Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Andra dan Alysia l


__ADS_3

...Jangan Lupa Like and Koment...


...๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


...๐Ÿต๐Ÿต๐Ÿต๐Ÿต...


๐ŸŒนhappy reading๐ŸŒน


"Din kamu dimana?? aku udah Di warung nih." ucap Alysia di telpon. ia sedang menelpon Dinda yang tidak kunjung datang..


kini ia sudah berada di warung masakan padang bersama Alya. ia sudah di sana 20 menit yang lalu, namun sahabatnya belum datang datang juga.


"haa...! kamu gak pergi, ada meeting." pekik Alysia. "kamu kok gak ngabarin sih kalau gak jadi. kalau gini kan aku gak pergi." gerutunya.


"gak usah ketawaa, kebiasaan kamu yah. udah bikin janji malah kamu yang batalin... dasar." omel Alysia.


"yahh di matiinn." Pekik Alysia menatap layar ponselnya. "huh nyebelin banget sih Dinda."


"mom... kapan makannya, Al udah lapar." Rengek Alya dengan wajah memelas.


"ia iaa bentarr mommy pesan dulu..." Alysia pun memanggil pelayan. dan memesankan makanan untuknya dan juga Alya.

__ADS_1


setelah pelayan pergi, seseorang baru masuk ke warung dan sedang menelpon seseorang.


"kamu gak jadi pergi??" pekik orang itu yang tak lain adalah Andra. "kok gak ngabarin, kalau gak pergi.. kan aku gak pergi." Andra menahan kekesalannya, karna ia tidak jadi makan siang dengan Dinda.


"maaf Kakk... aku lupa ngabarin, tapi kamu tenang aja. kamu gak akan makan sendiri kok, ada teman aku di sana.. kamu makan bareng dengannya saja." ucap Dinda di telpon dengan santainya seolah tidak merasa bersalah telah membuat dua orang menunggunya. "nama temanku Alysia dan dia punya anak namanya Alya, kalian makan bersama saja.. udah dulu yahh bentar lagi aku ada meeting." Belum Andra menjawab Dinda sudah mematikann telponnya.


"siapa yang telpon kamu??" tanya Agam yang baru saja dari toilet saat ini mereka sudah berada di hotel dan sedang menunggu Clientnya yang dari jepang.


"kak Andra... tadi aku lupa ngabarin, kalau aku gak pergi." jawab Dinda sambil meletakkan ponselnya di meja.


Agam menghela nafasnya dengan kasar, ia merasa tidak suka dan cemburu Dinda menelpon laki laki lain walau itu hanyalah temannya. tapi tetap saja ia cemburu, Andra adalah laki laki dan ia cukup tampan. walau tak setampan dirinya.


"udahh, gak usah mikir aneh anehh.. aku dan kak Andra hanya teman biasaa.." ucap Dinda seolah tau yang ada di pikiran Agam.


"kebaca dari wajah kamu." Jawab Dinda ketus.


....


Andra memperhatikan Alysia dan Alya yang duduk di bagian sudut warung. ciri ciri mereka sama dengan yang di sebutkan Dinda di telpon. dari pada ia makan sendiri mendding gabung dengan sahabat Dinda.


Andra menghampiri anak dan ibu muda itu.

__ADS_1


"apa kamu Alysia temannya Dinda??" tanya Andra.


Alysia yang sedang memainkan ponselnya menoleh pada Andra begitu juga dengan Alya yang sedang maini boneka Barbie yang di bawanya.


"kamu kak Andra teman Dinda." tebak Alysia.


Andra tersenyum dan mengangguk.


"boleh aku duduk di sini..." Ijin Andra.


"yaa.. silahkan duduk." jawab Alysia.


Andra pun duduk di kursi tepat di depan Alysia.


"mau pesan??" tanya Alysia.


"iaa.." jawab Andra singkat.


Alysia memanggil pelayan.. pelayan datang dan Andra menyebut pesanannya.


Alysia terus memandangi wajah Andra, dan suara Andra tidak asing di indra pendengarannya. seolah ia pernah mendengar suara itu. namun ia sulit mengingatnya.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2