Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Kemarahan Bima


__ADS_3

...Jangan lupa like and koment...


...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


...🏡🏡🏡🏡...


πŸ’happy readingπŸ’


Tangan Bima tergepal kuat, rahangnya mengeras sempurna saat mendengar cerita Dinda.


"Bim... sahabat macam apa kita.. kita membiarkan Alysia menderita sendiri..." Isak Dinda matanya bengkak dan sembab ia bercerita sambil menangis. ia bisa merasakan penderitaan sahabatnya.


Bima tetap diam dengan wajah menahan marah. ia marah pada orang yang telah membuat Alysia menderita dan juga marah pada dirinya tidak menjaga sahabatnya itu.


mengapa malam itu ia tidak mencari Alysia. malam itu ia mengira Alysia pulang karna tidak kunjung kembali. karna sudah mabuk berat, Bima di gotong pergi oleh sopirnya. Begitu juga dengan Dika kakaknya.


"Bim... kamu kok diam sihh." rengek Dinda dengan manja.


Selain sama Agam, Dinda juga bersikap manja dengan Bima dan juga Alysia.


Alysia yang sedikit tomboi dan Bima yang laki banget menjdikannya manja ke pada dua sahabatnya itu.


Bima menarik nafasnya dengan berat, matanya memerah menahan tangis.


"kita harus cari laki laki itu Din... aku akan menghajarnya dan menghancurkannya karna telah membuat sahabatku menderita.." Geram Bima. "aku akan menyuruh orang mencari rekaman cctv di club malam tiga tahun lalu." Uacp Bima.


"ia bimm... aku kok gak mikir ke situ yahhh... ihhh kalau marah kamu jadi pintar lo bim." Walau sedang sedih Dinda masih sempat sempatnya mengoda Bima.

__ADS_1


Wajah Bima yang menahan Marah berubah pias mendengar ucapan Dinda.


"emang aku pintarr... gak ingat di sekolah dulu aku rengking berapa."


suasana sedih mulai berubah dengan candaan Dinda.


"tauu... rangking 2 dari belakang kan." ucap Dinda menunjuk Bima dengan telunjukknya..


"enak aja... bukan rengking 2 tapi rengking 5 dari belakang Din." jawab Bima dengan bangga.


Dinda tertawa kecil namun masih terdengar suara isakannya. kini tangannya menghapus air mata di pipinya.


Dinda menghela nafasnya dulu. "oh ya Bim kalau udah ketemu orang itu kabari aku yahh.. aku pengen hajar orang itu Bim." Ucap Dinda dengan semangat sambil mengepal kuat tangannya.


Bima tersenyum kecil dan mengengam kembali tangan Dinda.


tanpa mereka sadari dari jauh ada sepasang mata menatap tajam mereka. Rahangnya mengeras sempurna dengan tangan tergepal kuat.


Dia adalaha Agam. Agam baru saja sampai di kafe itu setelah mendapatkan aduan dari beberapa karyawan yang melihat Dinda dengan pria lain.


"apa karna ini kau pergi tanpa ijinku dulu." gumam Agam.


Agam tidak terlalu memperhatikan wajah Bima, ia bahkan tidak ingat wajah Bima.


Agam semakin geram saat melihat Bima mengengam tangan Dinda. mereka seperti sepasang kekasih yang sedang pacaran.


Agam melangkah cepat menghampiri Dinda. saat sampai Agam memukul meja di depann Dinda.

__ADS_1


Dinda dan Bima kaget akan kedatangan Agam tiba tiba.


"apa apaan ini." pekik Bima kesal lalu berdiri. ia mengingat jelas Agam memaksa Dinda masuk ke dalam mobilnya dan menyuruh anak buahnya menahannya..


"mass." Dinda langsung berdri. "kamu kok di sini??" tanya Dinda memicinkan matanya.


"kenapaa...?? apa kamu kaget karna ketahuan selingkuh." tuduh Agam.


"selingkuh." lirih Bima yang terlihat bingung. "punya hubungan apa kamu dengannya Din??" tanya Bima mengalihkan pandangannya ke arah Dinda.


"di diaa..."


"dia kekasihku dan sebentar lagi akan menjadi istri ku.." sela Agam dengan penuh amarah.


"kekasih." pekik Bima.


"ia aku kekasihnya. kau sudah tau, dia ke kasihku. sekarang jangan menemuinya lagi." Agam meraih tangan Dinda dan menariknya dengan kasar.


"mass." pekik Dinda.


"ayo PUlang." Agam dengan kasar menyeret Dinda.


"mass lepaskann." berontak Dinda.. "auuu tangan ku sakit mas." keluh Dinda pegelangan tangannya di cengkram kuat oleh Agam.


**Bersambung.


ayo votenya dongg biar makin semangat nulisnya**

__ADS_1


__ADS_2