
...Jangan lupa like and vote...
...🌷🌷🌷🌷🌷...
...⚘⚘...
🌺Happy reading🌺
Kini Dinda tengah berada di rumah nya. Dinda memilih kembali ke rumahnya. Agam sedikit kecewa Dinda tidak pulang di rumahnya. namun ia paham dengan sikap Dinda mereka belum menikah.
Dengan terpaksa Agam mengantar Dinda ke rumahnya.
Pagi harinya Dinda bersiap siap ke kantor, ia memakai Dress Kantor Cantik & Elegan - Formal Dress Sexy yang sudah di belinya di Jerman saat jalan jalan bersama mama Sinta.
Dinda merasa puas dengan penampilannya saat ini.
?
...(ILUSTRASI)...
Sebelum berangkat ke kantor, ia menyempatkan sarapan pagi. kemarin ia menyempatkan belanja kebutuhan dapurnya. hampir sebulan sudah meninggalkan rumahnya.
makan di kulkas sudah di buangnya karna sudah tidak fress lagi dan di gantinya dengan yang baru.
Saat sedang sarapan tiba tiba terdengar suara ketukan pintu, Dinda menghentikan sarapannya. ia keluar dan membukakan pintu.
tamu yang datang ialah Agam, mantan suami dan sekarang sudah menjadi kekasihnya dan juga atasannya.
__ADS_1
"kok mass kemari gak bilang dulu??" tanya Dindaa.
Agam tidak menjawab pertanyaan Dinda, ia tengah fokus dengan penampilan Dinda yang menurutnya sangat seksi. dress yang di pakainya sangatlah ketat memperlihatkan lekuk tubuhnya.
sulit rasanya menelan salivanya saat melihat penampilan Dinda saat ini. jika Dinda masih istrinya ia sudah menyeretnya ke dalam kamar.
"masss.." panggil Dinda, sudah berapa kali ia memanggil nya namun Agam tidak menjawab dan terus menatapnya. Dinda merasa risih Agam menatap nya seakan akan ingin menerkamnya.
"mass..." teriak Dindaa kesal.
"ahh iaaa..." pekik Agam.
"kenapa mass liatin aku kayak gitu sihhh." omel Dinda.
"a apa kau akan berpakaian seperti itu ke kantor??" tanya Agam terbata bata, wajah sudah memerah.
"tentu saja mass..." jawab Dinda dengan santai.
Dinda menghela nafasnya. mengapa Agam selalu saja protes dengan penampilannya? padahal ini masih wajar. masih banyak karyawati lain berpakain lebih seksi darinya.
Bukan cuma karyawati saja, sekretaris Agam di Jerman juga sangatlah seksi.
"gak." jawab Dinda ketus.
Agam mengendus kesal dengan sikap Dinda, Dinda benar benar menguras emosinya. kenapa ada wanita keras kepala sepertinya. dan wanita keras kepala itu adalah wanita yang di cintainya. namun apa lah daya, ia tidak bisa memarahinya. ia tidak ingin membuat Dinda bersedih lagi.
"mas ngapain kemari??" tanya Dinda melipat kedua tangan di dadanya.
"menjemputmu, kita akan kekantor bersama." ucap Agam.
__ADS_1
Dinda menghela nafasnya lagi. "aku berangkat sendiri saja mas.. apa kata orang orang di kantor nanti kita datang bersama." Tolak Dinda.
"kenapa memangnya mereka melihat kita, toh mereka sudah tau siapaa kamu." celoteh Agam.
"what... orang orang di kantor udah tau hubungan kita mas??" pekik Dinda dengan mata melotot. "mereka tau aku mantan istrinya mass." sambungnya kemudian.
Agam tersenyum.
Mata Dinda mulai berkaca kaca.
"mereka kok tau mass, mereka tau aku jandess dong mass.."
Agam meraih tangan Dinda. "tenanglah sayang."
"tenang tenang... kamu enakk pemilik perusahaan, na aku karyawan biasa. makin di bully deh aku mereka tau status aku yang udah pernah menikah." omel Dinda, Air matanya tidak terbendung lagi. marah nangiss, ngambek nangiss, senang nangiss.. Dinda benar benar wanita cengeng.
Dinda menarik tangannya dari tangann Agam. ia membalikkan badannya membelakangi Agam. ia sangat kesal, statusnya di ketahui di kantor tempat nya bekerja. bukan hanya cengeng ia juga mudah ngambekann.
Agam langsung memeluk Dinda dari belakang, menopang dagunya di Pundak Dinda dan tangannya melingkar di perutnya.
"lepasskan." berontak Dinda semakin kesal.
"mereka tidak tau status kamu sayang... yang mereka tau kamu adalah kekasih ku dan calon istriku." bisik Agam.
Dinda berhenti berontak dan membalikkan badannya lagi menghadap Agam.
"benarkah mass?? mereka gak tau status aku kan." tanya Dinda.
Agam menjawab anggukan. Dinda langsung tersenyum, ia sudah bernafas lega..
__ADS_1
bersambung
"