
...JANGAN LUPA LIKE AND VOTE...
...☘☘☘☘☘☘...
🌸Happy reading🌸
Dinda berjalan menghampiri Agam, ia melihat sudut mata agam yang basah dan sembab. Apa ia menangis?? laki laki macho dan di gilai banyak wanita kini menangis di depannya, hanya untuk mendapatkan maaf darinya. begitu cintanya kah laki laki itu padanya.
kini tangannya mengelus punggung Agam. ia sadar ia sudah bersikap kanak kanakan selama ini.. seharusnya ia tidak menghindari laki laki itu, agar masalah mereka cepat terselesaikan. dan tidak berlarut larut seperti ini.
"Dinda ku mohon maafkan aku. aku sangat mencintaimu." ucap Agam. " tania telah menipu kita semua, ia memang hamil tapi bukan hamil anakku melainkan anak laki laki lain" jelasnya kemudian
dinda menarik tangannya lagi dan mundur satu langkah menjauh dari Agam. Entah sejak kapan air mata mengalir deras membasahi pipinya.
"kembali lah padaku dinda... kita mulai lagi dari awal." pinta agam meraih tangan dinda dan mengengamnya. ia berharap dinda memberikannya kesempatan. "beri aku satu kesempatan lagi." agam menatap wajah dinda.
Dinda menarik tangannya dan kemudian membalikann badannya membelakangi agam dan melangkah dengan pelan dan berhenti depan sebuah kaca jendela besar tidak jauh dari agam berdiri.
entah apa yang harus di katakannya pada Agam. ia masih saja ragu, rasa kecewa dan sakitnya di khianati masih terasaaa di benaknya.
"Aku tau kau masih kecewa padaku dinda." Agam melangkah mendekati Dinda dan berdiri tepat di sebelahnya. "Beri aku satu kesempatan, memperbaiki kesalahan ku tiga tahun yang lalu." ia meraih tangan dinda lagi dan mengengamnya. "maafkan aku, aku mohon kembalilah padaku." pinta Agam penuh harap. dan lagi dinda menarik tangannya, wajahnya datar tanpa ekspresi.
"Aku tidak bisa menjawab nya sekarang.. maaf mass." ucap Dinda lalu berlari pergi meninggalkan Agam di sana. air matanya sudah tak dapat terbendung lagi, kini mengalir deras di pipinya.
"aku akan menunggu nya dinda." gumam Agam.
.......................
Setelah pertemuannya dengan Agam, Dinda meminta izin pulang lebih awal. ia beralasan masih sakit, managernya mengijinkannya. bukan hanya Agam yang di hindarinya, ia juga menghindari karyawan di kantor. gosib sudah tersebar luas antara nya dan Agam presdir di kantornya.
__ADS_1
ia pun menaiki mobilnya. ban nya sudah di ganti oleh montir kemarin. padahal ia belum memanggilkan montir untuk menganti ban mobilnya. entah siapa yang telah berbaik hati menolongnya. apakah natasyaaa sahabatnya??.
Dinda melajukan mobil Honda Jazz meninggalkan kantornya. di perjalanan menuju kediamannya ia terjebak macet. padahal jalan yang di lewati sangat jarang terjadi macet.
pikiran dan hatinya sedang kacau di tambah ia terjebak macet di jalan. isi pikiran tentang Agam yang meminta rujuk padanya. ia masih mencintai mantan suaminya itu, tapi ia masih merasa ragu untuk memulai kembali satu hubungan. hatinya belum pulih, ia masih trauma akan cinta.
walau Agam di jebak oleh tania dulu. tapi Agam terlalu ceroboh, dan masih berkomunikasi dengan mantannya itu. andai ia tidak datang ke Apartement mantan kekasihnya itu, ini takkan pernah terjadi. dan karna hal itu, ia harus kehilangan janinnya. janin yang tidak di tau akan kehadirannya pergi begitu saja.
prang
badan Dinda terguncang kedepan saat sesuatu menabrak belakang mobilnya, ia pun tersadar dari lamunannya. ia segera menghapus air mata di pipinya yang sempat menetes dan kemudian turun dari mobilnya.
"ahhhh mobillku." pekik Dinda melihat mobil cicilan nya yang baru sebulan di pakainya, bagian belakangnya penyok akibat di tabrak mobil belakangnya. kepalanya tiba tiba saja berdenyut melihat mobil barunya yang baru di bayar sekali kini penyok.
sementara pemilik mobil menabrak mobilnya pun turun dan menghampiri Dinda yang sedang diam memantung memandangi mobilnya yang penyok.
terdengar isak isakkan kecil keluar dari mulit Dinda, menghindari Agam dan teman kantornya malah ia mendapatkan kemalangan dengan mobilnya.
"heyy... maaf kan saya nona, saya akan bertanggung jawab." ucapnya.
mendengar hal itu Dinda menoleh ke arah orang itu. wajah orang itu sudah tidak asing baginya, sepertinya ia pernah bertemu dengannya.. tapi dimana??.
"kamu Dinda kan?". tanya orang itu.
"kamu mengenalku." tanyanya dengan suara pelan.
"ia... apa kau lupa aku."
__ADS_1
Dinda terus memperhatikan wajah orang itu. ia terus mengingatnya. beberapaa saat kemudian, ia tersenyum karna mengingat orang itu tapi ia lupa dengan namanya.
"kau sudah ingat."
Dinda mengangguk pelan, ia mengingat laki laki ini lah yang menyelamatkannya dulu dari berandalan yang akan menjebaknya waktu di kafe tiga tahun lalu. laki laki ini juga yang pernah menghajar Agam saat mantan suaminya memaksanya ikut pulang ke rumahnya.
"Aku mengingat mu. tapi aku lupa dengan nama mu."
"Aku Andraa..."
"ahhh ia kakk Andraa.. maaf yahh aku lupa dengan nama kamu." ucap Dinda tidak enak hati.
"apa kabar." Andra mengulurkan tangannya, segera dinda membalasnya dengan senyuman terpaksa.
"baik." Dinda menarik kembali tangannya. "kak Andra sendiri apa kabar??".
"baik, sangat baik malahh."
...bersambung...
*
*
*
*
__ADS_1