Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Pesawat jet l


__ADS_3

...*jangan lupa like and votenya...


...๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


...๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ...


๐ŸŒธHappy reading๐ŸŒธ


1 minggu kemudian


Agam dan Dinda tengah bersiap siap ke Bandara, mereka akan ke jerman menemui papa Hermawan dan mama Sinta. Dinda memakai kursi roda agar mempermudahnya. karna memakai tongkat ia belum terbiasa memakainya.


Dinda sangat senang akan bertemu dengan mantan mertuanya. setelah kepergiannya dari rumah Agam tiga tahun yang lalu itu terakhir kali bertemu dengan mertuanya. kata Agam sehari setelah nya orang tuanya berangkat ke jerman dan tidak pulang pulang lagi. mereka sangat kecewa pada Agam anaknya, yang ternyata masih berhubungan dengan mantannya.


Hingga saat ini sikap mama Agam Masih dingin padanya berbeda dengan papanya. Namanya juga manusia pasti sering melakukan kesalahan.. terlebih papa Agam mengetahui sebuah fakta tentang Tania yang menjebak putranya..


Mereka pun tiba di sebuah pesawat Jet pribadi milik Agam. saat menaiki Tangga pesawat Agam mengendong Dinda ala bridal style. Dinda terpukau saat melihat isi pesawaat jer pribadi mantan suaminya itu.


"wahhh... apa ini pesawat, pesawat seperti kamar hotel bintang lima saja." celetuk Dinda dengan mulut menganga. "Mas turun kan aku." pinta Dinda masih di gendong oleh Agam.



Agam mengangguk pelan, ia menurun kan Dinda di sebuah kursi pesawat. Dinda duduk di sana dan terus memperhatikan isi pesawat yang di lengkapi fasilitas.


"mass... apa kah pesawat ini milik mu??" tanya Dinda tanpa menoleh ke arah Agam. ia terus memandangi isi pesawat.


"iaa.. pesawat Jet ini milikku." jawab Agam sembari tersenyum


"wahh... mantan suami ku ini rupanya sangatlah kaya yah." celetuk Dindaa.


Agam hanya tertawa kecil mendengar Ocehan Dinda. "sebentar lagi Kata mantan akn terhapus dan akan menjadi suami mu." ucap Agam.


sontak membuat Dinda menoleh padanya dengan mata melotot menatap tajam arah Agam. "siapa bilang kau akan menjadi suami ku lagi." ucap Dinda ketuss.

__ADS_1


"kau tidak pernah bilang... tapi aku yakin, kau akan menjadi istri ku lagi dan juga ibu anak anak ku nanti." ucap Agam penuh keyakinan.


satu minggu belakangann ini, Dinda sudah mulai menerimanya. Dinda sudah tidak bersikap dingin lagi padanya. dan juga tidak menolak semua perhatian padanya.


ia pun juga bisa melihag sorot mata Dinda saat menatap dirinya. masih ada cinta yang besar di sana. ia yakin Dinda akan menjadi miliknya lagi. ia akan berjuang lebih keras lagi mendapatkannya.


Jika suatu saat Dinda kembali padanya. ia akn menjaga dan mencintainya selamanya. Agam berjanji takkan menyakiti hati nya seperti waktu dulu.


"percaya diri sekali kamu." ucap lagi Dinda ketus memutar bola matanya dengan malas dan kemudian memalingkan wajahnya ke arah lain. bukan kesal, ia menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah. entah karna malu apa karna ia senang hanya Dinda dan Author yang tahu๐Ÿ‘๐Ÿ‘.


beberapa saat kemudian pramugari datang dan mengecek sabuk pengaman Dinda dan Agam karna pesawat akan Take Off. setelah melakukan pengecekan pramugari itu kembali ketempatnya. pesawat pun sudah mulaai meninggalkan bandara.


Dinda ketakutan saat pesawat mulai terbang, ia mengengam erat tangan Agam. ini bukan kali pertamanya menaiki pesawat. namun entah mengaapa ia masih saja ketakutan saat pesawat akan terbang.


"apa kau takut??" tanya Agam yang duduk di sebelahnya.


"sedikit." jawab Dinda dengan ekspresi datar.


beberapa menit kemudian Dinda mulai tenang dan melepas gengamannya dari tangan Agam.


Agam yang sementara mengerjakan pekerjaannya di tabnya menoleh ke arah Dinda. "ada apa Dinda??"


"biasa nya kan pesawat Seperti ini ada tempat tidurnyakan.. apa aku boleh melihatnya." ucap Dinda pelan. ia membuang gengsinya, biarkan saja Agam mengatai nya kampungan. emang kampungan kan, ia belum pernah menaiki pesawat Jet sebelumnya.


"tentu saja bolehh..." Agam tersenyum dan kemudian meletakkan Tabnya di sebelahnya dan kemudian melepas sabuk pengamannya dan juga sabuk pengamann Dinda. ia pun berdiri dan mengendong Dinda lagi ala bridal styl.


"mass, aku bisa jalan sendiri." pekik Dindaa sudah di gendong Oleh Agam.


"apa kau lupa kata dokterr..?" tanya Agam mengingatkan.


Dinda mengendus kesal. ia belum di perboleh kan berjalan mengunakan kakinya itu dulu. ia pernah mencoba berjalan tanpa sepengetahuan Agam. kakinya sudah tidak terlalu sakit dan pada saat itu mendapatinya. Agam langsung mengomelinya. bukan apa apa, kakinya belum pulih. ia belum di perbolehkan berjalan, tulang kakinya bisa retak kembali.


Agam membawa Dinda suatu ruangan yang rupanya adalah sebuah kamar mewah. melihat kamar itu wajah Dinda cemberut langsung tersenyum lebar.

__ADS_1



"apa boleh, aku tidur di tempat tidur itu mass." tunjuk Dinda.


"tentu saja.. kau boleh mengunakan semua yang ada di pesawat ini." jawab Agam tersenyum melihat kelakuan Dinda yang sepert anak anak.


"ya sudahh turun kan aku. mengapa kau masih mengendong ku."


cup


tanpa ijin Agam tiba tiba saja mencium bibir mungilnya, seketika Dinda terdiam membisu dan menatap wajah Agam yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.


"aku mencintaimu." bisik Agam di telinga Dinda.


"huhhh....!!"


mata Dinda melotot dengan wajah bingung. ia masih mencernah perkataan Agam barusan. apa pendengarannya salah, agam mengatakan cinta padanya.


"Aku sangat mencintai mu, jangan pergi lagi dari hidup ku." ucap Agam menatap Dinda penuh cinta.


"apa kau mau menerima ku lagi... maafkan kesalahan ku yang lalu... aku berjanji takkan mengulanginya lagi."


...**bersambung...


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


terima kasih telah membaca**...


__ADS_2