Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
berangkat kerja


__ADS_3

...Jangan lupa like and vote...


...💮💮💮💮💮💮...


...🏵🏵🏵🏵...


💮happy reading💮


baru beberapa langkah tangannya di tarik seseorang. membuatnya langkahnya terhenti. Wajah Dinda terlihat kesal, dan membalikkan badannya..


ia sudah tau orang menarik tangannya adalah Agam mantan suami dan akan menjadi suaminya kembali. Dinda tidak menyangka Agam akan mengikutinya tadi. ia tidak menyadari hal itu.


"sayang." panggil Agam dengan suara lembut.


"apa sih mass??" tanya Dinda dengan ketuss.


"sampai kapan kau mendiami ku terusss... sungguhh aku tersiksaa sayangg." Ucap Agam memohon.


Seorang Agam, pengusaha kaya dan Arogan dengan orang orang. kini bersikap mengemiss maaf pada Dinda wanita yang sudah mengengam seluruh hatinya.


"sampai aku puass." ucap Dinda penuh penekanann menaikkan dagunya. "siapa suruh, menyebut nama wanita itu dan menyamakannya dengan ku. apa kau tau, kau telah menyakiti hatiku lagi masss." mata Dinda sudah memerah dan berkaca kaca.


"pergi sanaa, jangan menemuiku dulu." Dinda menepis tangan Agam dari pegelangan tangannya dan beranjak pergi.


"sayang." panggil Agam, namun Dinda tetap melangkah pergi.


...............


...di rumah...

__ADS_1


Dinda, Alsyia dan Alya sudah berada di rumah Dinda. Rumah yang cukup besar dan memiliki beberapa kamar.


Rumah Dinda sangat bersih dan rapi. setiap hari akan ada art yang datang membersihkan rumahnya. namun sore harinya Artnya akan pulang.


"Ca... ini kamar kamu yahh." Dinda membawa Alysia dan Alya sebuah kamar tepat di sebelah kamarnya.


Kamar itu adalah kamarnya dulu. kamarnya kini ia tempati adalah kamar alm Ayah nya dulu.


"ini kan kamar kamu Din." Alysia memandangi sudut kamar.


ia masih ingat letak kamar Dinda, karna dulu ia sering nginap di rumah ini dann sering tidur bersama Dinda di kamar ini.


"kamar aku di sebelah, kamar ayah aku dulu." jawab Dinda.


"kamu tinggal sendri di sini Din...??" tanya Alsyia.


"ialahh... aku kan anak tunggal gak punya saudara." jawab Dinda melangkah di tempat tidur dan duduk di sisinya. "Sini Al." Alya menghampiri Dinda. Dinda langsung membawanya ke pangkuannya.


Dinda berkali kali mencium kepala Alya menghirup aroma tubuh balita itu yang sangat khas.


"kamu wangi banget sih."


"masa sih aunty, aku belum mandi lo." ucap Alya dengan suara cadelnya.


waalau sudah dua tahun lebih, Alya sudah lancar bicara.


"benerann.. Aunty gak boong." Ucap Dinda sembari tersenyum.


...............

__ADS_1


keesokan paginya.


"ca... aku berangkat kerja yahh, kalau kau butuh sesuatu kamu hubungi aku saja." Pamit Dinda yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya


Alsyia yang sedang merapikan pakaiannya di lemari, membalikkan badannya dan kemudian menghampiri Dinda yang berdiri di dekat pintu.


"kamu mau ngantor, Apa ikut Fashion show Din.." cibir Alsyia melihat penampilan Dinda yang terlihat seksi dengan rambut panjang bergelombang di bawah, tidak seperti biasanya di luruss.



(seperti ini yahhh model rambut Dinda).


"mau tampil beda." ucap Dinda senyum kuda kuda.


sebenarnya pakaian Dinda tidak lah terlalu seksi namun ketat, memperlihatkan lekut tubuhnya.


"ya sudah yah, aku berangkat dulu.. kalau kesiangan entar aku terjebak macet." ucap Dinda.


"ia kamu hati hati yah." jawab Alsyia saat Dinda beranjak pergi dengan buru buru.


"iaaa." Jawab Dinda yang sudah menuruni tangga.


........


tibalah Dinda di kantor, penampilan Dinda hari ini sangatlah berbeda. Dinda terlihat semakin cantik dengan gaya rambut barunya dan juga penampilannya yang terlihat sangat seksi.


pinggang ramping dan kaki jejangnya membuat siapa saja terkesima.


..."*huhhhh...!! andai bukan kekasih tuan Agam, aku sudah mengejarnya." bisik salah satu karyawan pada temannya....

__ADS_1


"ia... Dia wanita sempurna, tuan Agam sangat beruntung memiliki kekasih seperti Nona Dinda." jawab Temannya*.


bersambung


__ADS_2