melihat wajah tampan suaminya. namun hanya sebentar menikmati wajah tampan agam karna perutnya sudah berdemo.
pelan pelan dinda turun dari tempat tidurnya agar tidak membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas. ia mengambil guling mengantikan dirinya di peluk agam.
ia pun keluar dari kamar nya dan turun ke lantai bawa menuju dapur mencari makanan. sesampainya di dapur dinda langsung membuka lemari lemari kecil yang ada di dapur. ia menemukan tempat mie instant. ada beraneka ragam mie instant di sana. segera dinda mengambil satu bungkuss mie instant soto.
segera dinda memasaknya mencampurnya dengan sayur sayur dan telur yang di ambil nya di kulkas di tambah beberapa cabe di campurkan ke indomie rebusnya.
setelah jadi dinda membawanya ke ruang keluarga, ada tv besar di sana. dinda menyalahkan tv terlebih dahulu dan menonton drama china kolosal kesukaannya.
"ahhhh wang yiboooo pacar halu gueee.." dinda sangat senang saat melihat pemainnya adalah artis idolanya.
dinda memulai memakan mi rebusnya sambil menonton drama ke sukaannya. tanpa terasa mi rebusnya telah habis tanpa tersisah, karna masih kelaparan dinda kembali ke dapur mengambil buah buahan sebagai makanan cemilannya dan juga sebuah susu coklat kesukaannya.
dinda membawanya kedepan tv dan melanjutkan menonton drama kesukaannya sambil memakan buahan buahan.
__ADS_1
"kokk aku gak ada kenyang kenyang nya sihhh." gumamnya bingung saat buah di ambilnya tadi sudah habis dan ia belum merasakann kenyang.
dinda yang malas mengambil makanan lagi di dapur ia memilih menonton saja sambil meminum susu coklatnya.
...........
mata agam terbuka perlahan, ia tidak melihat istrinya hanya gulinglah yang di peluknya.
"kemana dinda? apa jangan jangan dia pulang ke rumah lama nya?" gumamnya, kemudian agam bangun dan mencari keberadaan istrinya. ia takut istrinya nekat pulang tengah malam karna marah padanya.
sejujurnya agam merasa bersalah telah membuang baju baju istrinya. terlebih baju baju itu kesayangan istrinya, siapa pun akan marah di perlakuan sepeti itu.
agam mencari keberadaan dinda di bathroom namun kosong, ia pun keluar kamar mencari keberadaan istrinya. saat menuruni tangga samar samar mendengar suara tv di ruang keluarga. dengan cepat agam melangkah ke ruang tersebut.
"masss...!!" pekik dinda tiba tiba agam datang dan memeluknya begitu erat. "mas apa apaan sih." dinda mendoronng badan agam menjauh darinya.
"mas kira kamu balik kerumah lama kamu sayang." ucap agam.
dinda menghela nafasnya. "ngapain aku balik ke rumah malam malam gini..." ketusnya.
__ADS_1
agam hanya tersenyum dengan sikap istrinya itu. senyum agam pudar saat melihat meja di depannya beberapa piring kosong dan dua gelas kosong.
"kamu habis makan sayang??" tanyanya.
"iaa...!" jawab dinda singkat. entah mengapa tiba tiba dinda ingin bermanja manja dengan suaminya. dinda tanpa malu memeluk lengan suaminya. "mass...!!" panggil dinda dengan suara lembut.
"ada apa sayang??" agam bingung dengan sikap dinda tiba tiba berubah seperti itu.
"mass... kita kekamar yuk." dinda berdiri menarik tangan agam.
"baiklahh...!"
sesampai mereka di kamar dinda membawa agam ke tempat tidurr..
"masss... dinda lagi pengen." ucap dinda sambil membuka kancing baju piyama suaminya. entah setan apa yang telah merasuki dinda.
"tumben sayng kamu yang ngajak." tanya agam tersenyum, ia tidak percaya dengan yang di lakukan istri kecilnya itu.
"entah maasss... tiba tiba dinda pengenn, biasaanya sebelum tidur kita melakukannya." dinda ngambek menghentikan yang di lakukannya dan kemudian membaringkan badannya di samping suaminya.
__ADS_1
"loh kok ngambek.. mass juga pengen sayang." agam kemudian menindih istrinya dan memulai aksinya.
bersambung