Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Kau milikku


__ADS_3


dinda turun dari taxi, ia lebih memilih menaiki taxi ketimbang memakai mobil pemberian mertuanya. Barang barang yang di bawah nya barang barang miliknya sendiri. ia tidak mengambil barang barang dari mertua atau pun suaminya.



ia memandangi rumah lamanya bersama ayah nya dulu, saat ini ia membutuhkan sosok mendiang ayahnya. hatinya sedang terluka, ia membutuhkan seseorang namun dirinya kini hanya sendiri.


"ayahh... maafkan dindaa, dinda tidak bisa mempertahankan pernikahaan dinda. semakin lama bersamanya hati dinda semakin sakit. ayah tenanglah di sana dinda akan baik baik saja di sini." cairan bening terus menetes keluar dari mata lentiknya, namun segera di usapnya.


kini tekadnya sudah bulat, untuk berpisah. sudah tidak ada laagi mempertahankan pernikahannya. hatinya sakit melihat foto foto dan pesan yang dikirim tania padanya. ia tidak bisa bersama laki laki milik wanita lain.


di tambah mengetahui wanita itu sedang mengandung anak suaminya. sampai kapan hatinya akan terluka dan sakit. ini sama saja membunuhnya perlaha. ia sudah tidak bisa mempertahankan pernikahannya. ia akan mencoba mengikhlaskan agam suaminya walau hal itu sangatlah sulit, namun ia harus melepasnya. ia juga tidak akan rela jika harus di madu.


dinda memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkannya dengan Kasar. ia mencoba tersenyum, tersenyum di balik deritanya, senyum di balik ke sedihannya. ia tidak boleh larut dalam kesedihannya.


"*setelah semua selesai, aku akan melanjutkan cita cita ku... di balik musibah semua pasti ada hikmah di baliknya."


"Senyum adalah pertahanan terbaik melawan di dunia yang ofensif*."


mulai merasa tenang hatinya kembali panas saat mobil berhenti di depannya. dengan kesal, dinda langsung menarik kopernya, ia tau pemilik mobil yang di depannya itu. pemililk mobil itu adalah agam suaminya. agam turun dari mobil dan menghampiri istrinya. dinda mengambil kunci pagar di dalam tasnya.


"sayangg..!" panggil agam meraih tangan istrinya, namun dinda langsung menepis tangan agam dengan kasar. mendapatkan kunci segera membuka gembok pagar rumahnya dan masuk, agam menyusulnya.


"maafkan aku dindaa..." agam meraih tangan dinda lagi dan menariknya dengan paksa. ia mengengamnya dengan kuat, agar dinda tidak bisa melepasnya. "hari itu aku di jebak oleh taniaa,"


**3 minggu yang lalu.


pukul 07 malam**.


agam bersiap siap untuk pulang. hari itu perkerjaannya numpuk hingga ia pulang terlambat. saat sudah menaiki mobilnya sebuah pesan masuk di hpnya. segera ia membuka dan membacanya.


pergilah ke apartement ku sekarang, jika tidak aku akan bunuh diri.

__ADS_1


agam kaget saat mendapatkan pesan dari tania, karna tau tania oranng yang nekat. tanpa pikir panjang agam melajukan mobilnya menuju apartement mantan kekasih nya itu.


lima tahun bukan lah waktu yang sebentar. walau hatinya sudah tidak bersamanya lagi, namun tania pernah mengisi hari hari sepinya, pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.


40 menit perjalanan.


agam telah sampai di depan apartement tania. berkali kali agam menekan bel namun tania belum membuka pintunya. agam semakin kawtir saat telponnya tidak di angkat tania.



agam masih mengingat pasword pengaman apartemen tania, segera agam menekan tombol tombolnya di sebelah pintu. pintu pun terbuka, tania belum menganti kodenya.


agam pun langsung masuk mendapati tania sedang duduk di bar mini sambil meminum minuaman mengandung alkohol itu. tania sudah mabuk berat. ia terus meracau.


"apa apaan kamu tania." agam mengambil gelas di tangan tania. "apa kau gilaa." geramnya.


tania tersenyum melihat kedatangan agam.



agam mendorong pelan tania yang memeluknya.


"taniaaa... sadarlahhh aku tidak mungkin bersama mu lagi, aku sudah menikah. kau harus terima semua itu." serunya.


"aku tidak perduli baby kamu sudah menikahhh... kau adalah milikku, kau tetaplah milikku." sahut tania penuh penekanan matanya sudah berkaca kaca.


"aku bukan milik mu tania. aku sudah memiliki istri, aku miliknya. dan kau harus terima, bahwa hubungan kita telah berakhir." ucap agam dengan tegas.


"kalau kau tidak menginginkan ku kenapa kau datangg saat aku mengirimkan mu pesan.. kau masih mencintaiku kan baby. kau masih memperdulikan ku baby." tangis tania pecah.


"aku sudah tidak mencintaimu, aku kesini karna kau mengancam akan bunuh diri. aku perduli karna kau pernah menjadi seseorang berarti dalam hidupku." ucap agam. "maaf sepertinya aku harus pulang, ini sudah malam istri ku sedang menunggu di rumah."


saat akan beranjak pergi tania menahan tangannya.

__ADS_1


"kau boleh pergi, tapi kau minum minuman ini dulu." tania mengambil dua gelas dan menuangkan vodka ke dalamnya. "ambillah dan minumlahh." tania menyerahkan gelas satunya ke agam.


"aku sudah tidak minum." tolak agam.


"ayo minumlah baby.. segelas saja." tania memberikannya dengan sedikit paksaan.


karna tidak ingin berlama lama agam mengambil dan meminumnya hingga habis dan kemudian menaruh gelasnya kembali meja.


"sudah hab." kata katanya terhenti saat merasakan pusing di kepalanya. senyum sinis terukir dibibir tania.


sebenarnya tania berpura pura mabuk berat. ia memang habis meminum vodka namun ia belum mabuk. ia sengaja melakukannya, dan minuman di berikannya ke agam sudah di beri obat bius. dan bodohnya agam, tidak merasa curiga dengan minuman yang langsung di minumnya.


"rencana ku berhasil."


gumam tania dalam hati. semua rencana nya berjalan lancar.


"apa kau mencampur sesuatu ke dalam minuman i..." belum sampai perkataannya agam pun terjatuh pingsan.


........


ke esokkan paginya.


agam kaget saat terbangun mendapati badannya tela**** hanya tertutupi oleh selimut. ia semakin kaget saat melihat tania di sampingnya yang keadaannya sama dengannya.


"taniaa... kau menjebakku." teriak agam penuh amarah.


mata tania terbuka perlahan, ia tersenyum puas dan kemudian bangun dan duduk.


"maafkan aku, hanya itu kau bisa menjadi milikku lagi baby." jawab tania dengan santai.


agam yang kesal mengambil baju nya di lantai dan memakainya dan kemudian keluar dan pergi dari apartemen tania. pikirannya adalah dinda yang kawatir padanya yang tidak pulang.


setelah kepergian agam, tania mengambil hpnya dan mengirim beberapa pesan dan juga foto fotonya ke dinda. ia mengambil no dinda di hp agam.

__ADS_1


"kau hanyalah milikku agamm..."


bersambung


__ADS_2