
dinda duduk terdiam di sisi tempat tidur agam, kedua tangannya di remas remas karna gugup. keringatnya sudah membasahi badannya, padahal ia baru saja mandi dan suhu ac di kamar sudah dingin.
ceklek
pintu kamar mandi terlihat agam keluar dari sana hanya memakai handuk melingkar di pinggangnya. terlihat jelas perut sobek dan juga otot ototnya. seketika mata dinda membulat sempurna, ini kali pertamanya melihat tubuh seorang pria.
" you are so perfect." celetuk dinda tanpa sadar.
"apaa.... kau ngomong apa tadi dindaa..??" tanya agam yang mendengar ucapan dinda, namun tidak tau dinda mengatakan apa. suara dinda samar samar.
dinda tidak menjawab, terus memperhatikan beberapa pack yang tercetak jelas di perut suaminya.
"Dindaa?"
"ah iaaa."
gadis cantik itu tersadar dari lamunannya. agam hanya menghela nafas, mendekat ke arah dinda yang sedang duduk di sisi tempat tidurnya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan dinda? sedang berpikir kotor, hm?". tanya nya sembari menatap dinda penuh arti.
__ADS_1
glek
sulit bagi dinda menelan ludah nya saat itu. ia begitu sangat gugup. mata dinda melotot segera mengelengkan kepalanya. "ti tidak." elak dinda.
Agam tersenyum licik menatapp tajam ke arah dinda. membungkukkan badannya agar sejajar dengan dinda. lalu mendekatkan wajahnya ke arah dinda, dengan satu alis terangkat. jangan di tanya lagi kondisi dinda saat itu. jika dirinya memiliki penyakit jantung mungkin telah serangan jantung mendadak. saat ini jantungnya berdebar debar sangat kencang.
cup
mata dinda kembali melotot membulat sempurna, saat bibir agam menyentuh bibirnya. agam kembali berdiri dengan wajah tak dapat di baca.
"ahhh my first kiss." pekik dinda.
dinda akan protes, namun dirinya kembali teringat bahwa agam adalah suaminya dan berhak atas diri dan juga tubuhnya. jika mengingat hal itu bulu kuduknya berdiri merinding. ia belum siap menyerahkan tubuhnya pada suaminya..
dinda tidak menyangka, agam menjadi mesum seperti ini padannya. "ti tidak aku bisa mandi sendiri."
segera dinda berdiri dan berlari bathroom. ia mengunci pintu dan kemudian menyandarkan punggungnya. tangan mengusap dadanya, detak jantungnya masih berdebar debar sangat kencang.
"astaga, apa yang sedang aku pikirin sih? perut sobeknya mengoda iman aku... no nooo sadar dindaa... jangan pikir mesumm... dasaar begooo." dinda memukul mukul kepalanya agar melupakan kejadian memalukan barusan. setelah itu dinda memutuskan mandi agar segar.
__ADS_1
beberapa saat dinda selesai rituan mandinya. ia tersadar lupa membawa handuk dan juga piyama tidurnya.
"uhhhh dindaa..!"
dengan terpaksa dinda memanggi suaminya. berharap suaminya berada dalam kamarnya dan bisa meminta nya mengambilkan handuk.-
"kok gak ada jawaban... apa mas agam udah tidur atau keluar kamar lagi." gumamnya.
karna tidak mendapatkan jawaban dari agam. dinda membuka sedikit pintu bathroom. namun seketika terkejut saat melihat suaminya berdiri di depan pintu.
"astaga mass, mas kenapa ada di sini??" pekik dinda.
"bukannya kamu memanggil ku barusan, ada apa??" tanya agam santuyy.
dinda menghela nafasnya dulu mengusap dadanya karna masih kaget. "mass... i itu mass, dinda lupa bawa handuk hehehheee." dinda cengegesa hanya kepala terlihat di pintu.
"tunggu sebentar." agam pergi masuk ke dalam changing room mengambilkan handuk baru pada istrinya.
"nihhh...!!" agam memberikannya handuk putih.
__ADS_1
langsung di ambil oleh dinda.
#next