
...Jangan lupa like and komen...
...๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ...
...๐ฎ๐ฎ๐ฎ๐ฎ...
๐ตhappy reading๐ต
di malam hari, Agam membawa Dinda ke suatu tempat. Agam sudah merencanakan jauh jauh hari. Mata Dinda di tutupi oleh kain putih, Agam menuntun Dinda berjalan.
"mass, mau bawa aku kemana sih?? ngapain mata ku di tutup segala." omel Dinda, sejak tadi Dinda tidak ada henti hentinya mengomeli Agam. "aku buka yah penutup matanya." Dinda sudah mulai kehilangan kesabarannya. ia akan membuka kain penutup matanya namun dengan cepat Agam menahan tangann Dinda.
"jangan dulu, sebentar lagi kita sampai."
"dari tadi kamu bilangnya sebentar sebentar sampai... tapi apa belum sampai sampai juga... kamu bawa aku kemana sih mass, awas yah kalau mass berniat macam macam... aku bakalan membenci mas selamanya." gerutu Dinda tanpa henti.
Agam tersenyum, Dinda semakin gemass..
"walau aku tutup mata, aku tau lo mas lagi ngetawain aku." sambung Dinda.
Agam pun tidak sanggup menahan tawanya.
"ihhh masss." Dinda merajuk.
__ADS_1
"sudah sampai." teriak Agam, mengangetkan Dinda.
"mass nyebelin banget teriak dekat telinga aku, mas mau aku budek." Sembur Dinda.
"sudah sudah jangan marah lagi.. setelah melihat ini, kamu bakalan tersenyum bahagia." ucap Agam setelah menghela nafasnya.
"penutup matanya udah boleh di buka." ijin Dinda.
"iaa... sini biar mas yang buka kan." Dinda mengangguk ia. Agam pun membuka kain penutup di mata Dinda.
mata Dinda perlahan terbuka, cahya lampu menyilaukan matanya. perlahan pandangannya sudah terlihat jelas. mata Dinda langsung berbinar binar melihat yang ada di hadapannya sekarang.
"mass.." Dinda langsung mengalihkan pandangannya ke arah Agam dan kemudian tersenyum.
Dinda langsung mengangguk, Dinda kembali menatap depannya. saat ini ia berada di sebuah Apartemen lantai 15. Di balkon Sudah di hias, ada sebuah meja makan dan dua kursi, di atas meja telah tersaji beberapa hidangan.
Dinda melangkah mendekat, Dinda bisa melihat kota di atas sini. sungguh pemandangan yang indah.
tiba tiba Dinda di kejutkan saat Agam berlutut di hadapannya dan kemudian mengeluarkan sesuatu di saku celananya.
"mass.. mas ngapain??" pekik Dinda.
__ADS_1
Agam hanya tersenyum dan kemudian memperlihatkan yang telah di ambil di saku celananya. benda itu sebuah kotak perhiasan kecil berbentuk love berwarna merah.
"mass.." lirih Dinda tidak percaya yang di lakukan Agam saat ini.
Agam pun membuka kotak perhiasan yang berisikan cincin Red diamond atau berlian merah. permata termahal di dunia.
"Dinda, aku mungkin tidak dapat berkata romantis." Agam menarik nafas dalam dalam dan mengeluarkannya perlahan, lalu melanjutkan perkataannya. "Maukah kamu menikah denganku? Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus ku lakukan jika kamu berkata tidak, jadi bisakah kamu menyelamatkanku dan berkata iya?."
...**Bersambung...
.
.
.
.
.
promo novel tetangga...
Judulnya menikah dengan pria beristri**.
__ADS_1