Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Dinda malu malu


__ADS_3


dinda keluar dari bathroom hanya mengunakan handuk. agam yang sedang duduk di sofa mengarahkan pandangannya ke arah dinda. dinda memasuki changing room mengambil piyamanya.


ia tidak menyadari agam terus menatap arahnya. dinda memilih Setelan Baju Tidur Lingerie Model Piyama dengan Celana Pendek Seksi, berwarna putih motif bunga. dinda terlihat sangat cantik dan seksi, bukannya sengaja. ia menyukai pakaian seperti itu untuk tidur, jika memakai piyama panjang dinda merasa tidak nyaman.



...ILUSTRASI...


dinda keluar dari changing room sambil menyisir rambut dengan tangannya, ia melangkah ke meja rias. semua perlengkapan make up sudah di pindah kan pelayan dan juga semua pakaian di kamar agam. ia tidak menyadari agam terus menatap ke arahnya, dinda terus fokus pada dirinya sendiri.


sebelum tidur ritaual perawatan di wajah dan tubuhnya tidak pernah di lewatinya. dinda sangat menjaga kulit dan wajahnya. jangan heran jika dinda memiliki kulit putih dan mulus.


Tiba tiba sepasang lengan kekar melingkar di perutnya dengan menopang dagu di pundaknya.


"mas agam...!!" pekik dinda. menoleh kearah agam.


cup.

__ADS_1


wajah agam terlalu dekat padanya, saat menoleh bibirnya menyentuh pipi suaminya. dinda langsung menutup mulutnya, wajahnya berubah memerah seperti kepiting rebus.


"maaf mas agam." ucap dinda pelan menahan malu, jika saja dirinya bisa menghilang saat itu juga ia akan melakukannya.


agam kembali berdiri dengan wajah merona, terlihat dirinya sangat bahagia. agam mencoba menerima dinda sebagai istrinya, awalnya agam menganggap dinda seperti adik. namun diriinya sadar tidak semestinya seperti itu, dinda bukan lah adiknya melainkan istrinya.


dalam hidup hanya sekali ia akan menikah, agam mencoba membuka hati untuk dinda istri kecilnya.


"aku menyukainya dinda." terlihat di cermin dinda menundukkan wajahnya ia masih sangat malu. "aku tidak akan meminta hak ku dindaa, kita akan melakukannya di saat kamu sudah siap." ucap agam.


dinda mengangkat wajahnya lagi melihat agam di cermin, ia kemudian bernafas lega. malam ini ia selamat.


dinda membalikkan badannya ke arah tempat tidur, ia duduk diam mematung. ia ragu melangkah ke tempat tidur. ini kali pertama dalam hidup berbagi tempat tidur dengan seorang pria, walau pria itu sudah berstatus suaminya.


"dindaa... kemari dan tidurlah, kamu jangan malu seperti itu... kita sudah suami istri." ucap agam.


perlahan dinda berdiri dan melangkah pelan ke arah tempat tidur. dan kemudian naik dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. dinda membelakangi agam, iaa sangat malu jika berhadapan dengan suaminya.


"kamu jangan takut, aku takkan menyentuh mu dinda.. tapi mulai hari ini, terimalah aku menjadi suami mu, jangan bersikap malu seperti ini pada ku yah." ucap agam.

__ADS_1


"ia mass...!" jawab dinda pelan.


"tidurlah." agam menarikkan selimut menutupi tubuh istrinya. takut khilaf melihat dinda sangat seksi, terlebih aroma tubuhnya, sungguh membuatnya tersiksa. namun dirinya tidak boleh bersikap egois, jika memaksa dinda melayaninya. ia takut istrinya akan trauma.


dinda memejamkan matanya mencoba untuk tidur. namun sulit untuk tidur, ia belum terbiasa tidur dengan agam..


"apa kamu sudah tidur dinda?" tanya agam mengangkat sedikit kepalanya melihat wajah dinda yang membelakanginya.


"belum mas." jawabnya dengan mata terpejam.


"besok sabtu, mas libur. mas ingin mengajak mu jalan jalan." ajaknya.


mata dinda seketika dan membalikkan badannya menghadap ke agam.


"aku mau masss... sudah tiga hari dinda di rumah teruss." jawab dinda antusiass.


"okee... sekarang tidurlah."


dinda kembali memejamkan matanya tidak berapa lama ia sudah terlelap dalam mimpi indahnya.

__ADS_1


next


__ADS_2