Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Bertemu Bima


__ADS_3

...Jangan lupa like and vote...


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...🌷🌷🌷...


🏵happy reading🏵


di sebuah kafe dekat kantor, Dinda janjian dengan sahabatnya Bima. saat ini jam makan siang. ia kembali pergi tanpa ijin, kalau ijin ke Agam pastinya Agam takkan mengijinkannya bertemu Bima.


Tapi Dinda harus bertemu Bima, mencari sesuatu tentang Alysia. Malam perpisahan saat di club malam itu awal nasib buruk Alysia.


Dinda baru masuk ke kafe melihat Bima duduk di pojokan. Bima melihat kedatangan Dinda melambaikan tangannya dan tersenyum.


Dina juga tersenyum dan menghampiri Bima.


"hey Bim." Sapa Dinda.


"Hey Din. tumben ngajak ketemu, biasanya aku yang ngajak.. ada apa nih?? pasti ada sesuatu deh nih." tebak Bima.


Dinda duduk terlebih dahulu dan menghela nafasnya. sebenarnya ia ingini basa basi dulu namun Bima bisa menebaknya.


"pesanin dulu dong... aku lagi laperr nih." pinta Dinda dengan wajah memelas.

__ADS_1


"tenangg... aku udah pesanin makanan untuk mu." jawab Bima dengan santai.


Dinda hanya menganggukkan kepalanya. ia dan Bima sudah bersahabat lama, ia sudah tau semua tentang bima begitu juga dengan Bima.


"oh ya bim... aku mau nanya sesuatu ke kamu?" tanya Dinda yang langsung to the point.


"tumben mau nanya pake ijin.. biasa nya langsung ngomong tanpa rem." Cibir Bima tersenyum tipis sambil mengelengkn kepalanya.


Dinda mengendus kesal, bibirnya sudah manyun kedepan. "nyebelin banget sih." Semburnya ke Bima.


Bima kemudian tertawa kecil telah membuat Dinda kesal. Dinda marah bukannya menyeramkan malah terlihat lucu dan mengemaskan.


jika Dinda itu bayi ia sudah mencubit pipinya hingga bayi itu Nangis saking gemasnya.


"maaf maaff... abiss kamu lucu banget kalau marah Din." Bima menarik nafasnya dan menahan dirinya agar tidak ketawa lagi. "ya udah kamu mau nanya apa??" tanya Bima kemudian.


Wajah masam Dinda berubah pias. ia kembali terlihat serius. ia kembali mengingat Alysia. jika mengingat sahabatnya itu ia akan menangis. ia merasa sakit juga sahabat terbaiknya harus menjalani hidup seberat itu.


Dinda akan mencari laki laki yang sudah menghancurkan hidup Alysia.


"lo... kok nangiss Din." pekik Bima Melihat mata Dinda berkaca kaca. "maaf yahh buat kamu nangis." bima menyentuh tangan Dinda dan mengengamnya.


__ADS_1


"ini bukan kamu Bim... ini soal ica." Tangis Dinda pun pecah. Dinda menarik tangannya dari tangan bima dan menutup wajahnya dengan ke dua tangannya.


"ica..." gumam Bima bingung. "ica kenapa Din?? kenapa kamu nangis gini...? apa sesuatu buruk terjadi padanya.??" Bima menjadi kawatir.


walau ia dan Alysia seperti kucing dan tikus saat bertemu. namun Bima menyayangi Alysia sebagai sahabatnya. Bima berpindah tempat duduk di sebelah Dinda, Bima mengelus punggung Dinda menenangkannya yang sedang menangis.


"Bim... Alysia udah punya anak...." ucap Dinda masih menangisss.


"punya anak." pekik Bima. "bagaimana bisa ica punya anak..?? apa ica diam diam telah menikah tanpa sepengetahuan kita sahabatnya.".


Dinda mengelengkan kepalanya. "Gak Bim, Ica belum nikahh.." jawabnya terisak isak. "apa kau ingat malam perpisahann kita tiga tahun lagu di club malam itu." Dinda menatap Bima dengan mata sembabnya.


Bima menjawab anggukan.


Dinda menceritakan sesuai dengan yang di ceritakan Alysia saat ia bertemu di jerman hari itu.


**BERSAMBUNG.


maaf yah baru up.


aku Upnya lewat hp. dan hpku pernah rusak.. mau aktif di hp lain lupa akunnya..


nih udah baik lagi...

__ADS_1


maaf yang nunggu upx**


__ADS_2