
...Jangan Lupa Like And Vote...
...🌸🌸🌸🌸🌸🌸...
...🏵🏵🏵🏵...
🌹happy reading🌹
Di malam hari
Mobil Dinda sudah terparkir di halaman rumahnya, Dinda pun turun dari mobil dengan wajah berserih serih, ia sangat bahagia. hari inj ia sudah berbaikan dengan Agam. setelah hampir seminggu ia mendiaminya. Agam semakin romantis dan perhatian padanya.
Dinda tersenyum sambil memeluk buket mawar merah pemberian Agam tadi saat makan malam bersama. Agam juga telah mengantikan hpnya yang rusak tadi.
Dinda terus menghirup aroma bunga mawar itu sambil berjalan menuju pintu.
baru saja ia akan memegang handel pintu. terdengar suara klakson mobil, Dinda langsung membalikkan badannya.
sebuah mobil sport merah sudah terparkir di depan pagarnya.
Dinda menyipitkan matanya, ia mengira itu adalah Agam. namun melihat mobilnya, ia tidam pernah melihat mobil itu di pakai Agam.
orang itu pun turun dari mobil, melihat orang itu, senyum Dinda mengembang.
"kak Andraa." pekik Dinda..
"hey ndaa." sapa Andra melambaikan tangannya, berdiri di dekat pagar.
Dinda pun menghampiri Andra.
"heyy... tumben kemari, ada apaa???" tanya Dinda, karna sedang bahagia. senyumnya tidak pernah luntur dari wajahnya.
__ADS_1
"wahh, sepertinya kau sedang bahagia." goda Andra.
"iaa... hari ini aku lagi sangat bahagia." Jawab Dinda sambil memeluk bunga pemberian Agam. "oh yahh, ngapain kamu kemari??" tanya Dinda kemudian.
Raut wajah Andra sedikit kecewa melihat buket bunga mawar di peluk Dinda. ia tau bunga itu pasti pemberian dari seorang pria.
"tadi aku lewat, makanya mampir." ucap Andra. padahal ia sengaja kerumah Dinda. beberapa hari ini ia sibuk dengan kerjanya.
ia sangat merindukan Dinda. entah mengapaaa ia merasakan hal itu. mungkin ia sudah mulai mencintai gadis cantik itu.
sejak pertama kali bertemu dengan Dinda, Bayangan Dinda selalu bersemayang dalam pikirannya.
ia mengira hanya sebuah kekaguman. namun semakin lama ia menyadari, itu bukan sebuah ke kaguman namun sudah cinta.
jika saja ia tidak sibuk mengurus proyek, sudah setiap hari Andra menemui Dinda. Ia ingin lebih dekat dengan gadis itu.
"mmmm...!" Dinda mengangguk.
"oh ya, besok kamu sibuk gakk. kita makan di warteg itu lagi yahh.." ajak Andra mengalihkan suasana yang sedikit canggung.
Ia mengingat Alysia, kemarin Alysia ingin makan makanan di warteg itu. warung masakan padang.
ia bisa mengajak, Agam juga makan di tempat itu besok siang.
"ia...." Andra mengangguk berharap Dinda akan menerima ajakannya.
"baiklah." jawab Dinda dengan cepat.
.........
Dinda memasuki rumahnya setelah Andra pulang. Dinda melihat Alysia duduk di ruang tamu.
__ADS_1
"belum tidur ca." Pekik Dindaa.
"iaa, aku nunggu kamu Din. oh ya tadi siapaaa??" tanya Alysia penasaran.
tadi ia hanya mengintip di kaca, ia hanya melihat postur tinggi tegak namun tidak melihat jelas wajah Andra.
"teman aku." Jawab Dinda dengan santai.
Alysia hanya mengangguk pelan.
"Alya kemana??" tanya Dinda mencari keberadaan balita itu.
"udah bocan." jawan Alysia. Dinda mengangguk pelan, ini sudah pukul 9 malam. Sudah pasti balita mengemaskan itu sudah terlelap dalam mimpi indahnya.
"oh ya, besok siang kita ke warung masakan padang yah." ajak Dinda yang sudah duduk di sofa di depan Alysia.
"beneran Din..." mata Alysia berbinar binar. sselain bakso, ia merindukan masakan padang di warung langganannya itu dengan sahabat2nya.
Dinda, Alysia dan Bima bisa bersahabat lama karna kesukaan mereka sama. yaitu makan, mereka bertiga seneng wisata kuliner berasama.
jangan heran bila mereka tau tempat makan yang enak.
"iaa, beneran. sekalian ngajakin mas Agam makan di sana." Jawab Dinda masih memeluk bunga pemberian Agam.
Saat di jerman, Dinda sudah menceritakan siapa Agam. namun Dinda tidak menceritakan ia dan Agam pernah menikah. ia belum siap menceritakan pada Alysia.
"widihhhh, bunga dari siapa tu." Alsyiaa baru menyadari Bunga di tangan Dinda. Alysia tersenyum lebar berdri dan duduk di sebelah Dindaa. "pasti dari pacar kamu yahh.. pacar kamu romantis banget yah Din.. jadi irih deh."
"iaa sih romantiss.. tapi nyebelin." Dinda menjawab dengan ketus saat mengingat permasalahannya dengan Agam beberapa waktu lalu.
"cocok dong dengan kamu Din, kamu kan juga nyebelin." cibir Alysia sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"ihhh, kamu juga nyebelin." balas Dinda dengan bibir manyun.
bersambung