
...JANGAN LUPA LIKE AND VOTE...
...🌿🌿🌿🌿🌿...
...🌲🌲...
🌸happy reading🌸
keesokkan paginya sama seperti hari hari biasa, Dinda berangkat ke kantor yang biasanya ia berangkat dengan semangat namun tidak hari ini, ia berangkat dengan sangat malas. bukan hanya karna Mantan suaminya, melainkan teman teman kantornya yang mengosibkan dirinya dengan Agam.
benar tebakkan nya, saat tiba di lobby utama, para karyawan di sana memandang ke arahnya. mereka saling berbisik dan terus menatap tidak suka padanya.
Dinda melangkah pelan sambil menunddukkan kepalanya, ia risih di tatap seperti itu. tiba tiba seseoran mendorongnya hingga membuatnya terjatuh dengan lutut terbentur di lantai. Dinda meringis kesakitan, ia membalikkan kepalanya melihat orang yang dengan sengaja mendorongnya.
"sekretaris Alin." pekik Dinda. Alin adalah sekretaris Pribadi Agam. ia menatap penuh kebencian padanya. "sekretaris Alin, mengapa kau mendorongku." seru Dindaa.
"Dasar pengoda, wanita ja*a*g. apa yang sudah kau lakukan haa...?? gara gara kamu tuan Agam memindahkan jabatan ku. apa kau sudah memberikan tubuh mu padanya." Murka Alin.
kemarin, Agam membuat keputusan memindahkan Sekreraris Alin, menjadi sekretaris manger pemasaran. ia tidak terima dengan keputusan Agam.
__ADS_1
berita tentang Dinda akan mengantikan posisi Alin membuat wanita berpenampilan seksi itu Murka. terlebih tiap hari Agam membelikan bunga mawar untuknya. sudah bertahun tahun ia mengejar cinta Agam namun Semua tidak ada hasilnya, Agam sama sekali tidak tertarik padanya..
Alin kemudian maju dan menjambak rambut Dinda dengan sangat kasar, Dinda meringis kesakitan di kepalanya. ia ingin melawan akan tetapi lututnya terluka, ia kesulitan untuk berdiri.
dua wanita yang satu devisi dengan Dinda menghampiri mereka, mereka sangat senang melihat Dinda kesakitan. sejak Dinda bekerja di kantor ini, semua pria terus mengagumi kecantikkannya. membuat dua wanita yang biasanya di gilai pria sekantor kini tersingkirkan akan kehadiran Dinda.
wanita bernama Nindy senior Dinda tanpa belas kasihan menginjak pegelangan kakinya dengan high hils nya. Dinda histeris kesakitan.
"rasakan itu, wanita j**a*g seperti mu tidak pantas bekerja di kantor ini, kau pantasnya bekerja di club malam. menjadi p*l*c*r." ucap Nindi dengan suara tinggi.
plak
"siksa saja dia.. tuan Agam sedang rapat di luar." sungut Alin begitu senang melihat wanita itu kesakitan.
beberapa karyawan di tempat itu hanya menonton. Natasya yang baru saja datang kaget melihat Dinda di kroyok tiga wanita, Dinda histeris karna kesakitan.
tanpa pikir panjang Natasya datang dan mendorong ketiga wanita itu dengan kasar. cika yang juga baru datang menghampiri Dinda dan membantu nya berdiri.
ke tiga wanita itu tersungkur di lantai akibat dorongan oleh Natasya.
__ADS_1
"apa yang kalian lakukan pada sahabatku." geram natasya penuh amarah. Dinda begitu sangat berarti dalam hidupnya. karna penampilannya yang culun tidak ada yang mau berteman dengan nya kecuali Dinda.
saat di kampus, ia di bully dengan seniornya Dinda lah yang melawan seniornya itu demi menolongnya. Dinda selalu ada di saat ia meminta pertolongannya. melihat Dinda di siksa seperti itu, Amarah Natasya naik ke ubun ubunnya. yang biasanya bicara dengan lembut, kini meninggikan suaranya, dan menghina ke tiga wanita itu.
Alin yang tidak terima di dorong oleh Natasya membalasnya mendorong balik natasya. natasya yang tidak terima pun menghajar Alin tanpa ampun.
Nindy dan Lola maju dan akan membantu Alin yang sedang di jambak rambutnya oleh natasya. belum mereka menolongnya, Cika maju dan mendorong kedua wanita itu membuat mereka terjatuh di lantai. cika yang biasa nya kalem terlihat menakutkan. jangan pandang enteng dengan orang sabar, orang sabar kalau marah bakalan bahaya.
cika melanjutkan aksi nya memukul kedua wanita itu silih berganti, ia tidak perduli mereka seniornya. mereka sudah sangat keterlaluan, ia juga membalas sakit hati ke dua wanita itu yang terus memberinya berkas berkas yang seharusnya di kerjakan oleh mereka memberikannya padanya. seringkali dirinya dengan Dinda harus lembur karna ke dua wanita yang tidak berguna itu. kerjaan mereka hanya lah berdandan dan tebar pesona ke atasan atasan mereka.
Dinda hanya diam memantung sambil bersandar di tembok, memperhatikan kedua sahabatnya bergelut dengan ketiga wanita itu. ia tidak bisa membantu ke dua sahabatnya kaki nya masih sangat sakit, kepalanya pusing di jambak dan di tampar oleh Alin dan Nindy.
"sedang apa kalian??". suara bariton di lobby mengagetkan semuanya. Natasya dan cika menghentikan aksinya dan kemudian berdiri, mereka tidak terlihat takut melihat Pemilik perusahaan tengah berada di lobby dengan Asisten Roy.
...bersambung...
**JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN JUGA BERI KOMENTAR NYA DI KOLOM BAWAH.
AGAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT NULISNYAAA..
__ADS_1
TERIMA KASIH PADA KALIAN YANG SETIA MENUNGGU KELANJUTANNYA**.