Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
kedatangan mertua


__ADS_3

Di malam hari dinda baru pulang dari kafe. dengan bekerja ia bisa melupakan rasa sakit hatinya sementara. namun saat sudah berada dalam ingatannya. ia kembali bersedih, mengingat perkataan agam mencintai wanita yang bersamanya hari itu.


dinda mengambil bingkai foto ayahnya di atas meja riasnya dan kemudian memeluknya. dulu di saat bersedih, ayahnya selalu memeluknyaa.. kehangatan yang membuatnya semakin kuat menghadapi masalah hidupnya. namun kini ia hanya sendiri, ayahnyaa sudah tidak ada lagi. hanya foto yang bisa di peluknya.


"Aku harap jika ayah dapat mendengarku, aku ingin mengatakan bahwa aku sangat merindukan kehadiranmu". isak dinda, saat ini ia membutuhkan ayahnya. hanya ayahnya lah yang dapat menenangkannya. namun ia sadar ayah sudah tidak lagi di sini, ia sudah berada di surga. "Dulu di kala aku merasa sedih dan diperlakukan tidak baik oleh orang lain, aku selalu bisa mengadu pada mu ayah". dinda terus menatap foto ayahnya.


tok


tok


tok


tiba tiba suara ketukan pintu terdengar mengalihkan pikiran dinda.


"siapa yang bertamu malam malam gini." gumamnya.


dinda berdiri ke buthroom mencuci mukanya dulu, agar tidak terlihat dirinya menangis.


segera dinda turun dan berjalan ke pintu luar, saat depan pintu, ia mengintip di balik kaca jendela. dinda melihat mertua dan juga agam berada di teras rumahnya.


"mama papa kok di sini."


gumamnya dalam hati. dinda mulai panik, ia tak tau bersikap apa saat di depan mertuanya.


"buka engak, buka engak." dinda ragu membuka pintunya. ia takut berhadapan dengan mertuanya.


tokk


tokk


tokk

__ADS_1


suara ketukan pintu mengagetkan dinda. dinda menarik nafasnya dulu dan kemudian memengan handel pintu.


ceklek


perlahan dinda membuka pintunya. saat pintu terbuka dinda melangkah mundur dan menundukkan kepalanya.


"dindaa...!!" mama agam langsung masuk dan memeluk menantunya.


"mamaa." lirih dindaa. mama agam melepas pelukannya.


"kenapa dinda gak pulang pulanggg.. apa agam nyakitin kamu sayang.?" tanya mama agam mengkatupkan tangan ke pipi dinda. "katakan pada mama sayang... jangan sembunyikan kelakuannya." pintanya kemudian. dinda menatap wajah mama mertuanya daan kemudian melirik agam. terlihat agam menundukk takut, sementara papa mertua menatap dingin agam. dinda menghela nafasnya daan kembali menatap mama mertuanya.


"gak adaa apa apa kok maa.. aku dengan mas agam baik baik saja..." elak dinda.


"lalu kenapa kamu gak pulang pulang sayang?" tanya nya lagi.


"mmm dinda rindu rumah ini.. maafin dinda yah maa.. dinda gak ijin ke mama dulu, kalau dinda nginap di sini." dinda menunddukkan kepalanya tidak enak hati pada mertuanya. bodohnya ia melupakan mengabari mertuanya.


"bener maa..." dinda memperlihatkan senyumnya. agar terlihat baik baik saja di depan mertuanya.



"mmm..." mama agam bernafas lega. "lain kali jika dinda nginap di sini, dinda ijin ke mama yahhhh.. mama khawatir lo." mama mertua pura pura merajuk.


dinda langsung memeluk mertuanya. "maafin dindaa ya ma... dinda janji gak akan gitu lagi." rengeknya sambil terisak isak.


"ehhh kokk anak mama malah nangis." mama mertua mengelus kepala dinda yang menangis segukkan. "sudah sudah sayangg mama gak marah sama dinda kok."


papa hermawan berjalan mendekat dan mengelus punggung dinda. "anak papa kok jadi cengeng gini, udah dong nangisnya." bujuknya.


beberapa saat kemudian, dinda sudah mulai tenang. mertuanya berpamitan untuk pulang karna sudah larut malam.

__ADS_1


"dinda yakin gak mau pulang?" tanya mama sinta yang akan pulang.


"iàa maa.. dinda masih mau nginap di sini." jawabnya.


"mama papa balik aja.. biar agam di sini." ucap agam yang sejak tadi diam.


"lo mass pulang ajaaa.." celetuk dinda.


"lo kok dinda nyuruh agam pulangg.. pasti kalian berantem kan?" mama sinta menatap intens anak dan menantunya.


"kalau kalian ada masalah.. jangan menghindar, masalah takkan selesai malah makin melebar." timpal papa hermawan.


"betul kata papa.. dinda agam kalau memang kalian berantem, ada masalah kalian selesaikan malam ini. tidak baik suami istri diem dieman lama lama." ucap mama sinta.


dinda menghela nafasnya. "baiklah mas agam nginap di sini." dinda mengalah.


............


sepulang mertuanya, dinda langsung meninggalkan agam begitu saja. ia kesal jika melihat wajah suaminya itu namun langkah nya terhenti.


"dindaa... kita selesaikan masalah kita malam ini." tangan agam menahan tangan dinda.


"apa yang perlu di selesaikan mass. semua udah jelasss.. kalau masss memang mencintainya. mass lepasin dinda sajaa... dinda gak bisaa harus bersama mas yang ternyata mencintai wanita lain." isaknya.


"din__" dinda kembali menyela perkataan suaminya.


"cukup.. aku gak butuh penjelasan mas lagi." teriak dinda.



next

__ADS_1


__ADS_2