
...Jangan lupa like and vote...
...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...
...⚘⚘⚘...
🌺happy reading🌺
"anak aku Din.." jawab alysia gugup menundukkan kepalanya.
"anak..." pekik Dinda.. "kamu udah nikah caa??" tanya Dinda dengan wajah bingung. "kok kamu gak bilang sihh ca udah nikah, dan udah punya anak selucu ini." Sambung Dinda mencubit pipi gembul anak Alysia yang sangat mengemaskan.
Alysia berjalan dan duduk di tempat ia tadi duduk, Dinda mengikutinya dan duduk tepat di hadapan Alysia. Alysia meletakkan anaknya ke kursi sebelah yang kosong.
"caa, jawab dong." ucap Dinda yang sangat penasaran.
Alysia menghela nafasnya, wajahnya berubah sedih. Dinda menyadari akan hal itu memegang tangan Alysia dan mengengamnya.
"kamu kenapa caa?? kok sedih gitu.. kalau gak mau cerita, gak apa apa kok. aku gak akan maksaa..." ucap Dinda tidak enak, telah memojokkan sahabatnya itu.
Alysia mengengam tangan Dinda dan tersenyum. "aku akan menceritakan nya pada mu... tapi setelah aku cerita, jangan memutuskan persahabatan kita." mata alysia kembali berkaca kaca.
"lo kok ngomong gitu sihh caa, mana mungkin aku putusin persahabatan kita... kita akan bersahabatan selamanya." ucap Dinda terisak isak.
Alysia tertawa kecil melihat Dinda menangis seperti anak kecil. ia tidak menyangka sahabatnya itu masih sama seperti dulu cengeng.
"bukannya jawab malah ketawa sihh Caa." omel Dinda dengan memanyun kan bibirnya. hal yang di lakukannya di kala kesal.
__ADS_1
"kamu gak berubah yah Din, masih sama yang dulu.." ucap Alysia mengeleng gelengkan kepalanya.
"ihhhh Icaaa kamu juga gak beruubah, masih samaa menyebalkan." tekan Dinda tidak terimaa. "udah jangan bahas lain dulu, jawab dulu pertanyaan aku yang tadi." omel Dinda.
wajah alysia berubah piass,, ia kembali bersedih. Alysia menghela nafasnya dengan berat. "sebenarnya aku belum nikah Din." jawabnya dengan terbata bata.
"lo kok bisa belum nikah, tapi kamu udah punya anak..." pekik Dinda syok.
"Aku hamil luar nikah Din, aku gak tau siapaa ayah dari anak aku." ucap Alysia yang kembali menangis.
"ko kok bisaa, ka kamu gak tau ayah nya caa.??" tanya Dinda terbata bata. ia syok mendengar perkataan Alysia. Dinda berpindah tempat di dekat Alysia dan memeluknya. ia juga ikutan menangiss.. "kenapa kamu gak pernah cerita pada ku ca."
..............
sepulangnya dari restoran, Dinda menjadi Diam. Agam bingung dengan Dinda seperti itu. sejak bertemu sahabatnya, Dinda menjadi sering melamun.
"sayangg... kamu kok diam terus sihh." keluh Agam yang tengah menyetir, mereka dalam perjalanan untuk pulang. sebenarnya Agam masih ingin mengajak Dinda jalan jalan, namun Dinda menolak ingin pulang.
Dinda tetap diam, ia sibuk dengan pikirannya sendiri.
"sayang." panggil lagi Agam dengan menaikkan suara nya.
"ihhh mass." pekik Dinda sadar dari lamunannya. Dinda memukul tangan Agam karna kesal. "apa sihh ngagetin." omel Dindaa.
"aduhhh, kok di pukul sih sayang." keluh Agam. "dari tadi aku manggil kamu tapi kamu nya gak jawab jawab..." balas Agam yang sedikit kesal.
Dinda menghela nafasnya. "maaf mass." Dinda mengelus tangan Agam yang tadi di pukulnya. "sakit yah mass??" tanya Dinda merasa bersalah..
__ADS_1
"kamu kenapa sihh sayang?? dari tadi diam dan melamun.. kamu punya masalahh?? coba cerita ke mass." ucap Agam.
"gak apa apa mass..."
"gak apa apa tapi diem terus."
"bener mass aku gak apa apa.. oh yah mass, kapan pekeerjaan mas selesai.. kalau masih lama aku balik duluan yah mass." pinta Dinda.
"loh kok tiba tiba mau pulang sayang... kamu gak betah di sini." ucap Agam.
"betah sih mass... tapi kan aku kerjaa mass, kaki ku juga udah sembuh.. udah lama aku ninggalin pekerjaanku mass." ucap Dinda gugup.
"kamu gak usah kerja lagi sayang.. biaya kamu mass yang akan tanggung." ucap Agam.
Dinda mengendus kesal. "apa sih mass... aku gak mau berhenti kerja.." Dinda memalingkan wajahnya ke arah jendela.
.........
Tiga hari kemudian.
Agam dan Dinda berada dalam Jet pribadi. Dinda merengek untuk pulang, ia tidak mungkin membiarkan Dinda pulang sendiri. Agam juga tidak mau jauh dari Dinda.
masalah di perusahaannya juga kelar. pekerjaann di berikan ke asistennya. papa Hermawan juga akan sering memantau perusahaannya.
"maaf yah mass, karna aku mass harus pulang cepat." ucap Dinda merasa tidak enak hati. Jika bukan permintaan sahabatnya, ia masih ingin berada di Jerman bersama orang tua Agam.
"gak apa apa sayangg..." ucap Agam tersenyum tipis. Agam tau ada hal yang di sembunyikan Dinda padanya.
__ADS_1
setelah bertemu Alysia, Dinda sering melamun.
bersambung