Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Pertengkaran lagi


__ADS_3

kafe bibi natasya sudah tutup, dinda pun bersiap siap untuk pulang. sebelum pulang bibi natasya memberikannya cake coklat kesukaannya.


sesampai di parkiran untuk mengambil motor metiknya, dinda kaget ban motornya bocor/kempes.


"looo...!! kok bocorr sihh." gerutunya. "padahal tadi baik baik saja kok tiba tiba bocor." omelnya dan kemudian menendang ban nya saking kesalnya. "bagaimana pulangnya. bibi sama natasya udah balik lagiii.... ahhhh nyusahin aja nih motor." dinda memijit pelipisnya.


"heyy...!!" sapa seseorang di belakangnya, dinda pun membalikkan badannya. "ada yang perlu saya bantu." tawar laki laki tampan yang berdiri di depannya. dinda memperhatikan penampilan laki laki di hadapannya itu.



jangan menilai dari penampilan dindaa... kau harus menghindarinya mungkin saja dia orang jahat.


"tidak perlu." jawab dinda membalikkan lagi badannya. ia segera berjalan menuju jalan raya, ia berencana mencari taxi di sana. tidak mungkin baginya, membawa motornya dengan ban yang bocor. soal motor ia akan mengurusnya besok.


saat melangkah pergi laki laki itu menarik tangann dinda, membuat badannya tertarik mundur.


"apa apa an kamu, jangan kurang ajar yah sama perempuan." omel dinda sangat kesal. "lepasss gakk.." dinda berusaha melepaskan tangan orang itu dari pegelangan tangannya.


"kau ikut dengan ku, aku akan mengantar mu pulang." ucap laki laki itu lalu menarik dinda menuju ke mobilnya.


"a aku gak mauu, kamu pasti orang jahat akan menculikku kan..." tuding dinda mulaai panik dan takut.


"kau tenang saja.. aku bukan orang jahat. coba kau lihat di sana." laki laki itu melirik belakang kafe, dinda melihat arah pandangan laki laki itu. ada beberapa pria berwajah menakutkan di sana sedang mengawasinya. "mereka lah yang membuat ban motor mu bocor, aku melihatnya tadi. mereka pasti merencanakan hal buruk padamu." bisik laki laki itu. "ayo ikut dengan ku sajaa... aku bukan lah laki laki jahat, aku akan mengantar mu pulang dengan selamat."


dinda segera mengangguk, karna takut melihat kawanan laki laki itu. bagaimana bisa ia tidak menyadari mereka disana. segera dinda masuk kedalam mobil laki laki itu.


"alamat rumah kamu di mana??" tanya laki laki itu sambil fokus menyetir.


"di jl. canxxxxxx." jawab dinda pelan.

__ADS_1


laki laki itu mengangguk dan melajukan mobilnya ke arah alamat di sebutkan dinda.


"apa kau tidak takut, pulang malam malam seperti ini sendiri." seru laki laki itu.


"takut sihhh... tapii gimana lagi, kafenya baru tutup malam." jawabnya santuy. "oh yaahh, makasih udah mau nganterin. dan maaf udah mikir kamu bukan bukan tadi." dinda menunduk, tidak enak hati. sikap nya tadi yang kurang baik pada laki laki itu.


laki laki itu tersenyum sesekali melirik dinda. "yang kau lakukan sudah benar, kau harus bersikap seperti itu dengan orang yang baru kau kenal. kita tidak tau orang baru itu baik apa jahat."


kenapa cara bicaranya sama dengan mas agam yahhh...


gumam dinda dalam hati. tanpa di sadari matanya terus menatap arah laki laki itu.


"kau pengunjung tadi di kafe kan??" tanya dinda baru mengingatnya.


"ia, aku pengunjung terakhirmu." jawab laki laki itu. "nama ku Andra, kau pasti dinda waiters kafe XXXX kan."


laki laki itu tersenyum lagi. beberapa hari sudah ia mengunjungi kafe itu, hanya untuk melihat wanita yang duduk di sebelahnya sekarang. pertama kali melihat wanita itu, ia sudah langsung menyukainya pada pandangan pertama.


"loh kok senyum senyum aja gak di jawab." gerutu dinda mulai kesal.


"semua pengunjung kafe tau nama kamu." jawab Andra.


dinda hanya mengangguk dengan bibir manyun. ini pasti natasya sahabatnya, kalau ada pengunjung laki laki di kafe dari mudah sampai aki aki menanyakann namanya ia langsung menjawabnya dengan santuy.


beberapa menit kemudian mobil pun berhenti di depan rumah dinda. wajah dinda kembali kesal saat melihat mobil agam terparkir di depan rumahnya.


"mass agam pasti mencariku menanyakan perceraian itu."


"terima kasihh udah nganter aku, maaf udah merepotkan kamu."

__ADS_1


"kaau sama sekali tidak merepotkan ku. aku senang bisa mengantar mu pulang."


dinda mengangguk pelan. "aku masuk dulu. maaf gak ngajak kamu masuk udah malam soalnya."


"ia tidak apa apa." jawab Andra


dinda pun turun dari mobil itu, saat turun dari mobil agam juga keluar dari mobilnya dan berjalan menghampirinya.


"kau dari mana saja pulang jam segini." omel agam.


"suka suka aku dong pulang jam berapa." balas dinda dengan ketus, ia menerobos agam namun tiba tiba pegelangannya di cengkram agam. "apa apa sih kamu mass. ngapain kamu kesini, sebaiknya kamu pulang mas urusi wanita mu itu."usir dinda.


"kau masih istri ku dinda, walau kau mengurus perceraian kita di pengadilan. aku akan berusaha mengagalkan semuanya." ucap agam tegass.


dinda menghempas tangannya hingga tangan agam terlepas dari pegelangan tangannya.


"menurutku kau sudah bukan suami ku. sebaik nya mas pulang, bertanggung jawab lah dengan wanita yang sudah kau hamili. pergilah jangan menemuiku lagi." teriak dinda penuh amarah.


ini kali pertamanya agam melihat dinda semarah itu.


Andra yang masih berada di tempat itu pun turun dari mobil. melihat laki laki yang turun dari mobil mengantar dinda, agam tersulut emosi.


"oo... pantas saja, kau ingin cepat cepat berpisah dengan ku. diam diam kau juga selingkuh di belakangku." tuding agam suara meninggi, menatap tajam dinda dan juga andra.


plak


tangan dinda melayang di pipi agam dengan keras, mata merah dinda menatap penuh kebencian suaminya itu. ia tidak menyangka agam akan menuduh nya seperti itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2