Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Pertengkaran kecil


__ADS_3

.di sore hari.


dinda sudah berada di rumah mertuanya. rumahnya hanya ada pelayan. mama dan papa mertuanya sedang di luar negri. setiap bulan merekaa selalu pergi ke luar negri. papa mertuanya terus memantau perusahaan cabangnya di sana.


dinda pun masuk kedalam kamarnya, ia langsung mandi karna badannya terasa lengket. setelah mandi dinda masuk ke dalam ruang ganti untuk memakai bajunya.


saat membuka lemari, dinda kaget dres dres dan pakaian ketat nya yang lain tidak ada di dalam lemarinya.


"baju baju ku kemana??" gumamnya.


dinda segera memakai dres rumahan berwarna merah muda. ia pun langsung keluar kamar dan memanggil salah satu pelayan.


"mbak ayu...!!" panggil dinda saat berada di dapur. hanya pelayan bernama ayu yang di temuinya.


"ehh nonaa..." pekik pelayan ayu baru kali ini melihat istri majikannya menginjak dapur.


"ada apa nona??" tanya nya kemudian.


"mau nanya mbak, baju baju aku di lemari kemana yahh?? kok banyak yang gak ada." tanya dinda.


Terlihat sih pelayan ayu gemetarr saat dinda menanyakann baju nya. " i itu non di dibuangg." Jawabnya gugup.


"what...!" Pekik dinda langsung memijiit pelipisnya. Baju baju kesayangannya di buang. " why throw it away??."


"Apa non??" Pelayan ayu bingung karna dinda memakai bahasa inggris.


Dinda menghela nafasnya, matanya mulai berlinang linang. Baju baju kesayangannya di buang.

__ADS_1


"Hikss Ke kenapa baju dinda dibuangg mbakk?? Terus yang suruh buang siapa... itu baju kan dindaa...!" Dinda mulai menangiss..


" duh gusti ojo nangis." Pelayan ayu panik melihat majikannya menangis.


"Hiksss hiksss hiksss kenapa baju baju dinda di buanggg.... itu baju kesayangan dindaa..." bukannya berhenti dinda semakin menangis bahkan suaranya meninggi seperti anak kecil kehilangan balonnya. Dinda menghentak hentakkan kakinya.


"Nonn... jangan nangiss..." bujuk pelayan ayu.


"Siapa yang  buang bajunya dinda??" Tanya nya di sela sela tangisannya.


"I i tuu non." Pelayan ayu akan menjawab seseorang di belakangnya mendahuluinya.


"Aku yang menyuruh pelayan membuang baju mu." Potong agam yang telah berdiri di belakang dinda.


Dinda langsung membalikkan badannya, tangisnya terhenti sejenak. Dinda menghampiri suaminya dengan wajah kesal. Tangannya langsung memukul dada suaminya.


"Kenapa mass membuang baju baju kesayangan ku haaaaa....??" Tanya dinda terisak isak menahan diri agar tidak menangisss, walau air matanya terus berjatuhan.


Dinda kaget saat agam membentaknya. Ia berhenti memukul dada suaminya dan kemudian berlari meninggalkannya begitu saja. Hatinya sakit saat suaminya membentaknya.


"Dindaa...!!" Teriak agam.


Agam mulai menyadari membentak dinda, ia terpancing emosinya karna baju istrinya menangis seperti itu. Agam pun mengejar dinda ke kamar.


Ceklek


Saat masuk ke kamar agam melihat dinda tengah menangis di atas tempat tidurnya. Dinda memeluk guling dan menutup wajahnya dengan guling tersebut. Agam menghampirinya dan duduk di sisi tempat tidur tepat di samping dinda. Dinda menyadari suaminya membalikkan badannya membelakangi agam.

__ADS_1


Agam menghela nafasnya dulu. Dan kemudian memegang bahu dinda dan mengelusnya dengan lembut.


"Maafin mass yah." Ucap agam di dekat telinga dinda. "Maaf mass membuang baju baju mu.


 Mas tidak mau memakai baju seksi seperti itu, hanya mass lah yang menikmati tubuh seksi mu itu. Mass tidak ingin orang orang menikmatinya juga, kalau kamu mau memakai baju seksi hanya di depannku, bukan di depan teman teman di kampusmu." Jelasnya.


Mendengar penjelasan suaminya dinda langsung bangun duduk menatap kesal agam suaminya. "Seksi apanya masss... baju baju dinda masih di kata normall, mass keterlaluan udah buang baju baju kesayangan dinda." Gerutu dinda kesal.


"Sa sayanggg...!"


"Sudahhh... mas jangan bicara lagi, aku tidak mau berbicara dengan mas lagi." Dinda merajuk dan kemudian berbaring kembali menutup wajahnya dengan selimut.


Agam menghela nafasnya lagi, menghadapi dinda harus memiliki eksta kesabaran. Ia sadar dinda masih remaja masih memiliki sifat kanak kanakkan.


...**bersambung...


*


*


*


*


*


jangan lupa like, vote dan juga kalau suka cerita nya di jadi kan favorit yahhh...

__ADS_1


komentarnya jangan lupa yahh paraa readers, agar Authornya semangat nulisnya🤗🤗..


terima kasihh**


__ADS_2