Satu Malam Dengan Pria Asing

Satu Malam Dengan Pria Asing
19


__ADS_3

Tok tok tok...


Melisa yang baru selesai mandi kini mendengar suara pintu kamarnya yang diketuk hingga perempuan itu pun pergi membuka pintu kamarnya dan melihat putranya berdiri di depan kamar sambil memegang sebuah ponsel.


"Ada apa sayang?" Tanya Melisa sambil membiarkan putranya masuk ke dalam kamar.


Fernando pun langsung pergi ke arah ranjang Ibunya dan duduk di tepi ranjang sambil menatap ibunya yang kini duduk di kursi meja rias.


Dua orang itu saling bertatapan dengan Fernando yang memegang erat ponsel di tangannya.


"Nenek memberimu ponselnya lagi?" Tanya Melisa sambil menahan diri agar tidak marah di depan putranya, Karena dia sudah beberapa kali mengatakan pada ibunya agar tidak memberikan ponsel pada Fernando, tetapi ibunya benar-benar memanjakan cucunya.


"Aku membaca sebuah pesan di ponsel nenek," kata Fernando menyerahkan ponsel itu pada ibunya hingga membuat Melisa mengangkat sebelah alisnya karena dia penasaran pesan apa yang ada di ponsel neneknya hingga putranya datang memberitahunya.

__ADS_1


Padahal biasanya kalau Fernando mendapat ponsel dari neneknya, maka pria kecil itu tidak akan pernah memperlihatkan padanya karena Fernando sudah tahu bahwa dia dilarang olehnya untuk menggunakan ponsel.


Meski begitu, Melisa tidak mengatakan apapun dan hanya mengambil ponsel tersebut Lalu memeriksa pesan yang dimaksud oleh putranya.


Saat itu, wajah Melisa menjadi pucat pasi ketika dia membaca pesan yang tertera di sana.


Isi pesan itu adalah, *IBU, INI AKU DAREN, AKU INGIN MEMBERITAHU PADAMU BAHWA CUCUMU BUKANLAH ANAKKU!*


Fernando yang duduk melihat ibunya yang membaca pesan tersebut, pria kecil itu bertanya pada ibunya dengan nada suara ragu-ragu, "Ibu baik-baik saja?"


"Sayang, maafkan ibu. Apa kau baik-baik saja membaca pesannya?" Tanya Melisa pada putranya dengan perasaan cemasnya, karena dia tahu putranya adalah pria yang sangat unik jadi Tentu saja dia mengerti dengan isi pesan itu.


Fernando mengangkat wajahnya menatap ibunya sambil mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "Ibu tidak perlu khawatir, aku juga akan merahasiakan pesan ini dari nenek." Ucap Fernando yang sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang terjadi, tetapi pria kecil itu tidak mau melukai hati ibunya sehingga dia tidak berniat untuk mempertanyakan masalah itu lebih jauh lagi.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, lalu ibu juga mohon padamu anggaplah kau tidak pernah membaca pesan itu, dan tidak perlu mencari apapun tentang pria yang baru saja mengirim pesan. Kau mengerti?!" Tegas Melisa pada putranya.


Fernando menganggukkan kepalanya dengan pelan, "ya," jawab Fernando.


"Bagus, kau tahu kan janji seorang laki-laki harus ditepati atau kalau tidak, dia tidak akan menjadi seorang laki-laki sejati!" Ucap Melisa pada putranya yang mana dia masih khawatir bahwa putranya mungkin akan diam-diam mencari tahu masalah itu.


Fernando kembali lagi mengangguk, "aku mengerti Bu, Tentu saja aku adalah pria sejati dan tidak akan pernah bersikap seperti pria lain di luar sana yang melukai perempuan. Aku sangat menyayangi ibu!" Tegas Fernando memeluk ibunya dengan erat.


Melisa membalas pelukan putranya, dan dia merasa sangat lega dengan janji yang diucapkan oleh putranya karena dia selalu tahu bahwa putranya akan selalu memegang ucapannya.


"Baiklah, sekarang Ibu mau mengeringkan rambut dulu, baru nanti Ibu turun untuk makan malam," ucap Melisa setelah mereka cukup lama berpelukan hingga kedua orang itu segera melepaskan pelukan mereka.


"Biarkan aku membantu ibu mengeringkan rambut!" Seru Fernando langsung membuat Melisa menganggukan kepalanya hingga Melisa pun pergi mengambil sebuah kursi yang ada di dalam kabarnya lalu meletakkannya di samping kursi meja rias dan memberikan hair dryer pada putranya.

__ADS_1


Maka Fernando pun segera mengeringkan rambut ibunya dengan begitu telatan, karena dia memang sudah biasa membantu ibunya mengeringkan rambutnya.


🤫🤫🤫bocoran bab berikutnya akan terbit di YouTube....


__ADS_2