
"mass...!! dinda izin ke mall yah.." pintanya dengan suara pelan, namun tetap terdengar oleh agam. "boleh Kan mass."
"tidak... mass tidak mengijinkan mu kemana mana hari ini." tolak agam tegas..
"kok gitu sih masss.. dinda pengen jalan jalan bareng teman. boleh yah mas." rengek dinda.
"kalau mas bilang tidak ya tidak dindaa... mas paling tidak suka di bantah, sekarang kamu kekamar dan istrahaatt."
dinda mengendus kesal, dengan bibir manyun. menatap kesal suaminya itu. "mass nyebelin." gerutunya lalu berdiri, dinda menghentak hentakkan kakinya meninggalkan ruang kerja agam.
di dalam kamar
dinda mengirimkan pesan kepada alysia sahabatnya. bahwa dia tidak bisa ikut bersamanya, ke mall.
dinda duduk di depan meja riasnya, memandangi wajah imutnya di cermin. tiba tiba ia teringat sesuatu. jika berada di balkong kamarnya ia bisa melihat sebuah taman bunga berada di belakang rumah. sebulan tinggal dirumah suaminya dinda tidak pernah mengelilingi rumah tersebut.
dinda pun kembali ceria dan menganti pakaiannya dengan dress biasaa. setelah itu dinda pun turun kebawa ke taman bunga di belakang rumah.
dinda sangat menyukai udara sejuk di sana, karna di taman itu memiliki beberapa pohon. dan beraneka ragam bungaa.
__ADS_1
dinda memejamkan matanya merasakan hembusan angin menembus tubuhnya. terlebih mendengar suara air dari kolam ikan.
dinda membuka matanya memandangi halaman belakang yang sangat indah. ia menyesal baru ke tempat itu. padahal sudah sebulan dirinya tinggal di rumah mertuanya.
kaki nya mulai melangkah menuju kolam ikan. dinda melihat banyak ikan hias di sana, ikan koi dan mahal berada dalam kolam ikan. ia tau karna ayahnya dulu sangat senang membeli ikan koi. ayahnya tidak main main jika membeli ikan hias tersebut. ia bisa bisa mengeluarkan uang tidak sedikit hanya membeli seekor ikan koi langka.
melihat ikan koi, dinda kembali teringat alm ayahnya. tidak terasa sudah sebulan ayah meninggalkannya. air matanya lolos saja berjatuhan dari kelopak matanya.
selama sebulan ia menampilkan wajah cerianya. namun di lubuk hati terdalam, hatinya masih berduka akan kehilangan ayahnya. di usia 7 tahun bunda nya meninggal dan ayahnya lah yang membesarkannya seorang diri.
""Ayah, datanglah ke mimpiku, aku sangat ingin bertemu denganmu." gumamnya sambil memejamkan matanya.
hanya mimpilah dirinya bisa bertemu dengan ayahnya. tanpa di sadari agam sudah berdiri di belakangnnya. agam merasa iba mendengar perkataan dinda.
ia tak menyangka dinda bisa pura pura kuat. ternyata dinda masih saja menangis kepergian ayahnya. selama ini agam memperhatikan dinda hanyalah sebatas adik. agam belum memiliki rasa kepada dinda.
__ADS_1
ia menerima menikah dengan dinda karna merasa kasihan. dinda sudah tidak punya siapaa siapa lagi.
makanya agam tidak menolak saat orang tuanya menikahkan dinda di depan ayahnya yang sedang kritis.
"Ayah, kau mengajariku untuk menjadi kuat, tapi, maaf aku mengecewakanmu. Aku tidak akan pernah cukup kuat untuk menerima bahwa kau tidak lagi di sini."
isak dinda mengeluarkan isi hatinya.
tiba tiba seseorang menepuk pundaknya. sontak membuatnya menoleh, segera dinda mengusap air mata di pipinya.
"mass agam." pekiknya.
agam memperlihatkan senyumnya dan kemudian memBawa dinda ke dalam pelukannya.
dinda terdiam mematung tiba tiba agam memeluknya. ia terlihat bingung.
"menangislah dindaa... jangan memendamnyaa sendiri." kata agam membuat cairan bening kembali keluar dari matanya, tangis dinda pun pecahh.. dinda membalas pelukkan agam.
__ADS_1