
...Jangan lupa like and vote...
...🌷🌷🌷🌷🌷...
...⚘⚘...
🌺happy reading🌺
setelah makan siang, mama Sinta pulang terlebih dahulu, karna sudah kelelahan. Dinda yang ingin ikut dengan mama Sinta di halangi oleh Agam. Agam meminta Dinda pulang bersama nanti. Agam berencana membawa Dinda makan malam di luar.
Dinda mengiyakan permintaan Agam, ia akan menunggu Agam menyelesaikan pekerjaannya, dan mereka bisa pulang bersama. Dinda juga belum ingin pulang ke rumah.
satu minggu ini Agam sangat sibuk di perusahaan, waktunya lebih banyak dengan pekerjaanya, ketimbang dengan Dinda. Agam tengah menyelesaikan masalah di perusahaannya. jika sudah baik, ia akan kembali ke tanah air..
"mass, masih lama gak sih?" tanya Dinda yang kini duduk di depan meja kerjanya. sikunya menempel di meja dengan mengkatupkan kedua pipinya menatap Agam dengan wajah memelas. sungguh Dinda sangat mengemaskan di mata Agam.
"sebentar lagi." Agam menyentuh pipi cabi Dinda sejenak dan tersenyum. "bersabarlah." sambungnya kemudian.
Dinda menghela nafasnya. "baiklahh." Dinda mengalah.
Tok
tok
tok
suara ketukan pintu mengalihkan pandangan Dinda. terlihat sekretaris Agam di depan pintu.
"Sirs Erlaubnis, es gibt ein Dokument, das Sie unterschreiben müssen."(permisi tuan, Ada dokumen yang harus anda tanda tangani).
ucap sekretaris Agam.
"Bitte komm rein catherine." ( Silahkan masuk Catherine).
Catherine tersenyum, dan kemudian melangkah masuk dengan gaya anggun.
__ADS_1
apa dia sekertariss?? mengaapa seperti model sajaa. pikir Dindaa, Dinda terus memandangi penampilan sekretaris Agam yang sangat seksi.
"cihh... kalau aku berpakaian seksi mass Agam bakalan protesss..." gumam Dinda dalam hati merasa kesal.
"Danke mein Herr." (terima kasih tuan). ucap Catherine setelah dokumen di tanda tangani Agam dan di berikan lagi padanya. suara nya di buat selembut mungkin. Catherine sesekali melirik Dinda, Dinda menyadari itu dan merasa Risih.
"sepertinya Ada ulat buluuu lagiii." gumamnya dalam hati.
Catherine pun keluar dari ruangan Agam.
"apa harus dia sekretaris mu??" tanya Dinda menatap intens Agam yang berada di hadapannya.
"iaa... saya suka pekerjaaannya. ada apa memangnya sayang?" Agam membalas tatapan Dinda..
"sepertinya dia menyukai mu??" ucap Dinda, ia mengungkapkan ke curigaan yang ada dalam hatinya pada Agam. ia tidak ingin menyembunyikan sesuatu pada Agam.
"mana mungkin sayangg.. Catherine sudah memiliki kekasih kok." bantah Agam. "sudah jangan pikirkan lagi, buang kecurigaan mu itu. aku kembali kerja dulu sayang setelah itu kita pergi jalan jalan."
hari mulai gelap, pekerjaan Agam sudah selesai. Agam bersiap siap untuk pulang. Agam yang sibuk bekerja tidak menyadari Dinda ketiduran karna menunggunya.
Agam tersenyum melihatnya. ia mengambil hp dan mengambil gambar Dinda yang sedang tertidur pulass.
"tidur sajaa, kau masih sangat cantik." puji Agam, mengelus pipi Dinda.
merasakan sesuatu menyentuh pipinya, Perlahan Dinda membuka matanya. ia kaget saat melihat wajah Agam berada beberapa senti dengan wajahnya.
"mass Agam." pekik Dinda dengan suara parau.
cup Agam mengecup keningnya lagi.
"i lovee you." kata kata singkat Agam langsung mengetarkan jiwa dan hatinya. Dinda terdiam membisu dan terus memandangi wajah Agam.
__ADS_1
"bisakah mas mengatakan itu tiap hari." pinta Dinda tanpa sadar. kata kata itu sangat indah di pendengarannya. ia ingin terus mendengarnya.
"i love youu..."
cup
Agam mengecup singkat bibir mungil Dinda. wajah Dinda memerah seperti kepiting rebusss. jika saja ia punya sayap, ia akan langsung terbang kelangit saking bahagianya.
...............
beberapa saat kemudian Agam dan Dinda tengah berada di restoran di tengah kota Berlin. Dinda menikmati makanan khas Jerman. yaitu Gulaschsuppe.
Gulaschsuppe merupakan kuliner khas Jerman. Sup kental yang berisi daging sapi atau babi, karna ia muslim Mereka memesan dari daging sapi. Daging ini tidak dipotong seperti biasanya, tetapi daging ini dicincang agak besar. Biasanya, orang-orang Jerman memakan sup ini bersama roti.
"Masss..." Dinda mengarahkan sendoknya ke mulut Agam.
Agam menerima suapan Dinda dengan senang hati. suasana menjadi sangat romantis, di tambah lantunan musik di restoran itu.
sementara Agam memakan Falscher Hase.
Falscher Hase merupakan kuliner khas Jerman yang terbuat dari daging sapi cincang yang dicampur dengan telur, tepung dan bawang. Falscher hase dapat dihidangkan dengan cara diiris pipih dan dibumbui dengan sedikit saus di atasnya.
Agam tidak mau kalah, Agam menyuapi Dinda juga. "enak mass." puji Dinda sambil mengunyah makanann yang di berikan Agam barusan.
"sepertinya, makanan ini akan menjadi makanana favoritku. semuanya sangat enak."
"aku akan membawa mu makan kesini setiap hari." Ucap Agam.
"jangann... sia sia dong diet aku mass." tolak Dinda dengan tegass.
Agam tertawa dan mengacak rambut Dinda, ia semakin gemas melihat tingkahnya. ia sudah tidak sabar menjadikan Dinda lagi istrinya.
ia harus bersabar enam bulan lagi. enam bulan bagaikan 100 tahun menunggu hari itu.
bersambung
__ADS_1