
...Jangan lupa like and vote...
...🏵🏵🏵🏵🏵🏵...
...💮💮💮💮...
🌸happy reading🌸
Pagi harinya, Dinda tengah bersiap siap ke kantor. sebelumnya ia meminta ke Agm untuk menjemputnya. karna mobilnya akan di pinjamkannya untuk Alysia. Siang nanti ia akan makan bersama di warung Langganan mereka.
dan akan bertemu di sana.
tok
tok
suara ketukan pintu mengalihkan pandangan Dinda. Di depan pintu yang sudah terbuka, telah berdiri Alysia di sana sambil mengendong Alya.
"Pacar kamu udah di bawa tuh Din." Ucap Alysia.
"ahhh, mass Agam udah di bawah." pekik Dinda langsung mempercepat merias wajahnya dengan sedikit polesan make up. "tolong bilangin ke mas Agam ya Ca tunggu bentarr... nih tinggal dikit lagi kok." ucap Dinda cepat.
"iàa.. aku kebawa yah. jangan lama dandannya... kasihan pacar kamu nungguin." ucap Alysia mengingatkan.
"ia ia bawel." gerutu Dindaa.
Alysia tertawa kecil, saat melihat sahabat nya yang sedang kesal. ia pun turun beranjak pergi menemui Agam yang tengah duduk di ruang tamu.
Alysia tersenyum, saat tiba di ruang tamu. Agam yang melihat ke datangan Alysia membalas senyumnya. Padahal Agam sangat jarang tersenyum ke wanita lain, selain sama mama dan Dinda. namun karna Alysia sahabat Dinda, orang terdekat wanita di cintainya, mau tidak mau ia harus menjaga sikapnya pada Alysia.
__ADS_1
"Maaf mas, kata Dinda tunggu bentar.. dia masih dandan di kamarnya." Ucap Alysia dengan lembut.
"iaa." jawab Agam mengangguk mengerti. Ia sudah tau Dinda jika dandan akan sedikit lama.
"oh ya mass, sambil menunggu Dinda. mari sarapan dulu.. aku baru saja menyiapkan sarapan di atas meja." Ajak Alysia.
"nanti saja, aku menunggu Dinda saja dulu."
Alysia mengangguk mengerti. namun tiba tiba Alya berontak dan meminta di turunkan dari gendongan mommynya.
"mom, turunkan aku." pinta Alya merengek.
Alysia pun menurunkan Alya. yang tiba tiba saja minta di turunkan. dan hal yang tidak pernah di duga. Alya langsung menghampiri Agam dan meraih tanganny.
"Uncle, ayo sarapan." ajak Alya. "kata mommy, kalau di ajak makan, kagak boleh di tolak. itu sama saja menolak rejeki loh." Alya mengingatkan dengan suara cadelnya.
"Alya." Alysia akan menegur Alya, ia merasa tidak enak hati pada kekasih sahabatnya itu. anak nya telah mengajari, pengusaha kaya itu. namun ia tidak melanjutkan perkataanya saat Agam memberikannya isyarat.
"tidak apa apa, jangan menegurnya." sela Agam sambil menyentuh pipi gembul Alya.
Kalau Dinda saat itu tidak mengalami keguguran. anaknya pasti sudah sebesar Alya.
"ayolah uncle kita sarapan." ajak Alya menarik tangan Agam.
Agam tersenyum, bukannya berdiri Agam menarik Alya dan membawanya ke atas pangkuannya.
"kamu anak yang cantik dan pintar." puji Agam.
"alya memang anak yang cantik dan pintar uncle kata mommy." jawab Alya polos, dengan gaya centil.
__ADS_1
Agam tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Alya. Alysia yang berdri tidak jauh dari mereka menepuk kepalanya melihat tingkah polos putrinya itu.
"lohh kok uncle tertawa??" tanya Alya menaikkan dagunya.
Agam yang sadar, menghentikan tawanya. namun senyumnya terus terukir di wajahnya.
"maaf... Uncle sangat gemas dengan mu." Agam menyentuh kepala Alya dan mengelusnya.
"wahh, apa nih... tumben kamu tertawa seperti itu." Ucap Dinda yang sudah berdiri di belakang Alysia.
"Dinda." pekik Alysia, ia tidak menyadari Dinda telah berdiri di belakangnya..
Dinda cegengesan tidak sedikit bersalah telah mengangetkan sahabatnya itu. "piss." Dinda mengangkat ke dua jarinya dan tersenyum memperlihatkan gigi putihnya.
"kebiasaa kamu." tegus Alysia pura pura kesal..
Dinda tertawa kecil melihat ekspresi Alysia. setelah itu mengalihkan pandangannya ke arah Agam.
"sayang." Sapa Agam lalu berdrii sambil mengendong Alya. "aku merasa gemas dengan anak kecil dan mengemaskan ini." jawab Agam pertanyaan Dinda tadi.
"uncle, Aunty ayo kita sarapan dulu." potong Alya. "kata mommy, sarapan itu sangat penting lo..." Alya kembali mengingatkan.
Dinda dan Agam tertawa, Alya sangat mengemaskan. Alya anak yang sangat lucu, mampu menghibur mereka di sana..
"ayolah, kita sarapan sayang." jawab Dinda. "ayo mass... kamu sarapan juga, kamu haruss coba masakan Ica enak banget loh." ucap Dinda.
"ayo." jawab Agam.
"apa sih Din..." tegur Alysia merasa malu sahabatnya memuji masakannya yang menurutnya biasa saja.
__ADS_1
"emang bener enak..." Tukas Dinda.
bersambung