
"wahh ada kak dikaa." pekik alysia.
dika adalah kakak bima, alysia sudah lama naksir dengan dika, jika melihat dika alysia akan menjadi agresif. ia terang terangan menyukai kak dika, namun kak dika bersikap acuh tak acuh pada alysia.
"kak dika." alysia langsung merangkul lengan dika.
"icaaa...!!" pekik dika, dika menarik tangannya namun alysia mempererat pelukkannya, terlihat dika tidak nyaman. "lepasin caa..." pintanya kesal.
"entarr kak dikaaa, icaa masih kangen." rengek alysia suara manja.
"sepertinya akan ada yang jadi iparan nih." sindir dinda kepada bima dan alysia.
"widhhhhh, gakk mau ihh punya iparr kayak dia." tolak bimaa mentah mentah.
"ihhh ressee...!!" gerutu alysiaa kesal.
"ehh udah udah berantemnya, ayo masukk." ajak dimas.
"ayo" ucap mereka serentak kecuali dinda.
"a aku balik aja yahh." pinta dinda dengan bibir manyun.
"lo kok mau balikk, ih gak seru tau." gerutu alysia.
"ia din ngapain balik, baru juga nyampe." timpal bima.
"aku gak pernah ketempat ginian bim." bisik dinda.
__ADS_1
bima tersenyum, tangannya meraih tangan dinda dan mengandengnya.
"kamu jangan takut din, aku dii sini selalu jagain kamu."
dengan terpaksa dinda pun masuk ke dalam club. penampilannya yang seksi, menjadi sorotan para lelaki di dalam sana. dinda semakin risih.
mereka pun duduk di meja yang masih kosong. bima memesan beberapa minuman dan juga cemilan.
pesanan mereka datang. bima, dika, dimas, dan rio langung meminum minuman beralkohol itu.
"din... lo mau nyoba gak." alysia memberikan dinda gelas yang berisikan minuman angur.
dinda mengangguk, melihat teman temannya minum. ia juga ingin mencoba minuman itu.
"sebelum minum, kita cearsss dulu dongg."
cersssss.
setelah itu mereka meneguk habis minuman itu.
"wueee minuman apaa ini... gilaaa anehh banget." pekik dinda. begitu juga dengan alysia bergidik sendiri di kala meneguk minumannya.
"cip cip cip." mengecap ngecap lidahnya berkali kali. "tapi lama lama lumayan juga." ucap dinda kembali menuangkan minumnya
beberapa saat kemudiian, dinda dan alysia sudah mabuk.
"arghttttt." pekik dinda sambil memejamkan mata dan mengelengkan kepalanya setelah meminum alkohol itu.
__ADS_1
"guee... jadi pengen joget din." ucap alysia dengan suara paraunya. setelah itu ia berdiri di atas sofa dan berjoget.
alunan alunan musik di club itu, membuat mereka jadi ingin berjoget. melihat sahabatnya berjoget, dinda tidak mau kalah. ia juga berdiri di ataas sofa dengan sempoyongan.
"bimmm....!! kakk dikaa, dimas, roy ayooo kita jogettt..." heboh dinda dengan suara parau.
"ia din...!!" jawab mereka.
dari jauh sepasang mata menatap tajam ke arah dinda. ia adalah agam, ia sedang bersama rekan bisnisnya.
geram meelihat kelakuan istri kecilnya itu. ia mebebaskan dinda, namun ini sudah kelewatan. agam tidak menyangka pergaulan dinda sudah di lewati batas. terlebih melihat dinda berjoget dan terus meminum minuman beralkohol.
sudah tidak tahan lagi, agam berjalan menghampiri dinda. dan langsung menarik tangan dinda yang sedang berdiri di atas sofa. hingga membuat dinda terjatuh ke dalam pelukkannya.
"ahhhhh." pekik dindaa.
"kamu ngapain di sini dinda..." sembur agam geram.
dinda mengangkat wajahnya. "ehhh ada masss agamm...!" hebohnya. "mas kita joget yookk kayak teman temannya dinda." ajaknya menarik tangan agam.
"dinda... ayo pulang." agam menarik tangan dinda pergi dari tempat itu
"dindaa...!!" teriak bimaa, melihat dinda di seret oleh agam.
"aku balik dulu yah bimm bay bayy..."
...Bersambung...
__ADS_1