
saat ini matahari mulai mencapai puncak ke perkasaannya. sinar menembus jendela jendela rumah dengan panas yang begitu menusuk kulit.
"aawww sshhhh." dinda meringgis kala merasakan pusing luar biasa di kepalanya.
ia mulai mengerjapkan matanya untuk menyesuainya cahaya sinar matahari yang masuk lewat kaca jendela kamarnya.
ceklek
pintu kamar terbuka dan agam masuk dengan membawa sebuah nampan yang ia yakini berisi makanan dan minuman. melihat agam, dinda menundukkan kepalanya. ia tau agam pasti akan memarahinya.
"kau sudah bangun?" tanya agam dingin, membuat dinda semakin menuddukkan kepalanya.
gawatt...!! kenapa mas agam ada di club malam juga sihhh... pasti mas agam akan ngaduin aku ke mama dan papa. batin dinda, matanya mulai berkaca kaca.
"makanlah." kata agam sambil menyerahkan nampang nya kepada dinda.
bukannya memakan makanannya, dinda diam mematung. tanpa di sadari air matanya menetes di pipinya.
"bukannya makan malah nangiss, cepet makannya. abis makan kamu mandi setelah itu kita bicara." seru agam tegass.
dengan terpaksa dinda memakan makanannya. ia menelan begitu saja makannya. perutnya masih teraduk aduk karna minuman semalam, membuat dinda mual dan akan mengeluarkan makannya lagi.
__ADS_1
segera dinda meletakkan nampang di kasurnya dan berlari ke dalam bathroom agam mengikuti dinda ke dalam. ia melihat dinda sedang muntah, mengeluarakan isi perutnya kedalam wastafel tanpa di suruh. agam masuk dan memijat leher dinda.
hoeeekk
hoeeekk
hoeeekk
"masih mau minum minuman semalam haaa...!!" sindir agam.
dinda mencuci mulutnya dan wajahnya agar merasa segar, sambil memanyunkan bibirnya.
"emang ngerayain kelulusan harus di club malam yahh.. kamu tau gak dinda kalau papa dan mama tau kejadian semalam. mereka akan kecewa, terlebih kamu minum minuman beralkohol itu." sembur agam.
segera dinda merangkul lengan agam dan memperlihatkan wajah memelasnya. "masss... jangan aduin dinda ke mama papa yahh... dinda janji gak akan ketempat itu lagi..." bujuknya dengan berderai air mata. "semalam dinda gak mau ikutan, semalam bukan hanya merayakan kelulusan mas, tapi teman dinda bima akan kuliah di inggriss.. itu juga pesta perpisahaan kami mass. jadi aku ikutt mass." jelasnya kemudian..
agam menghela nafasnya, tangannya mengusap air mata di pipi dinda. "baiklah.. aku terima alasan mu. berjanjilah jangan ketempat itu lagi." ucapnya.
"ia mass...!!".
"ya sudah mass keluar.. kamu mandi dulu biar badan kamu segar. nanti mas suruh bibi buatian kamu air jahe hangat mengurangi mual kamu." ucap agam dan kemudian beranjak pergi.
__ADS_1
"aku gak boleh ke club malam tapi mas agam boleh ke tempat itu.. laki laki egois." umpat dinda.
...................
setelah mandi, dinda mendapatkan pesan dari alysia. alysia mengajaknya jalan jalan ke mall. sebelum membalas dinda meminta isin ke agam terlebih dahulu.
"bibi liat mas agam??" tanya dinda kepada bi nunung.. di kala itu bi nunung membersihkan kamar agam..
"éta di ruang kerjina non dinda". jawab bi nunung memakai bahasa sunda.
dinda mengangguk dan kemudian berjalan menuju ruang kerja agam. sebelum masuk dinda mengetuk pintu setelah mendengar suara dari dalam memeperbolehkannya masuk.
ceklek
"ada apa dinida?" tanya mas agam saat dinda masih di depan pintu.
dinda belum menjawab, ia melangkah dan duduk di kursi depan meja kerja agam.
"mass...!! dinda mau ijin ke mal, bareng teman dinda..."
...Bersambung...
__ADS_1