
...Jangan lupa like and vote...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...⚘⚘⚘...
🌸Happy reading🌸
di pagi hari
Wanita berwajah imut masih terlelap tidur di atas tempat tidur dengan tubuh di tutupi oleh selimut yang tebal hanya kepalanya saja yang tidak tertutupi.
ia mulai mengeliat saat merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya. perlahan mata lentiknya terbuka, ia melihat wajah lelaki yang sangat tampan dengan mata yang masih terlihat sayu.
"Guten Morgen Liebling (selamat pagi sayang)." ucap Agam lalu mengecup keningnya.
sontak mata Dinda membulat sempurna karna kaget, ia tadi mengira sedang bermimpi melihat sosok tampan saat membuka matanya. namun rupanya itu adalah nyata bukannlah mimpi. laki laki tampan itu tidak lain adalah Agam mantan suaminya
"mas Agam." pekik Dinda namun dengan suaranya khas bangun tidur. "ma mass ngapain di sini??" tanya Dinda terbata bata karna wajah Agam berada dekat dengan wajahnya. jantungnya berdetak sangat kencang.
"membangunkanmu." jawab Agam singkat sembari memperlihatkan senyum terindahnya.
"ayo bangunlahh, papa dan mama menunggu kita sarapan di bawah." ajak Agam.
Dinda menghelan nafasnya dulu, ia sedang menentralkan jantungnya yang berdetak kencang. seperti itulah ketika ia berdekatan dengan Agam. jantungnya selalu saja seperti itu, membuatnya tidak nyaman.
"kau duluan saja, aku akan menyusul mu." ucap Dinda mendorong tubuh Agam agar menjauh darinya. lalu ia pun duduk menyandarkan punggungnya di headboard.
__ADS_1
"kau akaan turun kebawah sendiri??" tanya Agam yang sama sekali tidak kesal Dinda mendorongnya menjauh. Dinda hanya menjawab dengan anggukan kepala. "apa kau lupa dengan kaki mu?? apa kau akan turun dengan keadaan mu seprti itu??". imbuh Agam.
"bukannkah rumah mu memiliki lift, aku pakai lift saja turun kebawah." jawab Dinda dengan santai.
"tidakk... aku tidak mengijinkan mu turun kebawah sendiri, kau belum terbiasa memakai tongkat. cepatlah mandi, aku akan menunggu mu. air hangat sudah aku siapkan." titah Agam.
"apa... kau menyiapkan air untukku mandi masss??" tanya Dinda tidak percaya dengan perlakuan manis Agam padanya. karna saat mereka menikah dulu, Agam tidak pernah melakukan hal seperti itu.
"iaa..." Agam kemudian menarik tangan Dinda dan kemudian mengendongnya tiba tiba dan langsung membawanya masuk ke dalam kamar mandi.
"mass... turunkan aku, aku bisa ke kamar mandi sendiri." pekik Dindaa..
Agam tidak memperdulikann penolakann Dinda ia tetap membawanya dan mendudukkan Dinda di closet. "aku akan menunggu mu di luar, kalau ada apa apa panggil aku saja." ucap Agam lalu pergi.
"ishhhh...!! laki laki itu, mengapa semakin tua dia semakin menyebalkan saja." gerutu Dindaa.
....................
pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Dinda yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan berjalan melompat dengan kaki kirinya di lipat kebelakang. ia telah berpakaian rapi memakai dress mini berwarna pink.
Agam yang duduk di sofa melihat hal yang dilakukan Dinda langsung berdiri dan menghampiri Dinda dengan wajah kesal.
"mengapa kau tidak memanggil ku?? kau bisa jatuh berjalan seperti itu." omel Agam.
"aku bisa sendiri masss... mass jangan kawatir seperti itu." balas Dindaa dengan kesal.
Agam menghela nafasnya, ia harus ekstra sabar menghadapi sifat Dinda yang masih kanak kanakkan dan tidak mau mengalah.
"ya sudahh... ayo kita kebawaaa." ajak Agam dan kemudian memberikan tongkat ke Dinda. wajah Dinda berubah masam, ia mengira Agam akam mengendongnya. kalau mengunakan tongkat, bakalan lama sampainya. ia sudah kelaparann. "lo kok cemberut gitu??" tanya Agam menyadari perubahan wajah Dinda.
__ADS_1
"mau gendongg, gak mau jalan." ucap Dinda pelan menunddukkan kepalanya. saking pelannya Agam tidak mendengar nya dengan jelas.
"Kau bilang apa sayangg... coba besar kan suaramu, aku tidak mendengar jelas apa yang kau katakan." ucap Agam.
Dinda meremas bajunya dengan bibir manyun. wajahnya di tekkuk kebawa. "mau di gendongg.." teriak Dinda kesal. "dasar laki laki gak pekaa." umpat Dinda.
"kau mau di gendongg??" Dinda mengangguk pelan. Agam kemudian tersenyum. "kenpa gak bilang sih sayangg."
Tanpa Aba aba Agam langsung mengangkat tubuh Dinda dan mengendongnya Ala bridal style.
"masss.... kenapaa gak bilang dulu kalau mau gendongg, aku kan jadi kaget." omel Dindaaa.
cup
Agam mengecup bibir Dindaaa membuat wanitanya itu langsung terdiam.
**bersambung
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
terima kasih telah membacaa**...