Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Perhatian Agam


__ADS_3

...***Jangan lupa like and votenya...


...☘☘☘☘☘☘...


...🍀🍀...


🌸Happy reading🌸***


Di malam harinya.


perlahan mata Dinda terbuka, mata nya sedang menyesuaikan dengan cahaya lampu di ruangan itu. Agam yang baru saja keluar dari toilet, sangat senang melihat Dinda sudah sadar kan diri.


"akhirnya kamu sadar." Agam langsung menekan tombol di dinding untuk memanggil dokter. Agam duduk di kursi di samping bangkar Dinda.


"Aku dimana?" tanya Dinda dengan suara lirih, matanya masih terlihat sayu.


"kamu lagi di rumah sakit." jawab Agam sembari merapikan rambut Dinda yang sedikit menutupi wajahnya.


"rumah sakit?" gumam Dinda mencoba mengingat kejadian sebelum ia pingsan. Dinda memejamkan matanya dan mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya. ini kali pertamanya ia mendapatkan hal kekerasan dalam hidupnya. entah dimana kesalahan dia..?? Apa lelaki di kantor yang terpesona akan kecantikan kesalahan dirinya? tentu saja tidak, ia tidak pernah tebar pesona kepada mereka.. mereka nya saja, liat cewek cantik sedikit udah tergila gila.


"jangan bersedih lagi... mereka sudah mendapatkan balasannya." ucap Agam, seolah tau isi pikiran Dinda.


"kamu memecatnya??" tanya Dinda masih dengan suara lirih.


Agam menjawab anggukan. "bahkan lebih dari itu."


Dinda akan bertanya lagi namun tertahan dalam tengerokannya saat dokter masuk dan akan memeriksa keadaannya. semuanya baik baik saja, hanya saja keadaan kakinya membutuhkan waktu lama untuk sembuh, Dinda akan memakai Gips kurang lebih selama satu bulan.


"haa..! satu bulan dok." pekik Dinda.

__ADS_1


"ia nona, anda harus istrahat dalam satu bulan. hingga kaki anda sembuh, untuk sementara waktu anda akan memakai tongkat untuk membantu anda berjalan."


Dinda terdiam termenung setelah mendengar perkataaan dokter. berarti ia harus cuti bekerja, bagaimana dengan pekerjaannya? bagaimana mobil yang harus di bayar setiap bulannya? sungguh ketika memikirkannya membuat kepalanya kembali pusing.


.................


keesokkan harinya.


Dinda sudah terbangun dari tidurnya ia melihat Agam tengah duduk di sampingnya. ia masih setia berada di sisinya, sejak kemarin Agam tidak pernah meninggalkannya.


saat ini Agam tengah menyuapi Dinda bubur ayam, Dinda tidak bisa menolak karna tangannya sedang di infus ia pasti akan kesulitan untuk makan.


"issss...!" jerit Dinda saat makanan masuk kedalam mulutnya.


"kamu kenapa??" pekik Agam kawatir.


"bibir ku masih sakit." keluh Dinda pada sudut bibirnya yang luka. "perihhh." sambungnya kemudiian, matanya mulai berkaca kaca.


"makan lagi yahh." Agam mencoba menyuapi Dinda bubur namun Dinda menahan sendok yang mendekat pada mulutnya.


"aku gak mau makan mass.... bibir ku masih sakit." rengek Dinda sedikit isak isakan kecil keluar dari mulutnya.


Agam menaruh buburnya di atas meja dan kemudian merapikan rambut Dinda yang sedikit berantakan.


"maafin mass yahh, karna mass kamu ngalamin seperti ini." Ucap Aga merasa bersalah dengan yang terjadi pada Dinda. Alin menyerangnya karna marah posisinya akan di gantikan oleh Dinda.


"gak apa apa kok mas.. walau gak ada masalah ini pun mereka tetap gak suka padaku. jangan menyalahkan diri mas sendiri." ucap Dinda dengan suara lembut, air matanya tetap mengalir deras di pipinya. umurnya sudah 21 tahun tapi ia masih saja cengeng.


Agam tersenyum kecil dan kemudian mengusap air mata di pipi Dinda. "jangan menangis lagi, aku akan semakin bersalah padamu.karna tidak menjaga wanita yang aku cintai dari orang orang yang mencelaimu." ucap Agam.

__ADS_1


Dinda memejamkan matanya merasakan sentuhan hangat di pipinya. tanpa di sadari tangannya memegang pegelangan tangan Agam ia tidak menginginkan Agam menurunkan tangannya. ia masih ingin menikmati sentuhan mantan suaminya itu.


Agam tersenyum tangan satunya mengelus kepala Dinda dengan lembut.


ceklek


pintu terbuka, membuat Dinda kaget segera menghempaskan tangan Agam dari pipinya. ia melihat depan pintu Natasya dan Cika di sana diam memantung melihat nya dengan Agam.


"maaf." pekik Natasya dan Cika.


...**bersambung...


*


*


*


*


*


*


Jangan lupa yah para readers tercintaa


like dan juga votenya yang banyak.


jangan lupa juga masukkan ke favorit kalian.

__ADS_1


...^^^sekian^^^...


^^^dan terima kasih**^^^


__ADS_2