Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri
Tania


__ADS_3


agam menatap tajam dinda yang telah menamparnya.


"kauuu..."


ia tidak menyangka, dinda akan menamparnya. baginya dinda wanita yang lemah lembut dan tidak pernah kasar.


"jangan pernah menyamakan ku dengan mu. aku tidak seperti mu." tekan dinda, ia tidak terima agam menuduhnya selingkuh. bagaimana bisa suaminya menunduhnya seperti itu..


"lalu siapa dia." agam menunjuk Andra. "kau pulang bersama nya, Apa namanya Kalau kau tidak berselingkuh." tudingnya lagi. tangannya meraih tangan dinda dan menariknya dengan paksa menuju mobilnya. "ayo sebaiknya kau pulang."


"apa apaan sihh mass.. aku tidak mau pulang di rumah mu lagi..." berontak dinda memukul tangan agam dari pegelangan tangannya.


"Apakah kau bisa bersikap lembut padanya." suara andra menghentikan langkah agam. Andra yang sejak tadi diam pun, ia tidak bisa melihat dinda di kasari seperti itu.


"ini bukan urusan mu... ini urusan ku dengannya." tekan agam.


Andra pun maju menahan tangan dinda yang satunya. agam melihat tangan istrinya di sentuh oleh laki laki lain semakin emosi.


"lepaskan tangan istriku." serunya. tangannya sudah tergepal kuat rahang mengeras kapan saja ia akan menyerang laki laki itu.


"kau yang lepaskan tangannya, apa kau tidak mendengar dia tidak ingin ikut dengan mu."


agam semakin kesal melayangkan bogem mentah kearah wajah laki laki di hadapannya itu. dengan cepat Andra menangkis pukulan agam, kali ini ia lah yang melayangkan bogem mentah ke wajah agam. agam terjatuh di tanah dengan meringis kesakitan di wajahnya.


"masss agam." pekik dinda.


Andra menarik tangan dinda agar menjauh dari suaminya itu. agam segera bangkit, wajahnya memerah padam.

__ADS_1


"sialan." agam mengusap darah di bibirnya.


ia akan membalas pukulan Andra dan lagi ia gagal, maalah tangan yang di kepalnya di cengkram kuat oleh Andra dan kemudian membalikkan tubuhnya dan menarik tangannya kebelakang punggungnya.. sepertinya Andra bisa bela diri, hingga dengan mudah menangkis atau melawan orang yang akan menyerangnya.


"aghtttttt...!" jerit agam merasakan tulang tulang nya seakan akan patah.


melihat agam kesakitan Andra melepaskan tangannya dan menghempaskan tubuh agam dengan kasar membuat agam kembali terjatuh di tanah.


"baby kau baik baik saja." tiba tiba saja tania datang dan membantu agam.


"kenapa kau ada di sini??" tanya agam kaget melihat tania berada di sana.


"a aku tadi mengikuti mu... kenapa kamu terus menginginkannya baby, kau ceraikan saja dia baby dan cepat cepatlah kau menikahiku bertanggung jawab akan kehamilan ku ini." ucap tania dengan suara di buat manja. agam menepis tangannya dan kemudian berdiri.


"jangan harap aku akan menikah dengan mu... kau wanita licik tania." ucap agam dengan nada tinggi. ia sangat jijik dengan wanita di hadapannya itu. bagaimana bisa ia memacarinya selama 5 tahun. cinta memanglah buta, ia buta akan segala galanya.


"baby, aku berbuat seperti itu agar kau kembali pada ku." tania merangkul lengan agam dengan manja.


"taniaaa..." bentak agam.


bukannya takut tania mempererat pelukannya di lengan agam.


dinda yang kehabisan kesabaran, melihat mereka pun sudah tidak menahan amarahnya lagi.


"kalian berdua, pergi dari sinii.. jangan menampakkan wajah menjijikan kalian di hadapann ku lagi." usir dinda dengan suara tinggi, mata dan wajahnya memerah.


"cihh... siapa juga mau berlama lama di sini." cicit tania.


"bagus kalau begitu... sekarng pergilah, bawah kekasih mu. pastikan jangan datang ke tempat ku lagi." tatapan dinda berpindah ke agam. "minggu depan sidang pertama kita sebaiknya kau tidak usah datang Agar semuanya cepat selesai."

__ADS_1


"aku takkan membiarkan perceraian itu terjadi dindaa..."


"jangan egois maass... aku lelah dengan semuanya, biarkan aku hidup dengan tenang." geram dinda.


"aku sudah berjanji dengan ayahmu akan menjaga mu."


"jangan membawa nama ayah ku mass.. jika ayah masih hidup, ia juga akan menerima keputusan ku ini." tukas dinda.


"sekarang kalian pergi.." usirnya kemudian.


"din...!"


"baby, ayo baby... sebaiknya kita pulang.." tania menarik tangan agam. dengan terpaksa agam menurut dan masuk kedalam mobil.


setelah kepergian agam, air matanya pun berjatuhan membasahi pipinya. sejak tadi ia menahan untuk menangis. tangisnya kini pecah, Andra masih berada di tempat itu membawa dinda kedalam pelukannya.


dinda tidak menolak, saat ini ia membutuhkan pelukann seseorang. ia semakin menangis, hati Andra merasakan kesedihan yang sama melihat wanita yang di sukainya baru beberapa hari itu.


saat di kafe, dinda menampilan wajah ceria, siapa sangka di balik itu semua menyembunyikan luka. ia pandai menyembunyikan kesedihannya.


beberapa saat kemudian, dinda sadar dengan apa yang di lakukannya segera melepas pelukannya. tangannya mengusap air mata di pipinya dan kemudian menunduk malu. kenapa ia memeluk laki laki yang baru di kenalnya. murahan sekali dia. ia juga malu dengan laki laki di hadapannya melihat kejadian barusan.


"maaf." lirihnya.


Andra tersenyum tipis.


"tidak apa apa..."


"aku masuk dulu, terima kasih telah mengantarku dan maaf kejadian tadi." ucap dinda lalu beranjak pergi begitu saja masuk kehalaman rumahnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2