Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Berjanjilah


__ADS_3

...Jangan lupa like and vote...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...⚘⚘⚘...


🌸Happy reading🌸


setelah melepas rindu dengan orang tua Agam, Dinda pun beristrihat di sebuah kamar di lantai dua. kamar yang luas dan mewah, bernuansa eropa. Dinda mengagumi isi kamarnya.



"kau suka kamarnya??" tanya Agam yang mengantar Dinda ke kamarnya. kamarnya juga berada di lantai Dua, sedangkan kamar orang tuanya berada di lantai bawah. kamarnya juga bersebelahan dengan kamar Dinda.


"suka banget mass." senyum indah terus terukir indah di wajah imut Dinda, siapa saja akan terpesona melihatnya. pantas saja wanita di kantornya banyak yang iri pada kecantikan yang di miliki mantan istrinya.


bukan cuma kecantikan di luar, ia juga cantik dari dalam. Dinda wanita yang cerdas dan baik ke semua orang. ia memiliki kecantikan sejati, yang tidak di miliki orang lain. Kecantikan sejati yang muncul dari dalam diri, tidak hanya sesuatu yang bisa dipoles dari luar. Karena kecantikan di luar dapat dengan mudah hilang dari waktu ke waktu.

__ADS_1


"mass, kok ngeliatin gitu sihh,, ada yang salah yah dengan wajah ku." Dinda menyentuh wajahnya. "apa ada jerawat?? ahh tuh kann benerrr ada jerawatt." Dinda menyentuh keningnya tumbuh satu jerawat. Dinda melangkah ke meja rias dan bercermin. "sepertinya ku harus ganti cream wajah deh masss, aku jerawatan." keluh Dinda kesal.


Agam tersenyum, bukan karna hal itu ia menatapnya. ia menatapnya karna kecantikan alami yang di milikkinya. mengapa wanita selalu mempersalahkan jerawat?? apa masalah jerawat adalah masalah besar buat para kaum hawa? sungguh wanita adalah makhluk yang paling ribet.


"gak kok, masih cantik." Bantah Agam.


"tapi mass natap aku kayak gitu, pasti aku jelek banget deh karna jerawat ini." keluh Dinda.


"siapa bilang kamu jelek.." tiba tiba saja tangan Agam melingar di pinggangnya, dagunya menopang di bahunya. ia bisa melihat wajah Agam di cermin.. "kau adalah wanita yang paling cantik." puji Agam. "apakah kau yakin, menikah di tahun depan... aku tidak bisa menunggu lama lagi." keluh Agam.


setahun bukanlah waktu yang lama, mereka pun bisa mengatur pernikahan Agam dan Dinda dari sekarang. orang tua Agam berencana membuat Acara pernikahan yang mewah dan megah. Dinda mengiyakan, siapa pun mengingikan pesta pernikahan seperti itu.


terlebih saat menikah dengan Agam, tidak ada pesta sama sekali. karna mereka menikah di depan ayahnya yang sudah sekarat. Dinda memimpikan pernikahaan yang mewah dan megah layaknya dongeng dongeng.


"apa kau tidak bisa menunggu nya mass.. aku tidak ingin terburu-buru.." jawabnya Dengan santai. "masss, keluar gi... aku udah ngantuk mau tidur." usir Dindaa.


Agam melepas pelukannya. "aku ingin deket deket kamu terus sayangg... aku gak bisa jauh jauh dari mu. enam bulan gimanaa, jangan setahun dong." keluh Agam.

__ADS_1


"Mmm...!! baiklaahh, kita menikah enam bulan lagi." ucap Dinda, ia merasa kasihan dengan mantan suaminya itu, sebenarnya ia juga tidak mau jauh jauh dari suaminya. ia meminta waktu hanya ingin memulihkan hati dan kepercayaannya yang sudah di hancurkan oleh Agam.


"benarkahhh??" Agam tidak percaya yang di dengarnya.


"ia mass benarr.. tapi ada syaratnya." pinta Dinda penuh penekanann


"syaratnya apaa... mas akan penuhi semuanya." .


"berjanjilah akan selalu mencintaaiku dan jangan menghancurkan hatiku lagi, jika kau melakukannya lagi aku benar benar akan pergi menjauh dari hidup mu."


"aku berjanji pada mu, aku akan selalu setia pada mu. takkan aku mengulangi kesalahan tiga tahun yang lalu." ucap Agam tulus dan penuh keyakinan.


Dinda mengangguk dan tersenyum. "baiklah aku percaya padamu.. sekarang pergilah kekamar mu dan tidur, aku juga ingin tidur sekaranggg..." usir Dinda dengan tegass. berkali kali ia sudah menguap, ia benaar benar lelah.


Agam mengangguk sebelum keluar Agam mengecup kening Dinda dan kemudian pergi ke kamarnya.


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2