
3 hari kemudian.
papa dan mama mertua dinda sudah kembali dari luar negri. hampir dua minggu tidak bertemu dengan mertuanya. membuatnya bermanja manja kepada mertuanya untuk menghilangkan rasa rindunya.
"mama papa kenapa lama sekali di sana, dindaa kangen kalian." dinda bergelayut manja di lengan mama mertuanya.
semenjak tinggal di rumah mertuanya ia tidak kehilangan kasih sayang maalah bertambah. terlebih ia bisa merasakan kembali kasih sayang mama. dinda tidak malu bermanja manja kepada mertuanya. mertuanya sangat suka dengan sifat manja dinda. terlebih mereka hanya memiliki agam anaknya. mereka tidak pernah merasakan memiliki anak perempuan.
"maaf yahh sayang... di sana kerjaan papa sangat banyak, jadi kami lama di sanĂ .." jelas papa mertuanya.
"betul kata papa sayangg.. oh yah bagaimana kabar mu nak... agam baik kan sama dindaa, kalau agam jahat aduin ke mama yah." seru mama mertuanya.
dinda memperlihatkan senyum terindah nya. "dinda baik baik saja ma... kalau mas agamm, dia baik banget sama dinda, gak pernah jahatin kok ma." sahutnya. "oh ya maa... kan dinda udah lulus sma, apa boleh dinda kuliah. seperti teman teman dinda yang lainnya." ucap dinda semangat.
"tentu boleh sayaangg... kau mau kuliah di manaa?? dinda mau ambil fakultas apa???" potong papa mertuanya.
sebenarnya pengen kuliah bareng bima di inggris... tapi mana mungkin papa dan mama mengijinkan ku... aku kan sudah jadi istri mass agam. batin dinda.
"lohh kok diam sihhh nakk... dinda pengen nya kuliah di manaa??". suara mama mertuanya membuyarkan lamunan dinda.
__ADS_1
"mmm dinda kuliah di mana saja lah mama, asal ada fakultas management perkantoran." jawabnya pelan.
"nanti papa akan menguruskannya untuk mu dinda.. kamu akan kuliah di kampus terbaik di kota ini." ucap papa mertuanya.
dinda kembali tersenyum dan berpindah tempat ke sebelah papa mertuanya. dinda langsung memeluk papa mertuanya.
"makasih yahh pa."
"ia sayang." papa agam membalas pelukan menantunya.
"loh cuma papa aja di peluk, mama nya engak." mama agam pura pura merajuk.
dinda tersenyum kecil dan melepas pelukann kepapa mertua dan berpindah ke mama mertuanya. dinda mencium pipinya. "makasihhh mama."
MAKAN MALAM
agam, dinda dan mertuanya sedang makan malam bersama di meja makan. setelah makan papa agam memulai pembicaraan. sudah lama memikirkannya, dan malam ini harus terlaksanakan.
"agam dinda...!!" panggil papa agam dengan suara berat khasnya.
__ADS_1
"ia paa.." jawab agam dinda bersamaan.
"mulai malam ini kalian sudah harus sekamar yah." pinta papa agam.
"apaa sekamar dengan mas agama pa.." pekik dindaa wajah memucat.
"iaa... gimana agam apa kamu keberatan?". tanya ke putrannya.
"tidak paa..." jawab agam dengan santai.
"ta tapi pa..." dinda mau protes.
"tidak ada tapi tapian. minggu depan, pergilah berbulan madu pak eko sudah mengurus tiket kalian." ucap papa mertuanya lagi.
"haa bulann mada paa." pekik dinda dengan mata melotot.
"ia sayang... mumpung kamu libur kann.. sebaiknya kalian berbulan madu, agar kalian bisa mengenal lebih dekat lagi." timpal mama mertuanya.
dinda hanya menghela nafasnya. ia tidak mungkin protes lagi. cepat atau lambat ia akan mengalami semuanya. tapi kenapa harus sekarng. dirinya masih belum siap, tidur bersama mass agamm, dan juga berbulan madu. keperawanannya cepat atai lambat akan di rengut oleh suaminya.
__ADS_1
ia seoarng istri. sudah kewajibannya melayani suaminya sebagai istri. jika menolak maka dosa lah yang di dapat.
...bersambung...